Amalan-Alaman Yang Masuk Dalam Keimanan Bagian 2 – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

By  |  pukul 10:03 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 24 Rabiul akhir 1439 / 11 Januari 2018 pukul 11:02 am

Tautan: http://rodja.id/1oo

Amalan-Alaman Yang Masuk Dalam Keimanan Bagian 2 – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (التوضيح والبيان لشجرة الإيمان), sebuah kitab buah karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah. Pembahasan ini disampaikan oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr

Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.

Download kajian sebelumnya tentang Amalan-Alaman Yang Masuk Dalam Keimanan Bagian 1 – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

Status program kajian kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman: Telah Selesai. 

Ringkasan Amalan-Alaman Yang Masuk Dalam Keimanan Bagian 2 – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman

Allah subhanahu wa ta’ala terkadang menyandingkan kata-kata “iman” dengan amal shalih atau dengan ketakwaan atau juga dengan kesabaran. Allah menyandingkan kata-kata tersebut dengan “iman” karena ada tujuan untuk menyebutkan kata-kata tersebut. Yaitu agar orang yang membaca tidak menyangka bahwa iman cukup hanya dengan yang di dalam hati saja. Tetapi juga membutuhkan pembuktian dengan amal-amal shalih, ketakwaan dan kesabaran.

Baca Juga:  Hakikat Keimanan Bagian 1 - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

Banyak sekali disebutkan di dalam Al-Qur’an mengenai hal tersebut. Misalnya firman Allah subhanahu wa ta’ala:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا ﴿١٠٧﴾

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal,”(Q.S Al-Kahf [18] : 107)

Oleh karenanya jika ada yang mengaku beriman tetapi tidak mengamalkan apa yang diperintahkan Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada dia, maka orang yang seperti ini tidak jujur didalam keimanannya.

Hal di atas mengingatkan kepada setiap masalah yang sangat penting yang berkaitan dengan iman. Yaitu masalah bahwa kata “iman” di dalam banyak ayat, disandingkan dengan sesuatu, yang sebenarnya sesuatu tersebut termasuk bagian dari keimanan.

Baca Juga:  Perkara-Perkara yang Bisa Menumbuhkan Iman - Bagian ke-10 - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Lalu apa faidah atau tujuan disandingkannya kata “iman” dengan amal-amal tersebut yang sebenarnya masuk dalam keimanan. Tujuannya adalah:

  • Untuk menegaskan bahwa iman tidak cukup hanya dengan yang di dalam hati saja. Tetapi harus diwujudkan dalam bentuk amal-amal shalih, ketakwaan dan kesabaran.
  • Untuk memberikan penekanan tentang pentingnya amalan-amalan tersebut
  • Amalan-amalan tersebut bukan sesuatu yang keluar dari keimanan

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menyebutkan, “Amal-amal shalih itu termasuk bagian dari iman. Dan dia termasuk konsekuensi dari keimanan. Amal-amal tersebut, dialah yang mewujudkan keimanan seseorang”.

Simak Penjelasan Lengkap dan Downlod MP3 Ceramah Agama tentang Amalan-Alaman Yang Masuk Dalam Keimanan Bagian 2 – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman

Baca Juga:  Awas Penyakit Futur (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0:00
0:00