Select Page

Ciri-Ciri Hamba Yang Ikhlas Bagian 2 – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Radio RodjaDownloadKajianUstadz Abu Ihsan Al-AtsaryAktualisasi Akhlak MuslimCiri-Ciri Hamba Yang Ikhlas Bagian 2 – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Ciri-Ciri Hamba Yang Ikhlas Bagian 2 – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Terakhir diperbaharui: Rabu, 18 Rabiul awal 1439 / 06 Desember 2017 pukul 14:26
Tautan: http://rodja.id/1lz

Kajian oleh: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.

Kajian yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary ini merupakan hasil rekaman pada Senin, 15 Rabbi’ul Awwal 1439 H / 04 Desember 2017 M . Ceramah agama ini berkaitan dengan seri pembahasan Aktualisasi Akhlak Muslim, yang sangat penting untuk diketahui oleh setiap muslim. Pada kajian kali ini, Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A. membahas tentang “Ciri-Ciri Hamba Yang Ikhlas Bagian 2

Download kajian sebelumnya: “Ciri-Ciri Hamba Yang Ikhlas Bagian 1 – Aktualisasi Akhlak Muslim“.

Ringkasan Kajian: Ciri-Ciri Hamba Yang Ikhlas Bagian 2

Diantara ciri-ciri hamba yang ikhlas selanjutnya adalah:

Berusaha menyembunyikan amal kebaikannya

Tanda ini merupakan tanda yang paling jelas. Tujuannya adalah agar orang lain tidak mengetahuinya. Cukup dirinya dan Allah yang mengetahuinya. Setiap amal yang dia lakukan memiliki pondasi dan akar  yang kokoh di dalam hati. Tertutup dari pandangan manusia. Ia senang mensucikan dirinya agar jauh dari pandangan ataupun pengetahuan manusia. Ini merupakan salah satu cara seorang hamba untuk meraih keikhlasan. Oleh karena itu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menganjukan umatnya untuk mengerjakan shalat-shalat sunnah di rumah. Karena itu lebih tersembunyi dari pandangan manusia. Demikian pula shalat-shalat sunnah lainnya, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lebih senang mengerjakan di rumah.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda

اجعلوا في بيوتِكم من صلاتِكم، ولا تتَّخِذوها قبورًا

jadikanlah rumah kalian sebagai tempat shalat kalian, jangan jadikan ia sebagai kuburan” (HR. Al Bukhari no. 432, 1187, Muslim no. 777)

Fudhail bin Iyadh mengatakan, “amal dan pertkataan terbaik adalah yang tidak diketahui oleh manusia”. Oleh karena itu jika seorang muslim benar-benar ingin meraih keikhlasan, maka menghindarlah dari ketenaran dan pandangan manusia.

Tidak suka dengan popularitas

Siapa yang tidak kenal dengan Imam Al-Bukhori dan Imam Muslim? Semua orang tahu. Mengapa mereka berdua mencapai popularitas yang luar biasa? Apakah mereka dulu mengejar popularitas itu? Tidak. Imam Bukhori dan Imam Muslim tidak mengejar popularitas. Tapi Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan mereka populer ditengah-tengan manusia setelah mereka wafat. Buku mereka diterima oleh manusia. Hingga orang-orang mengatakan, “kitab yang paling shahih setelah kitabullah adalah kitab shahih Bukhori dan kitab Muslim”.

Demikian pula Imam Malik. Ketika menulis Kitab Al Muwaththa’. Salah seorang muridnya mengatakan, “mengapa kamu menulis Kitab Muwaththa’ ini? Hanya satu jilid dengan 1.500an hadits. Sementara di sana banyak Muwaththa’ lain yang lebih besar dan populer”. Maka Imam Malik menjawab, “Barang siapa yang niatnya lillah, maka akan abadi”. Imam Malik menulis kitab Muwaththa bukanlah untuk menyaingi kitab-kitab yang sudah ada. Tapi beliau menulisnya lillahi Ta’ala. Bukan berarti ulama lain tidak ikhlas. Namun kadar keikhlasan itu bertingkat-tingkat antara yang satu dengan yang lainnya. Dan apa yang dikatakan Imam Malik ini terbukti. Pada hari ini, yang dikenal oleh manusia dari kitab-kitab Muwaththa’ hanyalah kitab Imam Malik. Sehingga ketika disebutkan Muwaththa’, kaum muslimin langsung melekatkan dengan Imam Malik.

Tidak terpengaruh dengan pemberian

Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

تَعِسَ عَبْدُ الدِّيْنَارِ تَعِسَ عَبْدُ الدِّرْهَمِ، تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْصَةِ تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْلَةِ إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطَ سَخِطَ

“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamisah dan khamilah (sejenis pakaian yang terbuat dari wool/sutera). Jika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah” (HR. Bukhari).

Ini adalah satu celaan pada orang-orang yang mempunyai sifat demikian. Satu-satunya orientasi ketika bermal adalah dunia. Jika mendapatkan sesuatu, bergairah. Namun jika tidak mendapatkan sesuatu, dia bermalas-malasan. Orang beriman adalah orang yang tidak mengharapkan ucapan terima kasih atau juga balasan dari manusia.

Senang ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat

Seorang yang hatinya dijauhi dengan keikhlasan, maka secara otomatis akan terjauhkan dari sifat hasad dan dengki kepada sesama. Sebaliknya hatinya dipenuhi kasih sayang untuk selalu mengutamakan orang lain. Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga dia mencintai bagi saudaranya apa yang dia cintai bagi dirinya sendiri.” (HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45)

Sabar menghadapi ujian dalam amal yang dihadapi

Didalam ibadah yang dihadapi oleh seorang muslim, seringkali Allah memberikan ujian. Disinilah keikhlasan seorang muslim diuji. Dan dengan ujian ini maka akan nampak kadar keikhlasan seseorang. Bahwa ujian dan musibah tidak menyeretnya mundur ke belakang.

Simak Penjelasan Lengkap dan Download MP3 Kajian: Ciri-Ciri Hamba Yang Ikhlas Bagian 2


Ikuti Web Radio Rodja Via Email

Masukkan alamat email untuk menerima pemberitahuan MP3 dan tulisan-tulisan terbaru melalui email.

Mari turut bagikan hasil rekaman ataupun link kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

, , , , , ,

About The Author

Menebar Cahaya Sunnah

Tinggalkan Balasan

Tanggal

Radio Streaming

Server Internasional High Quality

Status: ONLINE | Bitrate: 128 kbps | Pendengar: 177 | Maksimal: 3072

Server Internasional Low Quality

Status: ONLINE | Bitrate: 24 kbps | Pendengar: 25 | Maksimal: 3072

Server Indonesia High Quality

Status: ONLINE | Bitrate: 128 kbps | Pendengar: 42 | Maksimal: 2000

Server Indonesia Low Quality

Status: ONLINE | Bitrate: 24 kbps | Pendengar: 3 | Maksimal: 2000

Audio RodjaTV High Quality

Status: ONLINE | Bitrate: 130 kbps | Pendengar: 49 | Maksimal: 2000

Jadwal Acara

Jadwal Hari Ahad

01:00 — 02:00 AsatidzMurottal, Bumper, Mutiara NasihatRekaman

01:00 — 02:00 AsatidzKajian TematikRekaman

02:00 — 05:30 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

05:30 — 07:00 Ustadz Mahfudz Umri, Lc.Menuju Kelembutan HatiLIVE dari Bekasi

07:00 — 07:30 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

10:00 — 11:00 Ustadz Yazid bin Abdul Qadir JawasKajian TematikRekaman

11:00 — 12:30 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

12:30 — 13:00 Penerjemah: Ustadz JunaediFatawa UlamaRekaman

13:00 — 14:30 Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.Al Fawaaidul Fawaa'idRekaman

14:30 — 17:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

17:00 — 18:00 Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al 'Abbad Al BadrAl Kabaa'irLIVE dari Madinah

18:00 — 19:00 Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.Silsilah Hadits ShahihLIVE dari Masjid Al Barkah CIleungsi

19:00 — 20:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

20:00 — 21:30 AsatidzKajian TematikRekaman

21:30 — 22:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

22:00 — 23:30 Ustadz Abu Haidar As SundawyQoulul MufidRekaman

22:30 — 00:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

Arsip