Telegram Rodja Official

Al-Ibanah

Dalil-Dalil Bahwa Orang-Orang Yang Beriman Melihat Allah di Surga Bagian 4 – Kitab Al-Ibanah

By  | 

Dalil-Dalil Bahwa Orang-Orang Yang Beriman Melihat Allah di Surga Bagian 4 adalah rekaman kajian ilmiah yang membahas masalah aqidah ahlussunnah wal jamaah.  Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. dari kitab الإبانة عن أصول الديانة Al-Ibanah ‘an Ushul ad-Diyanah atau ada juga yang menyebutnya dengan al-Ibanah fi Ushul ad-Diyanah, karya seorang ulama besar yang bernama Syaikh Imam Abul Hasan Ali bin Ismail al-Asy’ari rahimahullah atau terkenal dengan sebutan Imam Abul Hasan al-Asy’ari rahimahullah.

Download juga pengajian sebelumnya: “Dalil-Dalil Bahwa Orang-Orang Yang Beriman Melihat Allah di Surga Bagian 3 – Kitab Al-Ibanah

Kajian Tentang Dalil-Dalil Bahwa Orang-Orang Yang Beriman Melihat Allah di Surga Bagian 4 – Kitab Al-Ibanah

Diantara dalil yang disebutkan oleh Imam Abul Hasan al-Asy’ari rahimahullah adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat Al-An’am:

لَّا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ ۖ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ ﴿١٠٣﴾

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’am [6]: 103)

Baca Juga:
Tafsir Surat Al-Ma'arij - Bagian ke-2 - Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Ayat yang mulia ini dijadikan dalil bagi orang-orang Mu’tazilah untuk mengingkari nikmat melihat Allah di dalam surga atau akhrat kelak. Alasan mereka adalah bahwa Allah tidak bisa dilihat dengan mata. Ayat ini menafikan bahwa Allah tidak dapat dilihat oleh pandangan di dunia dan akhirat.

Akan tetapi Imam Abul Hasan al-Asy’ari rahimahullah menjelaskan bahwa hal tersebut adalah logika yang keliru. Jika kita memahami hal tersebut demikian, maka kita akan menolak ayat-ayat yang lain.

Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan dalam ayat yang lain:

…فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَـٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ ﴿٤٦﴾

“…Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (QS. Al-Hajj [22]: 46)

Jika seandainya Allah subhanahu wa ta’ala tidak bisa dilihat dengan alasan bahwa Allah melihat segala sesuatu di dunia, maka kita katakan bahwa kalimat بْصَارُ didalam bahasa arab bisa berarti pandangan mata kepala kita dan bisa juga berarti pandangan mata hati. Jika keduanya dinafikan, berarti Allah tidak bisa dipandang mata hati. Artinya Allah tidak bisa diketahui. Tentulah ini makna yang keliru.

Simak Penjelasan Lengkap dan Download MP3 Kajian Tentang Dalil-Dalil Bahwa Orang-Orang Yang Beriman Melihat Allah di Surga Bagian 4 – Kitab Al-Ibanah

Baca Juga:
Memahami Perintah-Perintah Allah - Bagian ke-3 - Kitab Mausu'ah Fiqh Al-Qulub (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link download pengajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Lihat Juga: Radio Streaming, Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Ceramah Lucu, Khutbah Idul Adha, Kultum, Ceramah Singkat, Shalawat, Shalat JenazahRukun IslamRukun Iman, Ziarah Kubur, Shalat Berjamaah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Belajar Bahasa Arab,

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.