Telegram Rodja Official

Ahsanul Bayan

Kisah Sahabat Nabi dalam Berinfaq Bagian 1- Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

By  | 

Kisah Sahabat Nabi dalam Berinfaq Bagian 1 – Kitab Ahsanul Bayan merupakan bagian dari kajian kitab “أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” “Ahsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman” karya Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahid rahimahullah, yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. Kitab ini membahas tentang nasihat-nasihat serta ibroh dari kisah-kisah yang disebutkan di dalam Al-Quran dan Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Download kajian sebelumnya tentang Kisah Qorun dengan Orang-Orang Yang Berilmu Bagian 2

Download kitab أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” versi PDF di sini

Ringkasan Kajian Kitab Ahsanul Bayan: Kisah Sahabat Nabi dalam Berinfaq Bagian 1

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَاتَّقُوا الشُّحَّ ؛ فَإِنَّ الشُّحَّ أهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ . حَمَلَهُمْ عَلَى أنْ سَفَكُوا دِمَاءهُمْ ، وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ

Dan berhati-hatilah kalian terhadap sifat kikir karena kekikiran itulah yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian. Kekikiran itu mendorong mereka menumpahkan darah dan menghalalkan kehormatan mereka. (HR. Muslim 2578)

Dalam semua urusan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suri tauladan yang baik untuk kita. Juga dalam hal infaq fi sabilillah, beliau adalah orang yang paling baik untuk kita contoh. Dalam sebuah hadits Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata :

Baca Juga:
Akhlak kepada Allah Ta'ala - Pentingnya Kejujuran - Bimbingan Islam (Ustadz Jazuli, Lc.)

مَا سُئِلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الإسْلامِ شَيْئًا إلا أعْطَاهُ. قَالَ: فَجَاءَه رَجُلٌ (وفي رواية : سأل النبي صلى الله عليه وسلم غنما بين جبلين) فَأعْطَاهُ غَنمًا بَيْنَ جَبَلَيْنِ، فَرَجَعَ إلَى قَوْمِهِ، فَقَالَ: يَاقَوْمِ، أسْلِمُوا، فَإِنَّ مُحَمَّدًا يُعْطِى عَطَاءً لا يَخْشَى الْفَاقَةَ

“Tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diminta sesuatu – demi untuk masuk Islam – kecuali Rasulullah berikan. Maka datang seseorang (dalam riwayat yang lain : Orang ini meminta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kambing sepenuh lembah diantara dua gunung) maka Nabi memberikan kepadanya kambing sepenuh lembah, lalu iapun kembali kepada kaumnya dan berkata, “Wahai kaumku, masuklah kalian ke dalam Islam, sesungguhnya Muhammad memberi pemberian tanpa takut kemiskinan sama sekali” (HR Muslim no 2312)

Ibnu Syihaab berkata :

غَزَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَزْوَةَ الْفَتْحِ – فَتْحِ مَكَّةَ – ثُمَّ خَرَجَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْ مَعَهُ مِنَ الْمُسْلِمِينَ، فَاقْتَتَلُوا بِحُنَيْنٍ، فَنَصَرَ اللهُ دِينَهُ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأعْطَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَئِذٍ صَفْوَانَ بْنَ أميَّةَ مِائَةً مِنَ النَّعَمِ، ثُمَّ مِائَةً، ثُمَّ مِائَةً.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan perang menaklukkan kota Mekah, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pergi bersama kaum muslimin bertempur dalam perang Hunain, maka Allah memenangkan agamaNya dan kaum muslimin. Dan pada hari itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan kepada Sofwan bin Umayyah 100 ekor unta, lalu 100 ekor unta, lalu 100 ekor unta

Baca Juga:
Memahami Penciptaan Siang dan Malam - Kitab Mausu'ah Fiqh Al-Qulub (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Sa’id Ibnul Musayyib berkata bahwasanya Sofwan bin Umayyah berkata :

وَاللهِ لَقَدْ أعْطَانِى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أعْطَانِى، وَإِنَّهُ لأبْغَضُ النَّاسِ إلَىَّ، فَمَا بَرِحَ يُعْطِينِى حَتَّى إنَّهُ لأحَبُّ النَّاسِ إلَىَّ

Demi Allah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan kepadaku apa yang ia berikan, padahal ia adalah orang yang paling aku benci. Namun Nabi terus memberikan kepadaku hingga akhirnya ia adalah orang yang paling aku cintai” (HR Muslim 2313)

 

Jarir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu berkata,

كنا في صَدْرِ النَّهَارِ عِنْدَ رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم – فَجَاءهُ قَومٌ عُرَاةٌ مُجْتَابي النِّمَار أَوْ العَبَاء ، مُتَقَلِّدِي السُّيُوف ، عَامَّتُهُمْ من مضر بَلْ كُلُّهُمْ مِنْ مُضَرَ ، فَتَمَعَّرَ رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم – لما رَأَى بِهِمْ مِنَ الفَاقَة، فَدَخَلَ ثُمَّ خَرَجَ ، فَأَمَرَ بِلالاً فَأَذَّنَ وَأَقَامَ ، فصَلَّى ثُمَّ خَطَبَ ، فَقَالَ : { يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ } إِلَى آخر الآية : { إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً } ، والآية الأُخْرَى التي في آخر الحَشْرِ : { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ }  تَصَدَّقَ رَجُلٌ مِنْ دِينَارِهِ، مِنْ دِرهمِهِ، مِنْ ثَوبِهِ ، مِنْ صَاعِ بُرِّهِ ، مِنْ صَاعِ تَمْرِهِ – حَتَّى قَالَ – وَلَوْ بِشقِّ تَمرَةٍ )) فَجَاءَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ بِصُرَّةٍ كَادَتْ كَفُّهُ تَعجَزُ عَنهَا، بَلْ قَدْ عَجَزَتْ، ثُمَّ تَتَابَعَ النَّاسُ حَتَّى رَأيْتُ كَومَيْنِ مِنْ طَعَامٍ وَثِيَابٍ ، حَتَّى رَأيْتُ وَجْهَ رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم – يَتَهَلَّلُ كَأنَّهُ مُذْهَبَةٌ. فَقَالَ رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم -: ((مَنْ سَنَّ في الإسلامِ سنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أجْرُهَا، وَأجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ،مِنْ غَيرِ أنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورهمْ شَيءٌ، وَمَنْ سَنَّ في الإسْلامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيهِ وِزْرُهَا ، وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ ، مِنْ غَيرِ أنْ يَنْقُصَ مِنْ أوْزَارِهمْ شَيءٌ ))

Baca Juga:
Mengembangkan Kekayaan - Bab 222 - Hadits 478-480 - Kitab Al-Adab Al-Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

“Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di awal siang, lalu datanglah sekelompok orang yang setengah telanjang dalam kondisi pakaian dari bulu domba yang bergaris-garis dan robek, sambil membawa pedang. Mayoritas mereka dari suku Mudhor, bahkan seluruhnya dari Mudhor. Maka tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat kondisi mereka yang miskin, berubahlah raut wajah Nabi. Nabipun masuk dan keluar, lalu memerintahkan Bilal untuk adzan dan iqomat, lalu beliapun sholat, lalu berdiri berkhutbah. Beliau berkata, “Wahai manusia, bertakwalah kepada Rob kalian yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa” hingga akhir ayat tersebut “Sesungguhnya Allah Maha Mengawasi kalian”. Lalu membaca ayat yang lain di akhir surat al-Hasyr “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaknya sebuah jiwa melihat apa yang telah ia kerjakan untuk esok hari”. 

Hendaknya seseorang mensedekahkan dari dinarnya, atau dari dirhamnya, dari bajunya, dari gandumnya, dari kormanya…-hingga Nabi berkata- meskipun bersedekah dengan sepenggal butir korma”

Lalu datanglah seorang lelaki dari kaum anshor dengan membawa sebuah kantong yang hampir-hampir tangannya tidak kuat untuk mengangkat kantong tersebut, bahkan memang tidak kuat. Lalu setelah itu orang-orangpun ikut bersedekah, hingga aku melihat dua kantong besar makanan dan pakaian, hingga aku melihat wajah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersinar berseri-seri. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Barang siapa merintis (memulai) dalam agama Islam sunnah (perbuatan) yang baik maka baginya pahala dari perbuatannya tersebut, dan pahala dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya, tanpa berkurang sedikitpun dari pahala mereka. Dan barang siapa merintis dalam Islam sunnah yang buruk maka baginya dosa dari perbuatannya tersebut, dan dosa dari orang yang melakukannya (mengikutinya) setelahnya tanpa berkurang dari dosa-dosa mereka sedikitpun” (HR Muslim)

Baca Juga:
Menegakkan Keadilan Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala

Simak Penjelasan Lengkap dan Download Kajian Kitab Ahsanul Bayan: Kisah Sahabat Nabi dalam Berinfaq Bagian 1


Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Lihat Juga: Radio Streaming, Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Ceramah Lucu, Khutbah Idul Adha, Kultum, Ceramah Singkat, Shalawat, Shalat JenazahRukun IslamRukun Iman, Ziarah Kubur, Shalat Berjamaah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Belajar Bahasa Arab,

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.