Telegram Rodja Official

Cara Mengobati Hati Agar Tenang Ketika Menghadapi Ujian – Kitab Al-Ishbah (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 8:57 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 17 Muharram 1440 / 27 September 2018 pukul 10:24 am

Tautan: http://rodja.id/1rg

Cara Mengobati Hati Agar Tenang Ketika Menghadapi Ujian yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. dalam pembahasan Kitab “Al-Ishbah fi Bayani Manhajis Salaf fi Tarbiyah wal Ishlah” karya Syaikh Abdullah bin Shalih Al-‘Ubailan hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada 27 Jumadil akhir 1439 H / 15 Maret 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: Ahlussunnah wal Jamaah Menyeru Manusia Kepada Kalimat Tauhid Bagian 2 – Kitab Al-Ishbah

Kajian Islam Tentang Cara Mengobati Hati Agar Tenang Ketika Menghadapi Ujian – Kitab Al-Ishbah

Diantara obat hati adalah hendaknya seorang hamba mengetahui bahwa kepahitan hidup di dunia pada hakikatnya kemanisan akhirat. Allah subhanahu wa ta’ala akan merubah kepahitan dunia menjadi kemanisan akhirat. Sedangkan kemanisan dunia adalah kepahitan akhirat.

Sesungguhnya berpindah dari rasa pahit yang sementara kepada kemanisan yang terus menerus adalah lebih baik dari pada kebalikannya. Apabila makna ini tersembunyi bagi engkau, maka hendaknya engkau memperhatikan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

Baca Juga:  Bab Malu dalam Menuntut Ilmu - Hadits 129-132 - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Badrusalam, Lc.)

“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.” (HR. Muslim)

Dalam hal ini, akal makhluk berderajat. Dan nampaklah hakikat dari manusia. Kebanyakan dari mereka lebih mengutamakan kesenangan yang sementara dari pada kesenangan yang kekal dan tidak pernah hilang di akhirat kelak. Tidak bisa menahan beban kepahitan yang sesaat untuk kesenangan yang selama-lamanya. Tidak bisa memikul beban kehinaan sesaat untuk mendapatkan kemuliaan yang abadi. Tidak bisa memikul beban ujian sesaat untuk mendapatkan kesenangan yang abadi.

Hal itu karena yang sekarang dia lihat merupakan sesuatu yang nyata sedangkan akhirat adalah sesuatu yang ghoib. Dan ditambah lagi dengan iman yang lemah serta syahwat menguasai. Maka hal itu melahirkan bagi diri seseorang menjadi lebih mengutamakan dunia dan menolak akhirat.

Baca Juga:  Bab Larangan Istinja Dengan Tangan Kanan - Hadits 153 - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Ini adalah keadaan dari pandangan yang hanya tertuju kepada sesuatu yang dzahir dari perkara-perkara. Adapun pandangan yang tajam menembus hijab dunia dan yang melampuinya kepada akibat dan tujuan, maka ini pandangan yang memiliki urusan yang lain. Orang yang bisa memandang ke akhirat dengan pandangan yang tajam, maka dia akan memandang bahwa pahitnya kehidupan dunia merupakan kesenangan kelak di akhirat. Kebalikannya, kesenangan maksiat dan syahwat maka itu merupakan kepahitan di akhirat kelak.

Ketika seseorang diuji oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan sesuatu yang menyempitkan hatinya, maka ingatlah bahwa itu semua akan dirubah oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan kesenangan dan kenikmatan di akhirat.

Baca Juga:  Khutbah Jum'at: Pertolongan Allah dengan Sabar dan Shalat

Simak Kajian Lengkapnya dan Download MP3 Ceramah Agama Tentang Cara Mengobati Hati Agar Tenang Ketika Menghadapi Ujian – Kitab Al-Ishbah

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda dan bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi yang lain.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Hukum berdakwah dengan musik, Musik untuk berdakwah

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.