Telegram Rodja Official

Al-Ishbah

Bahaya Ahli Bid’ah Terkadang Lebih Besar dari Bahaya Orang Kafir – Al-Ishbah (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 1:07 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 25 September 2018 pukul 8:40 am

Tautan: https://rodja.id/21e

Bahaya Ahli Bid’ah Terkadang Lebih Besar dari Bahaya Orang Kafir adalah Kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. Kajian ini merupakan bagian dari kajian kitab “الإصباح في بيان منهج السلف في التربية والإصلاح” atau biasa disebut dengan “Al-Ishbah fi Bayani Manhajis Salaf fi Tarbiyah wal Ishlah” karya Syaikh Abdullah bin Shalih Al-‘Ubailan hafidzahullah.

Download juga kajian sebelumnya: Jenis-Jenis Ahlul Bid’ah – Al-Ishbah

Kajian Islam Tentang Bahaya Ahli Bid’ah Terkadang Lebih Besar dari Bahaya Orang Kafir

Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yakni sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan lawan dari sunnah adalah bid’ah. Oleh karena itu kita sebagai umat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam diperintahkan untuk menjauhinya.

Dalam memahami hadits-hadits tentang ini, hendaknya kita mengembalikannya kepada perkataan para ulama. Kita harus melihat penjelasan mereka secara ilmiah. Menjelaskan tentang pengertian bid’ah, jenis-jenisnya, kaidahnya, bahayanya dan contoh-contohnya. Oleh karena itu ini adalah yang tidak perlu ditakuti oleh kaum muslimin. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri berkata demikian.

Sebuah perkataan yang sangat besar yang pantas jika ditulis dengan tinta emas. Bahwa Imam Malik rahimahullah telah berkata, “barang siapa yang melakukan satu bid’ah yang dia anggap itu baik, maka orang tersebut telah menuduh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menghianati risalah Allah subhanahu wa ta’ala yang pada hari itu bukan bagian dari agama maka pada hari ini bukan bagian dari agama.”

Baca Juga:
Mengimani Takdir Allah - Khutbah Jumat (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Kaidah bahwa bahaya ahli bid’ah terkadang lebih besar dari bahaya orang kafir merupakan kaidah ke-34 dari kaidah yang disebutkan oleh Syaikh Abdullah bin Shalih Al-‘Ubailan hafidzahullah. Beliau menyebutkan dua ayat Al-Qur’an.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَن يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّـهَ عَلَىٰ مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ ﴿٢٠٤﴾

Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.” (QS. Al-Baqarah [2]: 204)

Pada ayat di atas, Allah mengabarkan tentang orang-orang dengan retorikanya yang indah dan bagus. Sehingga membuat orang tersihir. Padahal orang tersebut adalah penentang yang paling keras.

Syaikh Utsaimin rahimahullah menyebutkan faidah dari ayat ini. Pertama, tidak sepatutnya bagi seseorang tertipu dengan dzahir manusia. Faidah kedua, ini menunjukkan bahwa jidal (berdebat) dalam masalah agama itu tercela. Menit ke- 17:00

Simak Kajian Lengkapnya dan Download MP3 Ceramah Agama Tentang Bahaya Ahli Bid’ah Terkadang Lebih Besar dari Bahaya Orang Kafir


Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama Bahaya Ahli Bid’ah Terkadang Lebih Besar dari Bahaya Orang Kafir ini. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda dan bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi yang lain.

Baca Juga:
Bahaya Berbicara Seenaknya Dalam Masalah Agama - Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 169-172

Lihat juga rekaman lainnya: 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Hukum berdakwah dengan musik, Musik untuk berdakwah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× 2 = 6

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.