Telegram Rodja Official

Shahiih Al-Bukhaari

Bab Larangan Istinja Dengan Tangan Kanan – Hadits 153 – Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Badrusalam, Lc.)

By  |  pukul 11:44 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 24 Januari 2018 pukul 7:43 am

Tautan: http://rodja.id/1p5

Bab Larangan Istinja Dengan Tangan Kanan – Hadits 153 – Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Badrusalam, Lc.) adalah ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Pada kajian kali ini Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. membawakan pembahasan hadits ke-153 yang terdapat pada halaman 51 dari Kitab Shahih Bukhari. Untuk download Kitab Shahih Bukhari, silahkan klik download.

Download juga kajian sebelumnya: “Bab Keluarnya Wanita ke Tempat Buang Hajat hingga Membawakan Air untuk Orang yang Bersuci – Hadits 146-151

Ringkasan Bab Larangan Istinja Dengan Tangan Kanan – Hadits 153 – Kitab Shahih Bukhari

حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ فَضَالَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامٌ هُوَ الدَّسْتُوَائِيُّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِي الإِنَاءِ، وَإِذَا أَتَى الخَلاَءَ فَلاَ يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ، وَلاَ يَتَمَسَّحْ بِيَمِينِهِ»

Mu’adz bin Fadhalah menyampaikan kepada kami dari Hisyam (yaitu ad-Dastawa’i), dari Yahya bin Abu Katsir, dari Abdullah bin Abu Qatadah, dari ayahnya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian minum, jangan bernapas dalam bejana; jika masuk ke dalam WC, jangan menyentuh kemaluan dengan tangan kanannya, juga jangan membersihkan dengan tangan kanannya.“.

Baca Juga:
Kesalahan Ahlul Filsafat Memahami Al-Qur'an

Hadits di atas, menunjukkan tentang adab dari pada istinja. Dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang yang pertama adab minum. Yaitu yang pertama adalah larangan bernafas dalam bejana. Hal ini menunjukkan bahwa untuk menghindari kotoran-kotoran yang keluar dari hidung. Kedua, agar tidak membuat orang-orang merasa jijik ketika memakai gelas tersebut. Adab tersebut menunjukkan bagaimana Islam sangat menjaga kesehatan. Islam juga sangat menjaga perasaan orang lain.

Seorang mukmin, bukan orang yang jorok. Seorang mukmin adalah orang yang betul-betul tahu tentang kebersihan, tentang bagaimana ia menjaga sesuatu yang bisa memberikan manfaat untuk dirinya.

Kedua, kita dilarang untuk memegang kemaluan dengan tangan kanan. Karena tangan kanan identik dengan perkara-perkara yang mulia. Aisyah radiyallahu ‘anha berkata:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai mendahulukan yang kanan ketika memakai sendal, ketika menyisir rambut dan ketika bersuci, juga dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR. Bukhari & Muslim)

Apakah larangan pada bab larangan istinja dengan tangan kanan – Hadits 153 – Kitab Shahih Bukhari menunjukkan kepada hukum haram atau makruh?

Download MP3 Kajian Bab Larangan Istinja Dengan Tangan Kanan – Hadits 153 – Kitab Shahih Bukhari

Baca Juga:
Konsekuensi Akad Khiyar Bagian 2 - Hukum Syarat Jual Beli - Kitab Zadul Mustaqni (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link ceramah agama tentang Bab Larangan Istinja Dengan Tangan Kanan – Hadits 153 – Kitab Shahih Bukhari ini melalui jejaring sosial Facebook, TwitterGoogle+ dan yang lainnya agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

24 ÷ = 24

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.