Telegram Rodja Official

Al-Ishbah

Ahlussunnah wal Jamaah Menyeru Manusia Kepada Kalimat Tauhid Bagian 2 – Kitab Al-Ishbah

By  | 

Ahlussunnah wal Jamaah Menyeru Manusia Kepada Kalimat Tauhid Bagian 2 yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. dalam pembahasan Kitab “Al-Ishbah fi Bayani Manhajis Salaf fi Tarbiyah wal Ishlah” karya Syaikh Abdullah bin Shalih Al-‘Ubailan hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada 20 Jumadil akhir 1439 H / 08 Maret 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: Ahlussunnah wal Jamaah Menyeru Manusia Kepada Kalimat Tauhid – Kitab Al-Ishbah

Kajian Islam Tentang Ahlussunnah wal Jamaah Menyeru Manusia Kepada Kalimat Tauhid Bagian 2 – Kitab Al-Ishbah

Diantara dalil yang telah dibacakan pada kajian sebelumnya adalah dalam surat Al-Baqarah ayat 155-157. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

…وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٥﴾ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّـهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ﴿١٥٦﴾ أُولَـٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ ﴿١٥٧﴾

“...Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah[2]: 155-157)

Baca Juga:
Hak-Hak Baitullah Al-Haram - Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Didalam kitab ini disebutkan bahwa kalimat ini merupakan obat yang paling manjur bagi orang yang tertimpa musibah. Yang paling bermanfaat untuknya apabila betul-betul memahami kalimat yang besar ini. “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Kalimat yang besar ini mengandung dua pokok yang sangat agung. Yang apabila seorang hamba memahami dengan betul-betul tentang makna yang terkandung dalam kalimat ini, pasti dia akan terhibur dari musibahnya.

Salah satunya adalah bahwa seorang hamba harus yakin bahwa dirinya, keluarganya, hartanya, pada hakikatnya ini semua adalah milik Allah subhanahu wa ta’ala. Dan Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kepadanya hanya sebagai pinjaman. Sebagaimana seseorang yang meminjamkan sesuatu kepada orang lain. Orang yang dipinjamkan tersebut tidak boleh menolak ketika orang yang meminjamkannya mengambilnya. Begitu juga halnya ketika ada musibah yang menimpa seorang hamba, apakah menimpa pada keluarganya, ditinggal meninggal anaknya, ibunya, suaminya, istrinya, atau hartanya hilang, maka harus sangat menyakini bahwa itu semua adalah titipan dari Allah subahanahu wa ta’ala. Cepat atau lambat Allah akan mengambil titipan ini. Ini makna dari kalimat Inna lillaah (sesungguhnya kita milik Allah). 

Kemudian yang kedua, wa innaa ilaihi raaji’uun (dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kita akan kembali). Ini adalah pokok besar yang kedua. Bahwa tempat kembali hamba itu hanya kepada Allah. Dan dia akan meninggalkan dunianya. Dia akan datang kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana Allah ciptakan pertama kali dulu. Tanpa harta, tanpa keluarga, tanpa apapun. Tetapi dia akan mendatangi Allah sendiri dengan membawa amalan yang telah dia lakukan. Apakah itu amalan kebaikan ataukah amalan keburukan.

Baca Juga:
Kehidupan Hasan bin Ali Setelah Perdamaian dengan Muawiyah

Oleh karena itu, kalimat yang besar ini harus betul-betul kita pahami dengan semestinya. Kita milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kita kembali. Mempertanggung jawabkan apa yang sudah kita lakukan di atas muka bumi ini. Tanpa keluarga, tanpa harta, tanpa teman, tidak ada orang belakang. Siapapun orangnya. Apakah dia pejabat atau rakyat, orang miskin atau orang kaya, apakah dia orang yang banyak teman atau yang sedikit temannya. Apapun warna kulitnya, semua akan kembali hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala sendiri.

Simak Kajian Lengkapnya dan Download MP3 Ceramah Agama Tentang Ahlussunnah wal Jamaah Menyeru Manusia Kepada Kalimat Tauhid Bagian 2 – Kitab Al-Ishbah

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda dan bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi yang lain.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Lihat Juga: Radio Streaming, Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Ceramah Lucu, Khutbah Idul Adha, Kultum, Ceramah Singkat, Shalawat, Shalat JenazahRukun IslamRukun Iman, Ziarah Kubur, Shalat Berjamaah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Belajar Bahasa Arab,

Baca Juga:
Meneladani Sifat Wara Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam - Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Hukum berdakwah dengan musik, Musik untuk berdakwah

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.