Telegram Rodja Official

Al-Ishbah

Ahlussunnah wal Jamaah Menyikapi dengan Benar Tentang Sikap Ulama yang Keras – Al-Ishbah (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

By  | 

Kajian Islam oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab “الإصباح في بيان منهج السلف في التربية والإصلاح” atau biasa disebut dengan “Al-Ishbah fi Bayani Manhajis Salaf fi Tarbiyah wal Ishlah” karya Syaikh Abdullah bin Shalih Al-‘Ubailan hafidzahullah, yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. Kitab ini berisi penjelasan tentang kaidah-kaidah Manhaj Salaf dalam tarbiyah dan islah (perbaikan). Kajian ini disampaikan di Radio Rodja dan RodjaTV, pada Kamis pagi, 30 Dzul Hijjah 1438 H / 21 September 2017 M.

Pada kajian kali ini Ustadz Kurnaedi akan menyampaikan pembahasan tentang “Ahlussunnah wal Jamaah Menolak Perbuatan Yang Tidak Ada Sunnahnya“. Semoga bermanfaat.

Download juga kajian sebelumnya: Ahlussunnah wal Jamaah Menolak Perbuatan Yang Tidak Ada Sunnahnya

Ringkasan Kajian Kaidah manhaj Salaf dalam Tarbiyah dan Islah: Ahlussunnah wal Jamaah Menyikapi dengan Benar Tentang Sikap Ulama yang Keras

Kaidah kali ini membahas tentang salah satu kaidah Ahlussunnah bahwa mereka memberikan peringatan kepada manusia dari tata cara dalam menuduh para ulama-ulama yang berjalan diatas manhaj salaf dengan tuduhan keras dan kasar. Dalam rangka membuat manusia lari dari mereka.

Baca Juga:
Aqidah Ahlussunnah Tentang Dua Tangan Allah - Kitab Al-Ibanah (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

وَإِن كَادُوا لَيَفْتِنُونَكَ عَنِ الَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ لِتَفْتَرِيَ عَلَيْنَا غَيْرَهُ ۖ وَإِذًا لَّاتَّخَذُوكَ خَلِيلًا ﴿٧٣﴾

“Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia.” (Q.S Al-Isra[17]:73)

Kemudian ayat berikutnya adalah:

لَوْ خَرَجُوا فِيكُم مَّا زَادُوكُمْ إِلَّا خَبَالًا وَلَأَوْضَعُوا خِلَالَكُمْ يَبْغُونَكُمُ الْفِتْنَةَ وَفِيكُمْ سَمَّاعُونَ لَهُمْ ۗ وَاللَّـهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ ﴿٤٧﴾

“Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.”(Q.S Al-Isra[9]:47)

Selanjutnya adalah:

أَشِحَّةً عَلَيْكُمْ ۖ فَإِذَا جَاءَ الْخَوْفُ رَأَيْتَهُمْ يَنظُرُونَ إِلَيْكَ تَدُورُ أَعْيُنُهُمْ كَالَّذِي يُغْشَىٰ عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ ۖ فَإِذَا ذَهَبَ الْخَوْفُ سَلَقُوكُم بِأَلْسِنَةٍ حِدَادٍ أَشِحَّةً عَلَى الْخَيْرِ ۚ أُولَـٰئِكَ لَمْ يُؤْمِنُوا فَأَحْبَطَ اللَّـهُ أَعْمَالَهُمْ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّـهِ يَسِيرًا ﴿١٩﴾

“Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”(Q.S Al-Isra[33]:19)

Baca Juga:
Hal-Hal Yang Harus Dilakukan Ketika Terjadi Khiyar Ikhtilaf - Kitab Zadul Mustaqni (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

Segala sesuatu jika pada tempatnya maka bagus. Ketika tempatnya dibutuhkan lemah-lembut, tetapi seseorang justru berlaku keras, maka hal ini tidak akan membawa kebaikan. Ketika tempatnya butuh sikap yang keras, tetapi seseorang justru lemah-lembut, ini juga tidak akan membawa kebaikan. Dimana Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan untuk bersikap keras terhadap orang-orang yang melakukan kedzaliman kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Dan diantara hal yang sudah maklum adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ﴿١٣٩﴾

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”(Q.S Ali-Imran[3]:139)

Demikianlah bahwa seorang muslim dalam beragama tidak mungkin mencari keridhoan manusia. Diantara yang wajib untuk diketahui oleh setiap muslim bahwa tidak bisa menurut akal dan menurut agama dalam beragama mencari ridho makhluk. Hal ini dengan dua alasan. Pertama, tidak mungkin mendapatkan keridhoan semua makhluk. Imam Syafi’i rahimahullahu Ta’ala berkata, “Bahwa mencari keridhoan manusia tidak mungkin dicapai. Wajib bagi engkau memegang perkara yang bisa memperbaiki diri engkau. Pegang, lazimi itu dan tinggalkan selainnya”. Kedua, bahwa seorang muslim diperintahkan untuk mencari keridhoan Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat ke-62:

يَحْلِفُونَ بِاللَّـهِ لَكُمْ لِيُرْضُوكُمْ وَاللَّـهُ وَرَسُولُهُ أَحَقُّ أَن يُرْضُوهُ إِن كَانُوا مُؤْمِنِينَ ﴿٦٢﴾

Baca Juga:
Seluruh Amal Manusia Akan Dihisab di Hari Kiamat - Kitab Al-Ibanah (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

“Mereka bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, padahal Allah dan Rasul-Nya itulah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang mukmin.”(Q.S At-Taubah[9]:62)

Wajib bagi seorang muslim hanya takut kepada Allah semata. Bertakwa hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam urusan manusia. Dan tidak boleh juga seorang muslim mendzalimi manusia baik dengan perbuatan hati atau anggota badan.

Download Kajian Kaidah manhaj Salaf dalam Tarbiyah dan Islah: Ahlussunnah wal Jamaah Menyikapi dengan Benar Tentang Sikap Ulama yang Keras


Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.