Telegram Rodja Official

Ensiklopedi Larangan

Larangan Mensiasati Syariat Allah – Ensiklopedi Larangan dalam Islam (Ustadz Mahfudz Umri, Lc.)

By  |  pukul 1:17 pm

Terakhir diperbaharui: Jumat, 29 Desember 2017 pukul 3:27 pm

Tautan: http://rodja.id/1o1

Larangan mensiasati syariat Allah adalah ceramah agama Islam oleh: Ustadz Mahfudz Umri, Lc yang merupakan bagian dari pembahasan Esiklopedi Larangan dalam Islam.

Ringkasan Kajian Ensiklopedi Larangan: Larangan Mensiasati Syariat Allah

Mensiasati syariat Allah berarti bahwa Allah telah menentukan yang haram, kemudian seseorang berupaya agar sesuatu yang haram tersebut menjadi halal. Atau mengakali agar dia gugur dari kewajiban. Dan ini merupakan tabiat atau sifat dari orang-orang Yahudi. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu dalam surat Al-Maidah ayat ke-13,

فَبِمَا نَقْضِهِم مِّيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِ ۙ وَنَسُوا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوا بِهِ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَائِنَةٍ مِّنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِّنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّـهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ ﴿١٣﴾

“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S Al-Maidah [5] : 13)

Baca Juga:
Bab Pengalihan Hutang - Kitab Matan Abu Syuja' (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

Oleh karenanya, orang yang mengakal-akali syariat Allah, mereka akan mendapatkan laknat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan mereka akan dikeraskan hatinya, lalu mereka akan dijadikan senantiasa berkhianat, senantiasa merubah-rubah dan justru mereka akan melupakan apa yang menjadi beban.

Hal yang perlu diperhatikan juga adalah apabila Allah mengharamkan kepada suatu kaum untuk memakan sesuatu, maka harganya pun juga diharamkan. Ketika Allah mengharamkan babi untuk dimakan, berarti Allah juga mengharamkan babi untuk dijual. Ketika alat musik haram, maka menjual alat musik juga haram dan hasil dari menjual alat musik pun juga haram.

Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

قَاتَلَ اللهُ الْيَهُوْدَ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِمُ الشُّحُوْمَ فَبَاعُوْهَا وَأَكَلُوا أَثْمَانَهَا

“Semoga Allah membinasakan orang-orang Yahudi, Allah telah mengharamkan gajih/lemak atas mereka, lalu mereka menjual gajih/lemak tersebut dan memakan hasil penjualannya”.[HR. Bukhari dan Muslim]

Dalam hadits ini dijelaskan tentang batilnya setiap siasat yang mengakal-akali sesuatu yang haram, supaya yang haram tersebut menjadi halal. Meskipun dzat dan namanya sudah dirubah, hukumnya tidak akan berubah.

Contoh yang paling nyata dizaman sekarang dalam masalah ini adalah tentang riba. Riba didalam Al-Qur’an sangatlah dicela. Diantaranya Allah berfirman:

…وَأَحَلَّ اللَّـهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ …

“…padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…”  (Q.S Al-Baqarah [2] : 275)

Namun pada praktik yang ada saat ini, manusia memberikan nama yang manis dan terkesan indah. Yaitu bunga. Sementara riba adalah sesuatu yang busuk. Orang-orang yang memakan harta riba, nanti dihari kiamat tidak bisa berdiri kecuali berdirinya sempoyongan seperti orang yang kesurupan setan.

Baca Juga:
Bab Salam - Bagian ke-2 - Kitab Matan Abu Syuja' (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

Apa yang terjadi saat ini sesuai dengan yang telah disabdakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,

لاَ تَذْ هَبُ اللَّيَالِ وَ ْلاَ يَّامُ حَتّٰى تَشْرَبَ طَاءِفَةُ مِنْ اُمَّتِى الْخَمْرَ يُسَمُّوْ نَهَا بِغَيْرِ السْمِهَا .

“Malam dan siang tidak akan sirna, kecuali ada sekelompok Umatku yang meminum khamar dengan nama yang lain.” (HR. Ibnu Majah)

Dengarkan dan Download Kajian Ensiklopedi Larangan: Larangan Mensiasati Syariat Allah

Demikianlah ringkasan dan audio kajian tentang “Larangan mensiasati syariat Allah”. Mari turut membagikan artikel dan audio kajian serta link download kajian ini ke akun media sosial yang kita miliki, baik Facebook, Twitter, Google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahufiikum

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 6 = 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.