Konsekuensi Jual Beli – Kitab Zadul Mustaqni (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

By  |  pukul 11:05 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 30 Rajab 1439 / 16 April 2018 pukul 11:05 am

Tautan: http://rodja.id/1sd

Konsekuensi Jual Beli adalah kajian yang disampaikan oleh: Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. yang merupakan rekaman kajian kitab زاد المستقنع في اختصار المقنع atau populer dengan sebutan Kitab Zadul Mustaqni. Kitab ini merupakan kitab fiqih Madzhab Hanbali, karya Syaikh Syarifuddin Abu Naja Musa bin Ahmad Al-Hajawi rahimahullah dan merupakan ringkasan dari Kitab Al-Muqni karya Ibnu Qudamah rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 20 Jumadil akhir 1439 H/ 08 Maret 2018 M.

Download kajian sebelumnya: Khiyar Karena Ada Perbedaan Waktu Atau Persyaratannya – Kitab Zadul Mustaqni

Download juga Kitab Zadul Mustaqni – Format PDF di sini

Kajian Tentang Konsekuensi Jual Beli – Kitab Zadul Mustaqni

Barang siapa yang membeli sesuatu yang ditakar dan dengan cara lainnya seperti ditimbang atau dengan hitungan unit atau juga dengan ukuran meter. Sah jual belinya. Dengan adanya akad, barang tersebut lazim menjadi milik dia.

Baca Juga:  Mendapatkan Bulan Ramadhan Bisa Mengangkat Derajat

Jadi, bila telah terjah terjadi jual beli, jual belinya sah. Jual beli yang telah sah tadi lazim dengan selesainya khiyar tadi akadnya mengikat. Kemudian jika ternyata yang dibeli dari seseorang tadi naik dan ingin dibatalkan, maka ini tidak bisa lagi. Sudah tidak ada khiyar. Penjual dan pembeli sudah berpisah dan mereka tidak meminta khiyar syarat.

Tapi dengan berpisah tadi, belum sempurna kepemilikannya, belum boleh dia jual belikan atau sewakan barang tersebut sebelum dia menerima barang tersebut. Ini yang sering terlupakan oleh kaum muslimin.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

عن ابْنَ عُمَرَ – رضى الله عنهما – يَقُولُ قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم –  مَنِ ابْتَاعَ طَعَامًا فَلاَ يَبِعْهُ حَتَّى يَقْبِضَهُ

Baca Juga:  Penanggulangan Radikalisme Pada Masa Kekhalifahan Ali

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang membeli bahan makanan, maka janganlah dia menjualnya hingga dia melakukan serah terima dengan pemilik pertama.” (HR. Bukhari, no. 2133 dan Muslim, no. 3922)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa, “Menurut saya, bukan hanya makanan saja. Tetapi seluruh barang yang dibeli tidak boleh dijualkan kembali sebelum dia menerimanya“. Ini merupakan qiyas yang paling tinggi karena yang mengqiyaskannya adalah sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Simak penjelasan lengkap dan download MP3 kajian tentang Konsekuensi Jual Beli – Kitab Zadul Mustaqni

Baca Juga:  Adab Berbicara - Bagian ke-3 - Kitab Fiqhul Akhlaq (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link download kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0:00
0:00