Telegram Rodja Official

Al-'Aqiidatu Awwalan Lau Kaanuu Ya'lamuun (Aqidah Prioritas Utama)

Keadaan Di Padang Mahsyar – Al-Aqidah Awwalan Lau Kanu Ya’lamun (Ustadz Arman Amri, Lc.)

By  | 

Notice: Undefined variable: PodpressSettings in /home/radiorod/public_html/wp-content/plugins/powerpress/powerpress.php on line 3565

Keadaan Di Padang Mahsyar – Aqidah Prioritas Utama adalah ceramah agama Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Arman Amri, Lc.

Kajian yang disampaikan oleh Ustadz Arman Amri ini merupakan seri pembahasan kitab Al-Aqidatu Awwalan Lau Kanu Ya’lamun karya Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahid hafidzahullah.

Download kajian sebelumnya: Keadaan Orang-Orang yang Sengsara dan Bahagia

Ringkasan Kajian Kitab Al-Aqidah Awwalan Lau Kanu Ya’lamun: Keadaan Di Padang Mahsyar

Ketahuilah bahwa di padang mahsyar kelak akan ada sekolompok manusia, tatkala mereka hendak mencapai atau menuju telaga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam guna meminum air dari telaga tersebut, maka digiring menuju neraka. Yakni mereka tidak sampai di telaga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lantaran mereka telah digiring menuju adzab, siksa Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mereka digiring karena mereka adalah orang-orang yang senantiasa mengajak manusa berbuat bid’ah dan memperturutkan hawa nafsu. Mereka mengada-ada dalam urusan agama Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّهُمْ مِنِّى . فَيُقَالُ إِنَّكَ لاَ تَدْرِى مَا بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِى

“(Wahai Rabbku), mereka betul-betul pengikutku. Lalu Allah berfirman, ‘Sebenarnya engkau tidak mengetahui bahwa mereka telah mengganti ajaranmu setelahmu.” Kemudian aku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mengatakan, “Celaka, celaka bagi orang yang telah mengganti ajaranku sesudahku.”  (HR. Bukhari, no. 7051)

Baca Juga:
Bab Orang yang Mengolok-olok Sesuatu yang di Dalamnya ada Allah, Al-Quran, dan Rasulullah - Bagian ke-2 - Kitab Al-Qaulul Mufid (Ustadz Abu Haidar As-Sundawy)

Inilah yang terkait dengan orang-orang yang mengadakan bid’ah dan condong kepada hawa nafsu mereka. Yakni mereka tidak dapat mencapai telaga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentu dikarenakan penyimpangan mereka didalam agama ini. Mereka adalah orang-orang yang merubah ajaran agama, membuat ajaran agama tersendiri yang sesuai dengan hawa nafsu mereka, sebagaimana yang banyak terjadi pada zaman sekarang ini. Banyak diantara manusia tidak menginginkan agama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Namun yang mereka inginkan adalah agama abad ini. Agama yang sesuai dengan hawa nafsu mereka.

Dan jika dikatakan kepada mereka, “kembalilah kalian kepada agama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam”. Niscaya mereka akan mengatakan, “engkau adalah orang yang keras, engkau menginginkan orang-orang kembali kepada abad-abad terdahulu? kepada generasi terdahulu?”.

Begitulah perkataan mereka yang berbuat bid’ah. Banyak diantara mereka yang sudah jauh dalam beragama. Beragama sesuai dengan hawa nafsu mereka. Tidak dengan dalil Al-Qur’an maupun hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mereka kelak di Negeri Akhirat akan diperlakukan buruk oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak akan pernah mencapai telaga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Walaupun mereka masih tergolong dari umat Islam.

Download MP3 Kajian Kitab Al-Aqidah Awwalan Lau Kanu Ya’lamun: Keadaan Di Padang Mahsyar

Baca Juga:
Keutamaan Kalimat Hauqalah - Bagian ke-2 - Kajian Aqidah (Ustadz Abdullah Zaen, M.A.)

[do_widget id=blog_subscription-2]

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga Allah mencatatnya sebagai amal kebaikan.

Telegram Rodja Official

2 Comments

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.