Amalan-Alaman Yang Masuk Dalam Keimanan Bagian 2 – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

By  |  pukul 8:48 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 23 Rabiul akhir 1439 / 10 Januari 2018 pukul 9:37 am

Tautan: http://rodja.id/1om

Amalan-Alaman Yang Masuk Dalam Keimanan Bagian 2 – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman Bagian 1 adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (التوضيح والبيان لشجرة الإيمان), sebuah kitab buah karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah. Pembahasan ini disampaikan oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr

Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.

Download kajian sebelumnya tentang Muqaddimah – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

Status program kajian kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman: Telah Selesai. 

Ringkasan Amalan-Alaman Yang Masuk Dalam Keimanan – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman Bagian 2

Didalam ayat yang dijadikan oleh Allah subahanahu wa ta’ala sebagai penutup surat Al-Baqarah ini, Allah subahanahu wa ta’ala memerintahkan kepada para hambaNya untuk beriman dan berserah diri hanya kepadaNya.

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّـهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ ﴿٢٨٥﴾

Baca Juga:  Penjelasan tentang Bertambah dan Berkurangnya Iman - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali“. (Q.S Al-Baqarah [2]: 285)
Menit [09:52]
Ayat di atas, ditambah dengan ayat setelahnya merupakan ayat yang sangat agung. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa kedua ayat tersebut disyariatkan untuk dibaca setiap malam. Orang yang membacanya setiap malam, akan dijaga dari semua keburukan dan kejelekan. Ini menunjukkan tentang agungnya kedua ayat ini.

Ayat tersebut di atas juga mengumpulkan pokok-pokok keimanan yang diatasnya berdiri teguh agama Allah subhanahu wa ta’ala. Iman kepada Allah, iman kepada para malaikat, iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada Rasul dan iman kepada hari akhir. Adapun iman kepada Qodar, meskipun tidak disebutkan dalam ayat ini, tapi sebenarnya dia masuk kedalam keimanan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Karena iman kepada Qadar, sebenarnya adalah iman kepada kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala, iman kepada ilmu Allah subhanahu wa ta’ala. Bahwa Allah adalah Rabb semesta alam. Dzat yang menciptakan semua makhluknya dan tidak ada sekutu bagi Allah subhanahu wa ta’ala dalam semua hal itu.

Baca Juga:  Faidah dan Buah Manis dari Iman - Bagian ke-4 - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Pada bunyi ayat “سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا”, terdapat nilai berserah diri kepada perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Maksudnya adalah mendengar dan mentaati apapun yang datang dari Allah, apapun yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apapun yang diperintahkan oleh Allah, maka kita berusaha melakukan semampu mungkin.

Menit [16:12]

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah mengatakan, “di dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan bahwa Rasul dan orang-orang yang bersamanya dari kaum mukminin, mereka semua beriman kepada pokok-pokok keimanan tersebut. Mereka semua tidak membeda-bedakan Nabi. Akan tetapi mereka semua beriman kepada semua Nabi itu. Dan mereka semua beriman kepada apapun yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada para Nabi tersebut. Dan mereka semuanya, berpegang teguh di atas ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Kemudian mereka meminta kepada Allah untuk mewujudkan hal tersebut dan untuk mengampuni kekurangan-kekurangan mereka dalam hal keimanan. Mereka juga mengatakan bahwa semua makhluk nantinya akan kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala.”

Baca Juga:  Hidayah Merupakan Karunia dari Allah - Kitab Aqidah As-Salaf Ashabul Hadits (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

Simak Penjelasan Lengkap dan Downlod MP3 Ceramah Agama – Amalan-Alaman Yang Masuk Dalam Keimanan – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman Bagian 2

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum

1 Comment

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.