Telegram Rodja Official

Al-Ishbah

Ahlussunnah wal Jamaah Menolak Kerusakan Mengupayakan Kebaikan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 7:44 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 18 Desember 2017 pukul 9:52 am

Tautan: http://rodja.id/1n0

Kajian Islam oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab “الإصباح في بيان منهج السلف في التربية والإصلاح” atau biasa disebut dengan “Al-Ishbah fi Bayani Manhajis Salaf fi Tarbiyah wal Ishlah” karya Syaikh Abdullah bin Shalih Al-‘Ubailan hafidzahullah, yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. Kitab ini berisi penjelasan tentang kaidah-kaidah Manhaj Salaf dalam tarbiyah dan islah (perbaikan). Kajian ini disampaikan di Radio Rodja dan RodjaTV, pada Kamis pagi, 9 Dzul Hijjah 1438 H / 31 Agustus 2017 M.

Pada kajian kali ini Ustadz Kurnaedi akan menyampaikan pembahasan tentang “Ahlussunnah wal Jamaah Menolak Kerusakan Mengupayakan Kebaikan“. Semoga bermanfaat.

Download juga kajian sebelumnya: Ahlussunnah wal Jamaah Memberikan Motivasi Agar Umat Memahami A-Qur’an dan Hadits

Ringkasan Kajian Kaidah manhaj Salaf dalam Tarbiyah dan Islah: Ahlussunnah wal Jamaah Menolak Kerusakan Mengupayakan Kebaikan

Maksud dan tujuan dari syariat ada tiga hal, ketiga hal ini telah disebutkan oleh Al-Qur’an kepada jalan yang paling baik dan yang paling adil. Yaitu:

Baca Juga:
Allah Maha Tahu (Ustadz Abdullah Zaen, M.A.)

Pertama, Menolak Kerusakan

Mencegah keburukan dari enam perkara. Diantaranya:

    1. Mencegah keburukan yang akan menimpa pada agama
      Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membimbing umatNya dengan jalan yang paling lurus dan yang paling adil. Di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 193.

      وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّـهِ ۖ

      “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah…”
      Dalil di atas menunjukkan bahwa agama ini harus dijaga. Seandainya orang dibiarkan begitu saja, maka agama menjadi mainan. Padahal agama sesuatu yang paling penting didalam Islam.

    2. Menjaga Diri
      Maka Al-Qur’an pun datang membawa syariat yang sangat mulia. Untuk hal ini, diantara syariat Islam untuk menjaga jiwa adalah disyariatkannya qishaash. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 179,

      وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿١٧٩﴾

      “Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.”
      Orang yang membunuh dan dibiarkan, maka akan terjadi pembunuhan. Karena keluarganya pasti tidak terima. Ketika balas dendam, yang satunya akan balas dendam juga. Sehingga pada satu titik kehidupan akan mati. Karena ketika suatu daerah tidak aman, akan sulit sekali mengalami kemajuan.

    3. Menjaga Akal
      Dalam rangka menjaga akal ini, di surat Al-Maidah ayat ke-90 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿٩٠﴾

      “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”
      Coba lihat, orang yang minum khamar, menjadi orang yang tidak berakal. Seperti orang gila. Oleh karena itu, dalam rangka menjaga akal ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengharamkan Khamar.
      Juga dalam rangka menjaga akal, ditegakkan hukum cambuk untuk orang yang meminum khamar.

    4. Menjaga Nasab
      Al-Qur’an datang dengan jalan yang paling lurus. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengharamkan perzinahan dan mewajibkan adanya iddah bagi wanita yang diceraikan. Hal ini supaya tidak bercampur dalam rahim seorang wanita, air dari seseorang dengan air mani yang lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat 32,

      وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا ﴿٣٢﴾

      “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

    5. Menjaga Kehormatan Diri
      Al-Qur’an datang membawa hal ini untuk menjaga kehormatan dengan jalan paling lurus dan paling adil. Oleh karena itu, Islam melarang seorang muslim untuk mengghibahi saudaranya. Islam juga melarang seorang muslim mengejek, menyakiti saudaranya. Oleh karena itu juga, orang yang menuduh saudaranya berzina dan tidak bisa mendatangkan saksi, ada namanya hukum dera bagi yang menuduh tersebut.
      Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 12,

      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّـهَ ۚ إِنَّ اللَّـهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ ﴿١٢﴾

      “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

    6. Menjaga Harta
      Dilarang mengambil harta orang lain tanpa hak. Oleh karena itu Islam menegakkan hukum potong tangan pada pencuri. Hal ini semua dalam rangka kebaikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 29,

      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّـهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا ﴿٢٩﴾

      “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”

      Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 29,

      وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِّنَ اللَّـهِ ۗ وَاللَّـهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ﴿٣٨﴾

      “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Kedua, Mendatangkan Kebaikan

Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kitab suci kaum muslimin. Telah datang dengan membawa ajaran yang sangat besar. Oleh karena itu dibukalah pintu-pintu untuk membuka kemaslahatan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Jumu’ah ayat 10,

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّـهِ وَاذْكُرُوا اللَّـهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿١٠﴾

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”
Dalam Islam, memakan harta dengan kebatilan tidaklah diperbolehkan. Tapi ketika dengan jalan tijarah (akad perdagangan) dengan dasar saling ridho, ini dibolehkan. Oleh karen itu, Islam merupakan ajaran paling tinggi yang mendatangkan semua kebaikan dan kemaslahatan.

Ketiga, Berjalan diatas Akhlak Mulia dan Kebiasaan yang Baik

Islam sangat memerhatikan akhlak yang mulia dan adat yang baik. Oleh karena itu hendaknya setiap muslim memperbaiki diri dan selalu berada pada akhlak yang mulia. Al-Qur’an telah datang dengan membawa hal ini. Anjuran untuk berakhlak yang mulia dan adat yang baik sangatlah banyak sekali. Karena ketika ‘Aisyah ditanya tentang akhlaknya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ‘Aisyah menjawab, “Akhlaknya adalah Al-Qur’an”. Kenapa? karena Al-Qur’an mencakup semua akhlak yang mulia. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman,

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ ﴿٤﴾

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Q.S Al-Qalam[68]: 4)

Yang perlu dicatat, diingat dan diperhatikan oleh seorang muslim adalah hendaknya setiap muslim mencari tahu akhlak Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dengan cara belajar, duduk mempelajari kitab-kitab hadits.

Download Kajian Kaidah manhaj Salaf dalam Tarbiyah dan Islah: Ahlussunnah wal Jamaah Menolak Kerusakan Mengupayakan Kebaikan


Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

1 Comment

    Leave a Reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    + 42 = 47

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.