Sungguh Istimewa Perkara Orang Yang Beriman – Al Wasaail Mufiidah Lil Hayaatis Sa’iidah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

By  |  pukul 10:45 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 10 Rajab 1439 / 27 Maret 2018 pukul 3:05 pm

Tautan: http://rodja.id/1qs

Sungguh Istimewa Perkara Orang Yang Beriman adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan kitab Al Wasaail Mufiidah Lil Hayaatis Sa’iidah, sebuah kitab buah karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah. Pembahasan ini disampaikan oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr. Kajian ini disampaikan pada 01 Rajab 1439 H / 18 Maret 2018 M.

Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.

Status program kajian kitab Al Wasaail Mufiidah Lil Hayaatis Sa'iidah: Aktif. إن شاء الله live setiap ahad dan senin sore Pukul 17:00 - 18:00 WIB dari Madinah.

Kajian sebelumnya: Kiat-Kiat Untuk Meraih Kabahagiaan – Al Wasaail Mufiidah Lil Hayaatis Sa’iidah

Kajian Tentang Sungguh Istimewa Perkara Orang Yang Beriman – Al Wasaail Mufiidah Lil Hayaatis Sa’iidah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh istimewa perkara seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)

Tentu keistimewaan ini tidak akan didapatkan kecuali oleh orang yang beriman. Dua orang yang mendapatkan kebaikan atau keburukan, akan tetapi bahwa keduanya berbeda dalam menanggapi kebaikan dan keburukan tersebut. Hal itu sesuai dengan kadar perbedaan iman dan amal shalih yang ada pada mereka.

Orang yang beriman dan beramal shalih akan senantiasa menghadapi dan menerima kebaikan atau keburukan dengan syukur atau sabar. Sehingga hal tersebut menjadikan dia bahagia, menghilangkan segala kesediahan, gundah-gulanah dan kepanikan serta kesempitan dada. Maka dengan hal tersebut sempurnalah kebahagiaan yang dia rasakan.

Adapun yang lain, yang tidak memiliki keimanan, dia akan menerima kebaikan atau nikmat dengan rasa sombong dan melampui batas sehingga akhlak-akhlaknya semakin buruk bahkan dia menerima nikmat tersebut seperti binatang yang sangat rakus. Kenikmatan tersebut tidak akan membuat dia bahagia. Bahkan dia tetap gelisah dari berbagai sisi. Gelisah karena dia takut akan hilangnya nikmat tersebut. Gelisah karena banyaknya pertikaian yang biasanya ditimbulkan dari nikmat-nikmat tersebut. Juga gelisah karena disebabkan hati manusia pada dasarnya tidak pernah puas pada nikmat yang diberikan. Dia selalu berharap untuk terus mendapatkan nikmat-nikmat yang banyak. Padahal nikmat tersebut bisa jadi didapatkan atau bisa jadi juga tidak mendapatkannya. Seandainya dia berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan, dia akan tetap gelisah dikarenakan hal-hal yang disebutkan di atas.

Apabila orang yang tidak beriman mendapatkan musibah, dia akan panik, takut, tidak tenang dan tentunya akan semakin sengsara. Juga dia akan mengalami penyakit-penyakit hati yang bisa membuat kehidupannya semakin parah. Hal ini dikarenakan dia tidak berharap pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala. Juga dia tidak mempunyai kesabaran yang dapat meringankan musibah yang dihadapi.

Maka dari sini kita mengetahui besarnya nikmat Allah subahanhu wa ta’ala kepada orang yang beriman. Karena seorang yang beriman senantiasa menerima nikmat-nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala dengan rasa syukur dan juga selalu bersabar ketika mendapatkan musibah sehingga orang yang beriman akan berhasil mendapatkan kemenangan didua keadaan. Baik ketika dia mendapatkan nikmat maupun ketika dia mendapatkan musibah.

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah mengatakan bahwa kita bisa melihat dengan mata kepala kita sendiri, apabila seseorang mendapatkan nikmat atau musibah, kita akan melihat perbedaan yang sangat besar antara orang beriman yang melaksanakan konsekuensi keimanannya dengan orang yang tidak melaksanakan konsekuensi dari keimanannya. Hal itu disebabkan karena agama kita menganjurkan untuk selalu qona’ah. Yaitu merasa puas atas segala yang Allah subahanahu wa ta’ala karuniakan kepada kita. Juga kita harus merasa puas atas segala apa yang Allah berikan kepada kita dari berbagai macam nikmat. Dan seorang yang beriman apabila diuji dengan kesakitan atau kemiskinan atau selainnya, maka kita ketahui bahwa setiap orang mungkin akan mendapatkan musibah seperti ini. Bisa jadi dia tertimpa sakit atau kemiskinan. Akan tetapi seseorang yang mempunyai keimanan yang baik, dia akan selalu qona’ah. Dia akan selalu puas dan ridho terhadap segala sesuatu yang Allah subahanahu wa ta’ala berikan kepadanya. Dia akan selalu bahagia dan tidak akan mencari hal-hal yang memang tidak ditakdirkan untuknya. Dia selalu melihat orang yang ada dibawahnya dan tidak melihat orang yang berada diatasnya. Bahkan bisa jadi kebahagiaannya semakin meningkat ketika dia melihat seorang yang sebenarnya mendapatkan apa yang dia inginkan dari keinginan-keinginan dunia akan tetapi dia tidak mempunyai sifat qona’ah.

Kita juga sering mendapati orang yang tidak melaksanakan konsekuensi keimanannya, apabila dia diuji dengan kemiskinan atau dia tidak berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan dari keinginan-keinginan dunia, dia akan merasa sangat putus asa dan sengsara. Ini adalah contoh sifat qona’ah yang disebutkan agar kita semakin jelas mengetahui tentang hal ini.

Simak Penjelasan Lengkap dan Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Sungguh Istimewa Perkara Orang Yang Beriman – Al Wasaail Mufiidah Lil Hayaatis Sa’iidah

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0:00
0:00