Hikmah Dalam Berdakwah – Ringkasan Daurah Syar’iyyah Bersama Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaly

By  |  pukul 3:33 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 17 Sya'ban 1439 / 03 Mei 2018 pukul 10:20 am

Tautan: http://rodja.id/1qu

Hikmah Dalam Berdakwah – Ringkasan Daurah Syar’iyyah Bersama Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaly. Ringkasan ini disampaikan oleh: Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

Ceramah agama ini adalah ringkasan yang diambil dari pembekalan untuk para da’i bersama Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaly di Surakarta.  Surakarta, Jawa Tengah pada Rabu, 22 Rabi’ul Akhir 1439 / 10 Januari 2018.

Download mp3 kajian sebelumnya Hikmah Dalam Menuntut Ilmu – Ringkasan Daurah Syar’iyyah Bersama Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaly

Hikmah Dalam Berdakwah – Ringkasan Daurah Syar’iyyah Bersama Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaly

Seperti yang telah dibahas pada kajian-kajian sebelumnya, bahwa makna kata hikmah adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Maka bagaimanakah ketika seorang muslim berdakwah mengajak kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan hikmah?

Syaikh menjelaskan bahwa apabila seorang ingin berdakwah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, maka dia disyariatkan untuk menggunakan hikmah. Salah satu yang perlu diperhatikan dalam praktik hikmah ketika berdakwah adalah meletakkan manusia dalam kedudukannya. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

Baca Juga:  Memenuhi Hak Allah

أَنْزِلُوا النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ

Tempatkanlah manusia sesuai dengan kedudukan mereka!

Oleh karenanya ketika berdakwah kepada orang yang memiliki kedudukan seperti presiden, mendakwahi orang-orang yang memiliki kekuasaan, maka berbeda dengan mendakwahi orang-orang yang dibawahnya seperti rakyat jelata. Misalkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menulis surat kepada Heraklius pemimpin yang agung dari Romawi. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dalam suratnya, “Surat ditujukan kepada Heraklius pembesar yang agung dari Romawi”.

Begitu juga ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan Kunyah untuk Abdullah bin Ubay bin Salul. Padahal dia adalah dedengkot dari kaum munafiqin. Akan tetapi Abdullah bin Ubay bin Salul mempunyai kedudukan dalam agama. Maka Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil dengan Kunyahnya, yakni Abu Hubab.

Juga pada saat pembebasan kota Mekah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendudukkan kedudukan Abu Sufyan radhiyallahu ‘anhu. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumumkan kepada penduduk Makkah, “Siapa yang masuk masjid maka dia aman, siapa yang masuk rumah Abu Sufyan maka dia aman, siapa yang masuk rumahnya dan menutup pintunya maka dia aman.

Baca Juga:  Aqidah Ahlussunnah Tentang Dua Tangan Allah - Kitab Al-Ibanah (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

Hal ini menunjukkan bahwa ketika seseorang berdakwah dan dihadapannya adalah para pembesar, maka kita mendudukkan kedudukan beliau-beliau pada tempatnya. Tidak sama dengan mendakwahi rakyat jelata ataupun rakyat biasa.

Kemudian yang perlu diperhatikan juga adalah orang yang belum paham tentang ilmu agama, ada juga ahli maksiat, ada juga orang yang dia memiliki syubhat dalam perkara agama. Maka cara mendakwahinya pun berbeda. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ﴿١٢٥﴾

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl [16]: 125)

Baca Juga:  Penanggulangan Radikalisme Pada Masa Kekhalifahan Ali

Simak Penjelasan Lengkap dan Downlod MP3 Ceramah Agama tentang Hikmah Dalam Berdakwah – Ringkasan Daurah Syar’iyyah Bersama Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaly

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

 

 

1 Comment

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.