Aqidah Ahlussunnah Tentang Sifat-Sifat Allah – Kitab Al-Ibanah (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

By  |  pukul 8:34 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 19 Ramadhan 1439 / 04 Juni 2018 pukul 8:39 pm

Tautan: http://rodja.id/1s7

Aqidah Ahlussunnah Tentang Sifat-Sifat Allah merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. dalam pembahasan Kitab Al-Ibanah ‘an Ushul ad-Diyanah karya Syaikh Imam Abul Hasan Ali bin Ismail al-Asy’ari rahimahullah atau terkenal dengan sebutan Imam Abul Hasan al-Asy’ari rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 30 Jumadil awal 1439 H / 16 Februari 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: Aqidah Ahlussunnah Tentang Dua Tangan Allah – Kitab Al-Ibanah (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

Kajian Aqidah Ahlussunnah Tentang Sifat-Sifat Allah – Kitab Al-Ibanah

Adalah seorang ulama Ahlussunnah yang merupakan mantan ulama ahlul kalam. Kemudian kembali kepada pangkuan sunnah. Yaitu Syaikh Imam Abul Hasan Ali bin Ismail al-Asy’ari rahimahullah. Tidak diragukan lagi tentang penisbatan kitab ini kepadanya. Kecuali orang-orang yang masih ingin menisbatkan kebatilan kepadanya. Yaitu kitab Al-Ibanah ‘an Ushul ad-Diyanah.

Beliau jelaskan dalam kitab tersebut tentang aqidah yang beliau imani dan yakini setelah kembali kepada pangkuan sunnah. Sebelumnya beliau adalah tokoh central ahlul kalam, mu’tazilah, al-kullabiyyah, kemudian diakhir kehidupannya, Allah memberikan taufiq dan hidayah sehingga beliau menyempatkan diri untuk menulis aqidah yang beliau yakini. Sehingga ketika ada orang yang bertanya kepada beliau, “Apa aqidah yang beliau yakini didalam hal ini?”. Masalah teologi, ketuhanan dan sifat Allah. Maka beliau dengan tegas dan nyata. Bahwa aqidah yang saya yakini adalah aqidah yang diyakini oleh Imam Ahlussunnah Imam Ahmad bin Hambal dan pada hakikatnya itulah aqidah Ahlussunnah yang betul-betul mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah.

Baca Juga:  Dua Keadaan Saat Seorang Hamba Berdiri dihadapan Rabbnya

Dari sini kita mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Terutama tentang pernyataan yang mengingkari dengan nyata tentang sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala. Hal ini dengan segala alasan. Yang kesimpulannya adalah Ta’wil dan persaksian yang negatif pada sifat Allah subhanahu wa ta’ala. Sehingga ayat demi ayat yang berkaitan dengan sifat Allah diingkari atau dita’wil dengan berbagai alasan. Yang alasan tersebut sama sekali tidak ada nilainya, logika yang rusak, tidak bisa dihadapkan kepada dalil jika kita memandang dengan kacamata yang benar.

Tapi begitulah seseorang yang sudah terkontaminasi dengan suatu pemikiran yang merusak pola-pikir dan logikanya. Maka suatu hal yang nyata  bertentangan dengan haq dia akan katakan bahwa itu adalah suatu kebenaran. Tentu ini adalah fitnah.

Bahwa tatkala kita berbicara tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah sesuai dengan yang tertera didalam Al-Qur’an dan Sunnah. Ini merupakan aqidah yang wajib kita imani dan yakini. Dan ini bukan aqidah sebuah kelompok yang terus berusaha disematkan kepadanya berbagai tuduhan-tuduhan yang negatif. Sehingga tatkala kita menjelaskan Al-Qur’an dan Sunnah tentang sifat-sifat Allah, secara spontanitas sebagian orang dengan sikap fanatik dan taqlidnya tidak mau membuka mata dan membaca serta mentadabbur dengan benar. Dengan mudah mereka akan mengatakan bahwa ini bukan aqidah Ahlussunnah. “Ini adalah aqidah kaum wahabi” kata mereka.

Baca Juga:  Bab Istighfar - Bagian ke-3 - Fiqih Do'a dan Dzikir (Ustadz Abdullah Zaen, M.A.)

Berbagai sifat Allah diingkari dengan alasan ini aqidah kaum wahabi. Kalau kita ingin jujur dan masih menggunakan akal yang sehat dan fitrah yang lurus, kita tinjau dari sisi hostorisnya, kapan hidupnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang mereka nisbatkan penamaan wahabi itu? atau mungkin Ibnu Taimiyah? Kita jujur saja membaca sejarah. Baca biografi mereka.

Kita akan mendapatkan Ibnu Taimiyah hidup di akhir abad ke-7 dan awal abad ke-8 H. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab hidup di awal abad ke-12 dan diakhir abad ke-11 H. Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah, apa aqidah yang diyakin kaum muslimin yang turun temurun sebelum muncul Ibnu Taimiyah, sebelum muncul Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, sebelum mucul kita ini.

Dan ini harus dijawab dengan jujur. Kalau seandainya mereka mengingkari sifaf-sifat Allah dengan mendatangkan dalil yang membutktikan bahwa aqidah Rasul dan aqidah para sahabat berbeda dengan apa yang mereka yakini dari ulama-ulama Ahlussunnah, saya dan para pendengar yang cinta kepada kebenaran dan ingin mempunyai aqidah yang benar, yang aqidah ini merupakan bekal kita untuk menghadapi Allah subhanahu wa ta’ala, maka kita katakan, “saya akan meyakini dan mengikuti hal itu”.

Baca Juga:  Pendidikan Mental Anak - Fiqhul Usrah (Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.)

Tapi itu tidak ada. Pernyataan, pentakwilan terhadap sifat, pengingkaran terhadap sifat, itu semua tidak ada dizaman sahabat, tidak ada dizaman Tabi’in. Ini baru muncul setelah munculnya kaum filsafat yang menularkan virus-virus mereka kepada ahlul kalam. Baru disini aqidah ternodai.

Simak Penjelasan Lengkapnya dan Download MP3 Kajian Tentang Aqidah Ahlussunnah Tentang Sifat-Sifat Allah – Kitab Al-Ibanah

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link Aqidah Ahlussunnah Tentang Sifat-Sifat Allah – Kitab Al-Ibanah yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

 

1 Comment

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.