Penjelasan Iman dan Hakikat Keimanan Bagian 1 – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

By  |  pukul 10:56 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 12 Jumadil awal 1439 / 29 Januari 2018 pukul 8:24 pm

Tautan: http://rodja.id/1op

Penjelasan Iman dan Hakikat Keimanan – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman Bagian 2 adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (التوضيح والبيان لشجرة الإيمان), sebuah kitab buah karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah. Pembahasan ini disampaikan oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr

Penerjemah: Ustadz DR. Musyafa Ad-Dariny, M.A.

Download kajian sebelumnya tentang Amalan-Alaman Yang Masuk Dalam Keimanan Bagian 2 – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

Status program kajian kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman: Telah Selesai. 

Ringkasan Penjelasan Iman dan Hakikat Keimanan – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman Bagian 1

Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala menggandengan kata “iman” dan takwa sebagaimana dalam firmanNya:

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّـهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿٦٢﴾ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ ﴿٦٣﴾

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (Q.S Yunus [10] : 62-63)

Dalam ayat di atas, Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan iman yang mencakup amalan hati. Misalnya seperti aqidah, keinginan yang baik, amal-amal shalih. Dan keinginan tersebut tidak akan sempurna pada diri seorang mukmin sehingga dia menjauhkan diri dari apa yang dibenci dan dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala seperti kekufuran, kekafiran dan kemaksiatan. Oleh karenanya pada ayat di atas Allah mengatakan  وَكَانُوا يَتَّقُونَ, sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala telah memberikan sifat-sifat tersebut kepada makhluk pilihanNya. Sebagaimana dalam firmanNya:

وَلَـٰكِنَّ اللَّـهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولَـٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ ﴿٧﴾

“…Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,” (Q.S Al-Hujurat [49] : 7)

Di dalam ayat di atas, Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa Allah yang menjadikan seseorang cinta kepada keimanan. Hal ini menunjukkan bahwa iman adalah pemberian murni dari Allah subhanahu wa ta’ala. Allah yang memberikan rasa untuk mencintai keimanan dan Allah memilih siapa yang pantas untuk mendapatkan pemberian ini. Dialah yang menjadikan hati seorang mukmin mencintai keimanan, mencintai ketaatan, benci kepada kekufuran, benci kepada kefasikan dan benci kepada kemaksiatan. Oleh karenanya barang siapa mendapati hatinya mencintai keimanan, ketaatan dan benci kepada kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan maka hendaklah dia mengetahui bahwa hal tersebut merupakan pemberian yang agung dari Allah subhanahu wa ta’ala. Kalau saja Allah subhanahu wa ta’ala tidak menjadikan hatinya demikian, maka dia tidak akan cinta kepada keimanan dan tidak akan benci kepada kemaksiatan.

Ketika Allah subahanahu wa ta’ala bahwa Dialah yang menjadikan hati seorang mukmin mencintai keimanan, Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan pula kebalikan dari hal tersebut. Yakni menjadikan hati seorang mukmin kepada tiga hal. Kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan. Kenapa Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan tiga jenis keburukan ini? Karena sesuatu yang menjadi lawan keimanan ada tiga derajat. Pertama adalah kekufuran, kedua adalah kefasikan dan yang ketiga adalah kemaksiatan. Yang paling buruk dari ketiga hal tersebut adalah kekafiran.

  • Kekafiran ini menjadi sesuatu yang bisa menjadi lawan keimanan dari segala sisi. Sehingga orang yang kafir, maka telah hilang darinya keimanan. Orang tersebut berpindah dari agamanya.
  • Kekufuran akan menafikan keimanan dari segala sisi dan merusak keimanan.
  • Kefasikan adalah dosa-dosa besar yang menjadikan seseorang disiksa. Dosa-dosa besar yang terdapat ancaman dalam banyak nash dengan neraka, kemurkaan Allah subahanahu wa ta’ala dan siksaNya.

Simak Penjelasan Lengkap dan Downlod MP3 Ceramah Agama tentang Penjelasan Iman dan Hakikat Keimanan – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman Bagian 2

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0:00
0:00