Telegram Rodja Official

Ahsanul Bayan

Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 3 – Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 8:57 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 06 Maret 2018 pukul 9:36 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=30240

Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 3 – Kitab Ahsanul Bayan merupakan bagian dari kajian kitab “أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” “Ahsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman” karya Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahid rahimahullah, yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Kitab ini membahas tentang nasihat-nasihat serta ibroh dari kisah-kisah yang disebutkan di dalam Al-Quran dan Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Download kajian sebelumnya tentang Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 1 – Kitab Ahsanul Bayan

Download kitab أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” versi PDF di sini

Ringkasan Kajian Kitab Ahsanul Bayan: Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 3

Dalam pertemuan yang lalu, kita telah membahas tentang wajibnya bagi setiap mukmin untuk wala (loyal) kepada kaum mu’minin dan bara’ (berlepeas diri) dari kaum kafir. Ada tiga hal yang telah dibahas kenapa harus memiliki sikap wala’ wal Bara’?

Pertama, Al-Wala’ Wal Bara’ merupakan lawazim (konsekuensi) dari kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. Kedua, Al-Wala’ Wal Bara’ merupakan dalil bagi kesempurnaan iman. Ketiga, Al-Wala’ Wal Bara’ merupakan tali iman yang paling kokoh.

Baca Juga:
Aqidah Ahlussunnah Dalam Memahami Takdir Allah - Kitab Al-Ibanah (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

Di dalam Al-Qur’an Sunnah, kita banyak menjumpai larangan loyal kepada orang-orang kafir. Salah satunya adalah firman Allah berikut ini:

تَرَىٰ كَثِيرًا مِّنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنفُسُهُمْ أَن سَخِطَ اللَّـهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ ﴿٨٠﴾ وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَـٰكِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ ﴿٨١﴾

Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.

Bentuk-Bentuk Wala’ Yang Dilarang

Beberapa bentuk dan contoh wala’ ini bisa menyebabkan kekufuran atau dibawah itu yaitu maksiat yang belum sampai pada derajat kufur. Ada sebelas contoh yang disebutkan oleh Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahid rahimahullah. Semoga kita semua dapat waspada dari sikap-sikap yang dicontohkan.

Pertama, ridho terhadap kafirnya orang-orang kafir. Tidak tegas dalam mengkafirkan mereka. Ragu dengan kekafiran mereka. Hukum asalnya ridho terhadap kekafiran orang kafir adalah kafir dan mengeluarkan seseorang dari Islam.

Simak Penjelasan Lengkap dan Download Kajian Kitab Ahsanul Bayan: Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 3

Baca Juga:
Pentingnya Akhlak Mulia - Bagian ke-3 - Bimbingan Islam (Ustadz Jazuli, Lc.)

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Lihat juga rekaman lainnya: 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

÷ 2 = 4

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.