Telegram Rodja Official

Tafsir Surat Al-Balad Ayat 17 Bagian 2 – Tafsir Al-Quran (Ustadz Abdullah Zaen, M.A.)

By  |  pukul 2:16 pm

Terakhir diperbaharui: Jumat, 07 Jumadil akhir 1439 / 23 Februari 2018 pukul 3:11 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=30086

Tafsir Surat Al-Balad Ayat 17 Bagian 2 – Tafsir Al-Quran ini adalah bagian dari serial pembahasan kajian Tafsir Al-Quran  oleh: Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Agung Darusalam, Purbalingga.

Download juga kajian sebelumnya: Tafsir Surat Al-Balad Ayat 17 Bagian 1 – Tafsir Al-Quran

Kajian Tafsir Surat Al-Balad Ayat 17 Bagian 2

Pada kajian sebelumnya, kita telah membahas ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُو. Pada kajian kali ini akan dibahas potongan ayat yang ke-17 ini yakni yang berbunyi:

… وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ…

“…saling berpesan untuk bersabar…”

Baca Juga:  Hadits Arbain Ke 3 - Rukun Islam dan Meninggalkan Shalat

Para ulama menjelaskan tentang potongan ayat ini, bahwa seseorang tidak mungkin dapat menjalankan keimanan yang merupakan jalan yang mendaki jika dia tidak memiliki modal berupa kesabaran.

Sabar menurut bahasa artinya adalah menahan diri. Menahan diri ketika tiga kondisi. Yaitu:

Pertama, menahan diri ketika menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Menjalankan perintah Allah merupakan sesuatu yang berat. Oleh karena itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

…فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ ۚ …

“…maka sembahlah Dia dan bersabarlah dalam beribadat kepada-Nya…” (QS. Maryam [19]: 65)

Pada ayat di atas Allah menggandengkan perintah untuk beribadah dan perintah untuk bersabar. Karena untuk beribadah itu butuh kesabaran.

Baca Juga:  Syarat Mendapatkan Syafa'at

Kedua, menahan diri ketika menjauhi larangan Allah subhanahu wa ta’ala. Ketiga, menahan diri saat ditimpa musibah. Allah melarang dari sesuatu, biasanya sesuatu itu nikmat dan berhubungan dengan syahwat.

Ketiga, menahan diri ketika mendapatkan musibah. Tidak semua yang ditakdirkan oleh Allah adalah kenikmatan menurut kita. Ada yang tidak nikmat. Allah sendiri menyebutkan hal itu dalam firmaNya:

…وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ …

“…Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)…” (QS. Al-Anbiya [21]: 35)

Ujian yang Allah berikan banyak yang berupa kenikmatan seperti kekayaan, harta, pekerjaan yang mapan dan lain sebagainya. Namun, banyak pula ujian dari Allah yang tidak disukai oleh manusia seperti kelaparan, kehilangan harta, sakit, dan lain sebagainya. Semua ini dibutuhkan kesabaran.

Baca Juga:  Enam Langkah Iblis dalam Menyesatkan Manusia

Simak dan Download mp3 kajian Tafsir Surat Al-Balad Ayat 17 Bagian 2


Mari turut membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi yang lainnya.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Download: Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Khutbah Idul Adha, kultum

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.