Berlemah Lembut – Bab 217 – Hadits 470 – Bagian 2 – Kitab Al-Adab Al-Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

By  |  pukul 11:51 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 28 Jumadil awal 1439 / 14 Februari 2018 pukul 1:37 pm

Tautan: http://rodja.id/1q2

Berlemah Lembut – Bab 217 – Hadits 470 – Bagian 2 – Kitab Al-Adab Al-Mufrad merupakan bagian dari kajian kitab Adabul Mufrad oleh: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. Kajian kitab Adabul Mufrad karya Imam Bukhari rahimahullah ini disampaikan secara live di Radio Rodja dan Rodja TV pada Senin malam, 20 Jumadil awal H / 06 Februari 2018 M, pukul 20:00-21:30 WIB.

Download juga kajian sebelumnya: “Berlemah Lembut – Bab 217 – Hadits 466 – Kitab Al-Adab Al-Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Program Kajian Kitab Adabul Mufrad - Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. di Radio Rodja

Simak program ini di Radio Rodja dan Rodja TV setiap:

Senin malam, 20:00-21:30 WIB



Status program Kajian Kitab Adabul Mufrad: AKTIF

 

Baca Juga:  Mengenal Ilmu Hadits - Bagian ke-1 (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Kajian Kitab Adabul Mufrad: Berlemah Lembut – Bab 217 – Hadits 470 – Bagian 2  

Pada kajian kali ini, kembali dikaji tentang adab dan etika. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya“. Sehingga hal ini menjadi tuntutan bagi setiap muslim untuk belajar akhlak mulia. Jangan sampai dia menjadi penyebab dicelanya agama ini. Kita telah membahas tentang kelemah lembutan. Dan diakhir bab ini, Imam Bukhari menyebutkan sebuah hadits yang mungkin seorang membacanya akan merasa aneh dengan penyebutan hadits ini dalam bab kelemah lembutan.

Hadits 470: ‘Abdul ‘Aziz menceritakan kepada kami, ia berkata: Al-Qalid bin Muslim menceritakan kepada kami dari Abu Rafi’, dari Said al-Maqburi, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hati-hatilah kalian terhadap sifat kikir, karena sifat itu membinasakan orang-orang sebelum kalian. Mereka menumpahkan darah mereka dan memutus tali persaudaraan mereka. Dan kezhaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.‘”.

Baca Juga:  Dalil-Dalil dari Penjelasan Para Ulama - Syarah 'Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Ustadz Yazid 'Abdul Qadir Jawas)

Apa hubungannya menghindari sifat kikir dengan lemah lembut? Ternyata orang yang pelit tidak akan lembut. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan bagaimana masalah sedekah ini dengan orang yang mengenakan baju besi. Ketika dia bersedekah, baju besi itu semakin lebar. Sehingga dia merasa nyaman. Semakin banyak sedekah, baju besi itu akan semakin lebar dan dia kan semakin mudah untuk bernafas. Orang yang pelit, semakin dia menahan hartanya, baju besi itu semakin mengecil dan menyempitkan ruang gerak untuk tubuhnya. Semakin pelit, semakin susah dan orang dalam kondisi demikian akan mudah marah, mudah emosi, kasar.

Maka jangan berfikir bahwa sifat kikir ini adalah perkara yang ringan. Karena gara-gara sifat pelit ini seseorang bisa kasar dan membunuh orang lain. Oleh karena itu hal ini sudah seharusnya menjadi perhatian kita.

Baca Juga:  Qiyamul Lail dan Shalat Tarawih

Dengarkan penjelasan lengkapnya dan download MP3 kajian Kitab Adabul Mufrad: Berlemah Lembut – Bab 217 – Hadits 470 – Bagian 2 


Jangan lupa untuk membagikan rekaman kajian ini ke saudara-saudara kita atau teman-teman kita baik itu melalui Facebook, Twitter, Google+, atau media yang lainnya agar kebaikan ini tidak berhenti begitu saja. Jazakumullahu khairan
[stumble]

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0:00
0:00