Telegram Rodja Official

Al-Ushul Ats-Tsalatsah

Persamaan Tugas Para Rasul – Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

By  |  pukul 9:54 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 22 Desember 2017 pukul 11:14 am

Tautan: http://rodja.id/1nj

Persamaan Tugas Para Rasul adalah bagian dari Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz DR. Musyafa Ad-Dariny, M.A.

Berikut ini rekaman kajian penjelasan kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (شرح الأصول الثلاثة) atau biasa disebut dengan 3 Landasan Utama karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab At-Tamimi rahimahullah yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, pada 16 Shafar 1439 H / 05 November 2017 M

(Download juga rekaman kajian sebelumnya: Wafatnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Bagian 3 – Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah

Ringkasan Kajian: Persamaan Tugas Para Rasul

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutur para Rasul, tugas mereka adalah untuk memberikan kabar gembira dan memberikan peringatan-peringatan. Memberikan kabar gembira dengan tauhid dan memperingatkan dari bahaya kesyirikan. Memberikan kabar gembira kepada seluruh umatnya dengan surga dan pahala Allah bagi orang yang mengamalkan tauhid. Semua Nabi dan Rasul juga memperingatkan umatnya dari neraka bagi orang-orang yang melakukan kesyirikan, membatalkan tauhidnya, merusak imannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

رُّسُلًا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّـهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّـهُ عَزِيزًا حَكِيمًا ﴿١٦٥﴾

Baca Juga:
Mengenal Tanda-Tanda Kekuasaan Allah - Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

“(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S An-Nisa[4]: 165)

Amalan ahli surga yang paling baik adalah mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan perbuatan ahli neraka yang terburuk adalah kesyirikan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ayat di atas juga dapat dipahami bahwa Allah Subhanahu wa Ta’la benar-benar telah menegakkan hujjah kepada seluruh umat manusia dengan diutusnya para Nabi dan Rasul untuk menyampaikan hal-hal yang harus mereka sampaikan berupa kabar gembira dan peringatan-peringatan. Allah juga telah menegaskan di dalam Al-Qur’an:

وَإِن مِّنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ ﴿٢٤…﴾

“Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.”(Q.S Fatir [35]: 24)

Rasul yang pertama adalah Nabi Nuh ‘Alaihi wa Sallam dan Rasul yang terakhir adalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maksudnya adalah bahwa Rasul yang pertama diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ke muka bumi adalah Nabi Nuh ‘Alaihi wa Sallam. Dalilnya adalah:

…إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَىٰ نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِن بَعْدِهِ ۚ

“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya,” (Q.S An-Nisa'[4]: 163)

Baca Juga:
Wasiat Perpisahan Rasulullah - Bagian ke-1 (Ustadz Maududi Abdullah, Lc. dan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Ayat ini menunjukkan bahwa yang pertama kali diutus kepada umat manusia adalah Nabi Nuh. Kemudian setelah itu diutus banyak Nabi dan banyak Rasul setelahnya. Intinya, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan di dalam ayat ini Nabi Nuh sebagai Rasul yang pertama. Oleh karenanya, setelah menyebutkan nama Nabi Nuh, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan, “dan para Nabi setelahnya”.

Juga ketika disebutkan di dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Ketika menyebutkan hadits tentang syafa’at yang panjang. Bahwa nanti pada hari kiamat, umat manusia datang kepada Nabi Nuh kemudian mereka mengatakan, “engkau adalah Rasul yang pertama yang diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada penduduk bumi”.

Para Rasul tersebut ditutup dengan datangnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

..مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَـٰكِن رَّسُولَ اللَّـهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi…” (Q.S Al-Ahzab [33]: 40)

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirimkan kepada seluruh umat manusia seorang Rasul dari zamannya Nabi Nuh ‘Alaihi wa Sallam sampai ke zamannya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mereka semua memerintahkan untuk beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka semua juga melarang untuk beribadah kepada Thaghut.

Baca Juga:
Penjelasan Iman Kepada Allah Subhana wa Ta'aa - Pokok Kedua - Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

Simak dan Download MP3 Kajian Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah: Persamaan Tugas Para Rasul


Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Jazakumullahu khairan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 4 = 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.