Rodja Peduli

Fiqhul Usrah / Fiqih Keluarga

Bekal Takwa Dalam Mendidik Anak – Fiqhul Usrah (Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.)

By  |  pukul 12:04 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 13 Desember 2017 pukul 1:43 pm

Tautan: http://rodja.id/1mo

Bekal Takwa Dalam Mendidik Anak adalah kajian tema rumah tangga oleh: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.

Ceramah agama ini disampaikan pada Sabtu, 20 Rabbi’ul Awwal 1439 H / 09 Desember 2017 M di Radio Rodja. Pada ceramah agama kali ini beliau membahas tentang pentingnya ketaqwaan dalam membina anak-anak. Khususnya dimulai dari orang tua. 

Download juga kajian sebelumnya: “Pendidikan Bagi Anak – Fiqhul Usrah

Ringkasan Kajian Fiqih Keluarga: Bekal Takwa Dalam Mendidik Anak

 

Dimasa dewasa ini, banyak sekali teori pendidikan yang bisa didapatkan dan diterapkan. Namun tetap saja semua bergantung pada satu faktor yang pertama dan utama, yaitu taufiq dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tidak dipungkiri bahwa teori pendidikan yang ada sekarang ini sangat banyak sekali. Dari semua sudut pandang yang menulis tentang teori pendidikan dengan sudut pandang penulis di masyarakat yang ada disekitarnya. Orang Eropa melakukan penelitian di Eropa, orang timur dengan masyarakat timurnya. Semuanya menghasilkan teori yang nantinya digunakan untuk mendidik anak-anak tersebut. Namun itu semua, tetap membutuhkan satu perkara penting yang tanpanya tidak mungkin seorang berbuat apa-apa. Perkara tersebut adalah taufiq dan izin dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Juga:
Nasihat Ulama seputar Pembinaan Anak Usia Dini - Bagian ke-4 (Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.)

Oleh karena itu, seorang mukmin yang yakin dengan ucapannya “لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ”, yang yakin bahwa semua yang ada harus dengan izin dan taufiq dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, pasti akan kembali menyandarkan pendidikan anak-anaknya kepada yang Maha Pemberi Petunjuk. Oleh karena itu, konsekuensinya adalah seorang muslim harus memperbaiki hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan ini perkara yang sangat penting agar seorang muslim dapat menjalankan semua teori pendidikan yang ada.

Apabila Allah telah mencintai hambaNya, Allah akan memberikan keberkahan kepada hamba tersebut dan juga kepada anak-anaknya. Bagaimana jika dilihat kisah Nabi Ibrahim Alaihi wa Sallam yang Allah puji sebagai seorang yang shalih dan sebagai seorang umat yang demikian taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka Allah berikan keberkahan amal shalih beliau, hubungan baik beliau dengan kebaikan pada anak keturunannya.

Oleh karena itu tidak ada jalan lain bagi orang tua yang menginginkan anaknya baik, kecuali memperbaiki hubungannya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yaitu dengan semakin patuh kepada perintah Allah dan semakin menjauhi larangan-larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Memperbaiki hubungan dengan Allah ini sangatlah penting dilakukan oleh para orang tua untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut sebelum anak-anak dibelaki dengan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab, membekali anak-anak dengan ketakwaan, membutuhkan taufiq dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan hal tersebut bisa didapatkan ketika orang tua bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selain itu, orang tua juga akan menjadi contoh yang bagi anak-anak. Dengan contoh dari orang tuanya, anak-anak akan mampu dengan mudah menterjemahkan pesan-pesan Allah dalam Al-Qur’an dan Sunnah dalam bentuk yang nyata. Sebagaimana sahabat dahulu menjadi takwa dengan mereka melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang merupakan contoh yang baik bagi mereka.

Baca Juga:
Peran Penting Ibadah terhadap Keimanan Anak (Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.)

Simak dan Download MP3 Kajian Fiqih Keluarga: Bekal Takwa Dalam Mendidik Anak


Jangan lupa untuk turut serta berbagi link download ceramah ini di media sosial yang Anda miliki, seperti facebook, twitter, google+, atau pun yang lainnya. Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan pahala berlimpah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.