Rodja Peduli

Al-Ibanah

Dalil-Dalil Bahwa Orang-Orang Yang Beriman Melihat Allah di Surga Bagian 4 – Kitab Al-Ibanah

By  |  pukul 10:22 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 04 Juni 2018 pukul 8:34 pm

Tautan: https://rodja.id/1w2

Dalil-Dalil Bahwa Orang-Orang Yang Beriman Melihat Allah di Surga Bagian 4 adalah rekaman kajian ilmiah yang membahas masalah aqidah ahlussunnah wal jamaah.  Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. dari kitab الإبانة عن أصول الديانة Al-Ibanah ‘an Ushul ad-Diyanah atau ada juga yang menyebutnya dengan al-Ibanah fi Ushul ad-Diyanah, karya seorang ulama besar yang bernama Syaikh Imam Abul Hasan Ali bin Ismail al-Asy’ari rahimahullah atau terkenal dengan sebutan Imam Abul Hasan al-Asy’ari rahimahullah.

Download juga pengajian sebelumnya: “Dalil-Dalil Bahwa Orang-Orang Yang Beriman Melihat Allah di Surga Bagian 3 – Kitab Al-Ibanah

Kajian Tentang Dalil-Dalil Bahwa Orang-Orang Yang Beriman Melihat Allah di Surga Bagian 4 – Kitab Al-Ibanah

Diantara dalil yang disebutkan oleh Imam Abul Hasan al-Asy’ari rahimahullah adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat Al-An’am:

لَّا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ ۖ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ ﴿١٠٣﴾

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’am [6]: 103)

Baca Juga:
Penjelasan tentang Makna Tauhid - Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

Ayat yang mulia ini dijadikan dalil bagi orang-orang Mu’tazilah untuk mengingkari nikmat melihat Allah di dalam surga atau akhrat kelak. Alasan mereka adalah bahwa Allah tidak bisa dilihat dengan mata. Ayat ini menafikan bahwa Allah tidak dapat dilihat oleh pandangan di dunia dan akhirat.

Akan tetapi Imam Abul Hasan al-Asy’ari rahimahullah menjelaskan bahwa hal tersebut adalah logika yang keliru. Jika kita memahami hal tersebut demikian, maka kita akan menolak ayat-ayat yang lain.

Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan dalam ayat yang lain:

…فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَـٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ ﴿٤٦﴾

“…Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (QS. Al-Hajj [22]: 46)

Jika seandainya Allah subhanahu wa ta’ala tidak bisa dilihat dengan alasan bahwa Allah melihat segala sesuatu di dunia, maka kita katakan bahwa kalimat بْصَارُ didalam bahasa arab bisa berarti pandangan mata kepala kita dan bisa juga berarti pandangan mata hati. Jika keduanya dinafikan, berarti Allah tidak bisa dipandang mata hati. Artinya Allah tidak bisa diketahui. Tentulah ini makna yang keliru.

Simak Penjelasan Lengkap dan Download MP3 Kajian Tentang Dalil-Dalil Bahwa Orang-Orang Yang Beriman Melihat Allah di Surga Bagian 4 – Kitab Al-Ibanah

Baca Juga:
Lafadz dan Penjelasan Doa Kafaratul Majelis

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link download pengajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.