Telegram Rodja Official

Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah

Perpecahan Umat Islam – Hadits 1492-1493 – Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (Ustadz Badrusalam, Lc.)

By  | 

Perpecahan Umat Islam – Hadits 1492-1493 merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. dalam pembahasan Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah.

Download juga kajian sebelumnya: Shalat Amalan Yang Paling Utama – Hadits 1487-1491 – Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah

Program Kajian Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah - Ustadz Badrusalam, Lc. di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:

Ahad malam, ba'da Maghrib - ba'da Isya' waktu Jakarta (18:00-19:30 WIB)



Status program Kajian Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: AKTIF

Untuk memperoleh keutamaan menuntut ilmu, silakan Anda dapat turut hadir langsung pada kajian ini di: Masjid Jami' Al-Barkah, Jl.Pahlawan, Kp. Tengah, belakang Polsek Cileungsi, Cileungsi, Bogor

Kajian Islam Tentang Perpecahan Umat Islam – Hadits 1492-1493 – Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah

Hadits 1492

افترقت اليهود على إِحدى وسبعين فرقة، فواحدة في الجنة وسبعين في النار، وافتر قت النصا رى على اثنين وسبعين فرقة فواحد ة في الجنة وإحدى وسبعين في النار، والذ ي نفسي بيده لتفترقن أمتي على ثلاث وسبعين فرقة، فوا حدةفي الجنة، وثلثين وسبعين فيالنار، قيل يا رسول الله من هم؟ قال: هم الجما عة

Baca Juga:
Khutbah Jumat Ramadhan: Hikmah Puasa Agar Tidak Mengharapkan Dunia Berlebihan

Orang Yahudi berselisih menjadi 71 golongan, satu di surga dan tujuh puluh di neraka. Orang Nasrani berpecah belah menjadi 72 golongan, satu di surga dan tujuh puluh satu di neraka. Demi Dzat yang diriku berada ditanganNya, umatku benar-benar berselisih menjadi 73 golongan, satu di surga dan 72 di neraka. Lalu sahabat bertanya, ‘siapa mereka?’, Rasulullah berkata,’mereka Al-Jama’ah’ 

Dalam riwayat lain yang shahih dikatakan bahwa Al-Jama’ah adalah “yang aku dan sahabatku berada diatasnya“. Hadits ini menunjukkan bahwa umat Islam akan berpecah belah. Tentu perpecahan ini tidaklah terpuji. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

…وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ ﴿١١٨﴾ إِلَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَ ۚ …

…tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu…” (QS. Hud [11]: 118-119)

Allah mengatakan bahwa manusia memang suka berselisih. Namun Allah juga memberikan pengecualian, yaitu orang yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa umat Islam akan berpecah belah, berarti bahwa perpecahan ini termasuk dalam kehendak Allah yang bersifat takdir. Hal ini sama dengan kehendak Allah dalam perihal maksiat. Allah berkehendak dengan adanya maksiat, tapi hal ini tidak berarti Allah cinta terhadap maksiat. Allah melarang kita untuk berbuat maksiat.

Pun ketika Allah menghendaki adanya perpecahan. Hal ini bukan berarti Allah mengizinkan perpecahan. Oleh karena itu perpecahan itu adalah sesuatu yang harus dijauhkan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Baca Juga:
Bab Membayar Seperlima Ghanimah Termasuk Iman - Hadits 53 - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّـهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ …

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai…” (QS. Ali Imran [3]: 103)

Allah melarang kita berpecah-belah. Tapi Allah mentakdirkan umat Islam berpecah belah. Berpecah-belah merupakan takdir yang bersifat Kauniyah Qodariyah. Sedangkan Allah melarang kita berpecah-belah merupakan takdir yang bersifat Syar’iyah Diniyah. Maka dua perkara ini tidak saling bertabrakan.

Perpecahan yang terjadi pada tubuh umat Islam ini bukan masalah fiqih. Tapi yang dimaksud perpecahan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dalam masalah prinsip-prinsip agama atau aqidah. Adapun masalah fiqih, maka itu tidak dianggap sebagai perselisihan yang tercela. Dalam arti menjadikan pelakunya keluar dari ahlus sunnah wal jama’ah. Hal ini dikarenakan persoalan fiqih yang sifatnya tidak ada nashnya yang diperbolehkan padanya berijtihad karena tidak ada nash, maka perbedaan pendapat dalam masalah ini tidak boleh kita saling menyesatkan satu dengan yang lainnya.

Masalah-masalah aqidah telah menjadi ijma’ para sahabat. Siapa yang tidak mengikuti aqidah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya bisa dipastikan sesat.

Simak penjelasan lengkap dan download mp3 ceramah agama tentang Perpecahan Umat Islam – Hadits 1492-1493 – Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah


Jangan lupa untuk ikut membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Insya Allah bermanfaat bagi saudara Muslimin dan bagi amal ibadah kita.

Baca Juga:
Pentingnya Belajar Bahasa Arab

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Lihat Juga: Radio Streaming, Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Ceramah Lucu, Khutbah Idul Adha, Kultum, Ceramah Singkat, Shalawat, Shalat JenazahRukun IslamRukun Iman, Ziarah Kubur, Shalat Berjamaah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Belajar Bahasa Arab,

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.