Telegram Rodja Official

Penjelasan Iman dan Hakikat Keimanan Bagian 3 – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

By  |  pukul 8:41 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 12 Jumadil awal 1439 / 29 Januari 2018 pukul 9:51 pm

Tautan: http://rodja.id/1pp

Penjelasan Iman dan Hakikat Keimanan Bagian 3 – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman  adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (التوضيح والبيان لشجرة الإيمان), sebuah kitab buah karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah. Pembahasan ini disampaikan oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr

Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.

Download kajian sebelumnya tentang Penjelasan Iman dan Hakikat Keimanan Bagian 2 – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman

Status program kajian kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman: Telah Selesai. 

Ringkasan Penjelasan Iman dan Hakikat Keimanan Bagian 3 – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman

Dalam kitab shahih Bukhari dan Muslim dari hadits Annas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Baca Juga:  Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 994-998 - TPP: Hukuman bagi Pedagang yang Tidak Jujur, Kondisi Arwah Orang-Orang yang Beriman, hingga Tali Iman yang Paling Kuat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

لَايُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ

Belum sempurna iman seseorang diantara kalian, hingga aku lebih dicintai, dari ayah ibunya, dan anaknya, dan seluruh manusia” (HR. Bukhari & Muslim)

Dalam hadits ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa tidak sempurna iman seseorang sampai dia mendahulukan rasa cintanya diatas rasa cinta dia kepada seluruh makhluk. Dan tanda dari hal tersebut yaitu jika bertentangan dua keadaan atau dua rasa cinta, kemudian dia mendahulukan apa yang dicintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ini menunjukkan bahwa imannya adalah iman yang benar. Akan tetapi jika tidak, maka hal itu menunjukkan kurangnya iman orang tersebut sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ﴿٦٥﴾

Baca Juga:  Kepribadian Seorang Muslim (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisa [4]: 65)

Simak Penjelasan Lengkap dan Downlod MP3 Ceramah Agama tentang Penjelasan Iman dan Hakikat Keimanan Bagian 3 – Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Baca Juga:  Bab tentang Menyampaikan Ilmu di Waktu Malam hingga Menghafal Ilmu - Hadits 117-120 - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

 

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.