Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 78 – 80 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

By  |  pukul 9:32 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 06 Rajab 1439 / 23 Maret 2018 pukul 7:02 am

Tautan: http://rodja.id/1of

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 78 – 80 adalah kajian tafsir Al-Quran oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan RodjaTV. 

(Download juga kajian sebelumnya: “Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 68 – 73 (Ustadz Badrusalam, Lc.)“)

Ringkasan Kajian Tafsir Al-Quran: Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 78 – 80

Allah berfirman dalam Q.S Al-Baqarah ayat 78:

وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ ﴿٧٨﴾

“Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.”(Q.S Al-Baqarah[2]: 78)

Pada ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dua kelompok orang-orang dari kalangan Yahudi.

Kelompok pertama, mereka adalah orang-orang bodoh yang tidak punya keilmuan tentang Taurat. Orang-orang أُمِّيُّو yang dimaksud di ayat ini yaitu orang-orang yang tidak memahami Al-Kitab. Akan tetapi mereka menduga-duga secara dusta dan mereka mengira-ngira sehingga menjadi kebatilan. Inilah musibah, ketika orang awam merasa dirinya pandai.

Syaikh Utsaimin menyebutkan beberapa faidah yang terkandung dalam ayat ini. Yaitu:

  • Ayat ini terdapat celaan bagi orang yang tidak berusaha memahami makna-makna kitab Allah. Bagi orang yang tidak berusaha untuk mengkaji Al-Qur’an.
  • Bahwa orang yang tidak memahi makna yang sebenarnya pasti dia akan menduga-duga.
  • Celaan bagi yang memvonis sebatas dengan dugaan saja. Dan bahwasannya, menghukumi sesuatu dengan dugaan adalah sifat orang Yahudi. Dan ini ada pada banyak manusia yang mereka suka untuk dianggap ulama.
    Kamu dapati orang-orang yang ingin disebut berilmu itu berfatwa dengan tanpa ilmu. Dan terkadang dia berfatwa dengan fatwa yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits dalam keadaan dia tidak tahu bahwa dia telah menyelisihi Al-Qur’an dan Hadits.
  • Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang hanya ikut-ikutan saja tanpa mengetahui dasar dan dalilnya dia tidak disebut berilmu. Karena sebetulnya dia tidak memahami maknanya.
    Kata Ibnu ‘Abdil Barr, “Para ulama seluruhnya sepakat bahwa orang yang hanya sebatas ikut-ikutan saja, tidak dianggap sebagi orang yang berilmu”.
Baca Juga:  Hak-Hak Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam - Bagian ke-1 - Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Kelompok kedua, para da’i yang membawa kepada kesesatan dengan cara berdusta atas nama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang ini merubah-rubah isi kitab Allah lalu mereka mengatakan bahwa hal itu adalah dari Allah. Hal ini dikarenakan agar mereka mendapatkan uang atau kedudukan.

Allah berfirman dalam Q.S Al-Baqarah ayat 79:

فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَـٰذَا مِنْ عِندِ اللَّـهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۖ فَوَيْلٌ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُم مِّمَّا يَكْسِبُونَ ﴿٧٩﴾

“Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.”

Baca Juga:  Hak-Hak Pemimpin dan Rakyat - Bagian ke-2 - Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Syaikh Utsaimin menyebutkan beberapa faidah yang terkandung dalam ayat ini. Yaitu:

  • Ancaman bagi orang yang menulis Al-Kitab dari tangan mereka, kemudian mereka mengatakan, “ini berasalah dari Allah”. Padahal mereka dusta.
  • Mereka melakukan hal tersebut karena ingin mendapatkan harta, kedudukan dan kepemimpinan.
  • Sebanyak apapun dunia yang dimiliki seorang manusia, dia sedikit dimata Allah.
  • Balasan sesuai jenis amal.
  • Sanksi bagi orang yang berkata atas nama Allah tanpa ilmu, masuk kepadanya orang yang melakukan perbuatan dengan tanpa ilmu.

Dalam ayat selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقَالُوا لَن تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَّعْدُودَةً ۚ قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِندَ اللَّـهِ عَهْدًا فَلَن يُخْلِفَ اللَّـهُ عَهْدَهُ ۖ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّـهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ ﴿٨٠﴾

Baca Juga:  Tafsir Surat Al-Ma'arij - Bagian ke-3 - Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

“Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja”. Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (Q.S Al-Baqarah[2]: 80)

Bagaiaman Penjelasan Lengkapnya? Simak dan Download MP3 Kajian Tafsir Al-Quran: Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 78 – 80


Jangan lupa untuk ikut membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi orang lain.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0:00
0:00