Telegram Rodja Official

Al-Ishbah

Metode Ahli Batil dalam Menyebarkan Dakwahnya – Al-Ishbah (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

By  | 

Kajian Islam oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab “الإصباح في بيان منهج السلف في التربية والإصلاح” atau biasa disebut dengan “Al-Ishbah fi Bayani Manhajis Salaf fi Tarbiyah wal Ishlah” karya Syaikh Abdullah bin Shalih Al-‘Ubailan hafidzahullah, yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. Kitab ini berisi penjelasan tentang kaidah-kaidah Manhaj Salaf dalam tarbiyah dan islah (perbaikan). Kajian ini disampaikan di Radio Rodja dan RodjaTV, pada Kamis pagi, 26 Dzul Hijjah 1438 H / 07 September 2017 M.

Pada kajian kali ini Ustadz Kurnaedi akan menyampaikan pembahasan tentang “Metode Ahli Batil dalam Menyebarkan Dakwahnya“. Semoga bermanfaat.

Download juga kajian sebelumnya: Ahlussunnah wal Jamaah Menolak Kerusakan Mengupayakan Kebaikan

Ringkasan Kajian Kaidah manhaj Salaf dalam Tarbiyah dan Islah: Metode Ahli Batil dalam Menyebarkan Dakwahnya

Dalam kajian kali ini, dibahas tentang sebab-sebab dari kebatilan diterima oleh manusia. Atau metode ahlul batil dalam mendakwahkan kebatilan mereka. Hal ini penting untuk dibahas agar Ahlussunnah wal Jama’ah mempunyai kehati-hatian dalam masalah ini.

Baca Juga:
Ciri-Ciri Ahlul Bid'ah Bagian 2

Tetang hal ini, telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Juga telah banyak dijelakan oleh para ulama bahwa orang-orang yang sesat mempunyai metode dalam mendakwahkan kebatilan mereka agar kebatilan diterima.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَقَالَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ لَوْلَا يُكَلِّمُنَا اللَّـهُ أَوْ تَأْتِينَا آيَةٌ ۗ كَذَٰلِكَ قَالَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِم مِّثْلَ قَوْلِهِمْ ۘ تَشَابَهَتْ قُلُوبُهُمْ ۗ قَدْ بَيَّنَّا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ ﴿١١٨﴾

“Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: “Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?” Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin.”(Q.S Al-Baqarah[2]: 118)

Perkataan-perkataan yang digambarkan di dalam Al-Qur’an seperti di atas adalah contoh bantahan orang-orang yang tidak menerima dakwah para Rasul. Gambaran ini terdapat pada dakwah Nabi Musa ‘Alaihi wa Sallam bahwa kaumnya berkata, “kami tidak akan beriman kepada engkau wahai Musa, sehingga kami langsung melihat Allah”. Begitupun juga Nabi Isa. Ketika berdakwah, kaumnya meminta macam-macam. Mukjizat dan seterusnya. Tapi ketika datang mukjizat kepada mereka, mereka tetap tidak beriman kepada para Rasul itu.

Metode ahlul batil, sejak zaman dulu hingga hari kiamat memiliki metode yang sama. Metode yang mereka gunakan untuk menghalang-halangi dari jalan manusia dari zaman Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beberapa metode ahlul batil dalam mendakwahkan kesesatan mereka dan menjauhkan manusia dari kebenaran adalah sebagai berikut:

Baca Juga:
Tata Cara Pengambilan Dalil Bagian 2 - Syarah 'Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Ustadz Yazid 'Abdul Qadir Jawas)

Pertama, sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah, orang yang sesat menggunakan retorika yang sangat memukau, hiasan perkataan, kefasihan dalam berbicara, ungkapan yang indah, sehingga orang-orang yang memiliki akal yang lemah dengan cepat menerimanya dan menganggapnya baik. Ada perumpamaan yang sangat menarik tentang hal ini, kata beliau, “Orang yang menyebarkan kebatilan dengan cara-cara seperti itu (retorika yang sangat memukau, hiasan perkataan, kefasihan dalam berbicara, ungkapan yang indah), seperti orang yang sedang berdagang menawarkan dagangan kepada calon pembeli. Padahal barang dagangannya adalah dagangan yang jelek, tetapi dengan kepintaran dari orang yang berjualan ini, dia mengungkapkan dengan ungkapan yang indah, retorika yang bagus agar jualan yang jelak ini diterima oleh pembeli. Dia menipu orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang hakikat barang yang ia jual.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ ﴿١١٢﴾

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.”(Q.S Al-An’am[6]: 112)

Baca Juga:
Anjuran Mengunjungi Teman-Teman Yang Shalih

Kedua, menggambarkan yang baik dengan suatu keburukan. Sehingga dipilihlah ungkapan-ungkapan yang paling dibenci oleh hati dan tidak nyaman didengar. Sehingga orang yang mendengar memaknai makna yang jelek. Kebanyakan mereka membuat manusia lari dari kebenaran dengan cara membuat gambaran yang jelek kemudian dengan itu mereka mendakwahi manusia agar mau menerima kebatilan.

Ketiga, menjadikan tafsir yang salah atau bid’ah yang ada, dinisbatkan kepada orang yang mempunyai kedudukan yang tinggi. Orang yang dipercaya di masyarakat, atau dinisbatkan kepada salah satu keluarga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mereka hias-hiasi agar diterima oleh manusia. Karena manusia menghormati orang yang dianggap mulia.

Download Kajian Kaidah manhaj Salaf dalam Tarbiyah dan Islah: Metode Ahli Batil dalam Menyebarkan Dakwahnya


Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.