Ahsanul Bayan
Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 3 – Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)
Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 3 – Kitab Ahsanul Bayan merupakan bagian dari kajian kitab “أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” “Ahsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman” karya Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahid rahimahullah, yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.
Kitab ini membahas tentang nasihat-nasihat serta ibroh dari kisah-kisah yang disebutkan di dalam Al-Quran dan Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Download kajian sebelumnya tentang Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 1 – Kitab Ahsanul Bayan
Download kitab أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” versi PDF di sini
Ringkasan Kajian Kitab Ahsanul Bayan: Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 3
Dalam pertemuan yang lalu, kita telah membahas tentang wajibnya bagi setiap mukmin untuk wala (loyal) kepada kaum mu’minin dan bara’ (berlepeas diri) dari kaum kafir. Ada tiga hal yang telah dibahas kenapa harus memiliki sikap wala’ wal Bara’?
Pertama, Al-Wala’ Wal Bara’ merupakan lawazim (konsekuensi) dari kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. Kedua, Al-Wala’ Wal Bara’ merupakan dalil bagi kesempurnaan iman. Ketiga, Al-Wala’ Wal Bara’ merupakan tali iman yang paling kokoh.
Di dalam Al-Qur’an Sunnah, kita banyak menjumpai larangan loyal kepada orang-orang kafir. Salah satunya adalah firman Allah berikut ini:
تَرَىٰ كَثِيرًا مِّنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنفُسُهُمْ أَن سَخِطَ اللَّـهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ ﴿٨٠﴾ وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَـٰكِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ ﴿٨١﴾
“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.”
Bentuk-Bentuk Wala’ Yang Dilarang
Beberapa bentuk dan contoh wala’ ini bisa menyebabkan kekufuran atau dibawah itu yaitu maksiat yang belum sampai pada derajat kufur. Ada sebelas contoh yang disebutkan oleh Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahid rahimahullah. Semoga kita semua dapat waspada dari sikap-sikap yang dicontohkan.
Pertama, ridho terhadap kafirnya orang-orang kafir. Tidak tegas dalam mengkafirkan mereka. Ragu dengan kekafiran mereka. Hukum asalnya ridho terhadap kekafiran orang kafir adalah kafir dan mengeluarkan seseorang dari Islam.
Simak Penjelasan Lengkap dan Download Kajian Kitab Ahsanul Bayan: Sikap Al-Wala’ Wal Bara’ Bagian 3
Podcast: Play in new window | Download
Subscribe: RSS
[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/409307058″ params=”color=ff5500&auto_play=false&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false” width=”100%” height=”166″ iframe=”true” /]
Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.
Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :
Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com
Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :
Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv




