Masjid Al-Barkah

Al-Ishbah

Ahlussunnah wal Jamaah Semangat Belajar Sunnah dan Mengamalkannya (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 3:02 pm

Terakhir diperbaharui: Jumat, 25 Januari 2019 pukul 7:07 am

Tautan: http://rodja.id/1mz

Kajian Islam oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab “الإصباح في بيان منهج السلف في التربية والإصلاح” atau biasa disebut dengan “Al-Ishbah fi Bayani Manhajis Salaf fi Tarbiyah wal Ishlah” karya Syaikh Abdullah bin Shalih Al-‘Ubailan hafidzahullah, yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. Kitab ini berisi penjelasan tentang kaidah-kaidah Manhaj Salaf dalam tarbiyah dan islah (perbaikan). Kajian ini disampaikan di Radio Rodja dan RodjaTV, pada Kamis pagi, 1 Dzul Hijjah 1438 H / 24 Agustus 2017 M.

Pada kajian kali ini Ustadz Kurnaedi akan menyampaikan pembahasan tentang “Ahlussunnah wal Jamaah Semangat Belajar Sunnah dan Mengamalkannya“. Semoga bermanfaat.

Download juga kajian sebelumnya: Ahlussunnah wal Jamaah Memberikan Motivasi Agar Umat Memahami A-Qur’an dan Hadits

Ringkasan Kajian Kaidah manhaj Salaf dalam Tarbiyah dan Islah: Ahlussunnah wal Jamaah Semangat Belajar Sunnah dan Mengamalkannya

Kaidah yang dibahas dalam MP3 kajian ini adalah kaidah yang sangat besar. Bahwa Ahlussunnah wal Jamaah adalah mereka yang semangat mempelajari sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan mengamalkannya serta selalu mewanti-wanti dan memberi peringatan kepada orang yang meninggalkan sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Didalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 33, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَا كَانَ اللَّـهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّـهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ ﴿٣٣﴾

Baca Juga:
Islam, Antara Loyalitas dan Disloyalitas - Al-Wala' wal Bara' (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”(Q.S Al-Anfal [8]: 33)

وَعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

“Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (Muttafaqun ‘alaih).

Dua dalil di atas menunjukkan tentang:

  1. Keutamaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
  2. Keutamaan tentang mengikuti sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dimana Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan bahwa, “manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka”. Sunnah dalam berbuka puasa adalah dengan menyegerakannya. Dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam berpuasa kita menyegerakan berbuka dalam rangka menyelisihi ahlul kitab.

Dari sinilah seorang muslim mengetahui pentingnya mempelajari sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Umar bin Abdul ‘Aziz menulis surat kepada Abu Bakar bin Hazm dan beliau berkata, “perhatikan dan lihatlah hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka tulislah karena saya takut, saya khawatir ilmu akan punah dan saya khawatir akan meninggalnya para ulama. Jangan kau terima kecuali hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan hendaknya kalian menyebarkan ilmu dan duduk di manjelis sehingga orang yang tidak punya ilmu, diberi ilmu. Sesungguhnya ilmu itu tidak akan hilang melainkan kalau dia itu tersembunyi.”

Baca Juga:
Aqidah Ahlussunnah Tentang Sifat Ilmu Allah - Kitab Al-Ibanah (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

Faidah yang sangat penting dari Atsar di atas adalah betapa semangatnya kaum salaf menjaga sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Al Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu Ta’ala berkata, “Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merupakan penjagaan Allah yang sangat kokoh, orang yang memasukinya adalah orang-orang akan mendapatkan keamanan. Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merupakan gerbang yang besar. Orang yang memasukinya, dia akan sampai kepada surga. Sunnah bisa menegakkan pelakunya walaupun amal mereka duduk. Cahayanya terang dihadapan mereka ketika cahaya ahlul bid’ah dan orang-orang munafik padam. Wajah-wajah Ahlussunnah, kelak putih dan bersinar ketika wajah-wajah ahlul bid’ah gelap dan hitam.”

Download Kajian Kaidah manhaj Salaf dalam Tarbiyah dan Islah: Ahlussunnah wal Jamaah Semangat Belajar Sunnah dan Mengamalkannya


Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.