Telegram Rodja Official

Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 2 – Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 9:00 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 23 Jumadil awal 1439 / 09 Februari 2018 pukul 10:04 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=29925

Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 2 – Kitab Ahsanul Bayan merupakan bagian dari kajian kitab “أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” “Ahsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman” karya Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahid rahimahullah, yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Kitab ini membahas tentang nasihat-nasihat serta ibroh dari kisah-kisah yang disebutkan di dalam Al-Quran dan Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Download kajian sebelumnya tentang Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 1 – Kitab Ahsanul Bayan

Download kitab أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” versi PDF di sini

Ringkasan Kajian Kitab Ahsanul Bayan: Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 2

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membaiat sahabatnya untuk Wala’ (loyal) kepada kaum muslimin dan Bara’ (berlepas diri) dari orang-orang kafir. Dari Jarir bin Abdillah dia berkata, “aku telah membaiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat dan menasihati setiap muslim. (HR. Bukhari dan Muslim)

Wajib bagi setiap muslim untuk loyal kepada orang-orang yang beriman. Maksudnya adalah mencintai, menolong, membela dan dekat dengan orang yang beriman. Kebalikannya, wajib bagi setiap muslim untuk berlepas diri dari orang-orang kafir. Membenci dan memusuhi mereka. Dan hal tersebut tidak bertentangan dengan tetap mendo’akan mereka. Mendo’akan agar Allah subhanahu wa ta’ala memberikan hidayah agar mereka masuk Islam. Hal ini juga tidak bertentangan dengan dakwah seorang muslim agar mereka masuk Islam. Bukan berarti kita bara’ dengan mereka tetapi seperti yang dilakukan oleh sebagian orang. Mereka mendatangi dan membunuh serta meledakkan bom kepada orang kafir tanpa sebab dan bukan dalam peperangan. Ini tidaklah benar.

Baca Juga:  Aqidah Ahlussunnah Dalam Meyakini Syafaat - Kitab Al-Ibanah (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

Maka hendaknya kita tetap mendo’akan dan mendakwahi mereka agar mereka mendapatkan hidayah dan mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala. Sehingga bisa jadi mereka beriman kepada Allah. Yang dulunya kafir menjadi saudara kita kemudian diapun berwala’ kepada kaum mu’minin.

Contoh Al-Wala’ Wal Bara’ Nabi Ibrahim Alaihissalam

Nabi Ibrahim yang Allah firmankan tentangnya dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat ke-125.

…وَاتَّخَذَ اللَّـهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا ﴿١٢٥﴾

“...Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.” (QS. An-Nisa’ [4]: 125)

Lihatlah bagaimana tingginya kedudukan Nabi Ibrahim disisi Allah. Allah subhanahu wa ta’ala telah menjadikan Nabi Ibrahim sebagai kekasih Allah. Dan kedudukan ini lebih dari Habib. Dan kita akan belajar bagaimana wala’ dan bara’nya beliau.

Baca Juga:  Perkara-Perkara yang Bisa Menumbuhkan Iman - Bagian ke-12 - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Allah berfirman juga tentang Nabi Ibrahim dalam surat An-Nahl ayat ke-120.

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِّلَّـهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ﴿١٢٠﴾

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),” (QS. An-Nahl [16]: 120)

Sifat-sifat yang baik terkumpul pada diri Nabi Ibrahim. Dan yang memberikan tazkiyah, yang memberikan pujian adalah Allah subhanahu wa ta’ala. Kalau seperti ini sifat beliau, maka sudah semestinya kita pun mencontoh beliau dari sisi wala’ wal bara’nya. Nabi Ibrahim tinggal di lingkungan yang masyarakatnya menyembah berhala. Maka beliau mulai mengajak manusia untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, memperingatkan mereka agar jangan menyembah berhala, tentunya dengan hikmah dan beliau pertama kali adalah mendakwahi bapaknya. Kemudian mendakwahi umat.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً ۖ إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ ﴿٧٤﴾

Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata“.” (QS. Al-An’am [6]: 74)

Baca Juga:  Hak Dakwah - Bagian ke-2 - Tabshiratul Anam (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Pada ayat yang lain Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman:

وَلَقَدْ آتَيْنَا إِبْرَاهِيمَ رُشْدَهُ مِن قَبْلُ وَكُنَّا بِهِ عَالِمِينَ ﴿٥١﴾ إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا هَـٰذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ ﴿٥٢﴾ قَالُوا وَجَدْنَا آبَاءَنَا لَهَا عَابِدِينَ ﴿٥٣﴾

Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya. (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?” Mereka menjawab: “Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya“.” (QS. Al-Anbiya [21]: 51 – 53)

Simak Penjelasan Lengkap dan Download Kajian Kitab Ahsanul Bayan: Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 2


Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

 

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.