Aqidah Ahlussunnah Dalam Mengingkari Firqoh Jahmiyyah – Kitab Al-Ibanah (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

By  |  pukul 9:49 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 25 Muharram 1440 / 05 Oktober 2018 pukul 1:56 pm

Tautan: http://rodja.id/1ti

Aqidah Ahlussunnah Dalam Mengingkari Firqoh Jahmiyyah merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. dalam pembahasan Kitab Al-Ibanah ‘an Ushul ad-Diyanah karya Syaikh Imam Abul Hasan Ali bin Ismail al-Asy’ari rahimahullah atau terkenal dengan sebutan Imam Abul Hasan al-Asy’ari rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 21 Jumadil akhir 1439 H / 09 Maret 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: Aqidah Ahlussunnah Tentang Sifat Ilmu Allah – Kitab Al-Ibanah

Kajian Aqidah Ahlussunnah Tentang Aqidah Ahlussunnah Dalam Mengingkari Firqoh Jahmiyyah – Kitab Al-Ibanah

Setelah sebelumnya dijelaskan tentang berbagai sifat yang dimiliki oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang wajib kita imani, termasuk dalam hal itu adalah sifat ketinggian Allah, sifat tangan, mata, wajah, dan sifat-sifat yang lain seperti sifat ilmu, irodah.

Dalam penjelasan Imam Abul Hasan al-Asy’ari rahimahullah diatas, secara otomatis adalah bantahan terhadap sekte Jahmiyyah yang mengingkari sifat-sifat Allah. Maka perlu kita ketahui bahwa orang-orang yang mengingkari sifat-sifat Allah dan mentakwil sifat-sifat tersebut, kendati mengimani sebagian sifat yang lain, pada hakikatnya mereka adalah pengikut kaum Jahmiyyah.

Baca Juga:  Akhir Zaman Telah Tiba (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Adapun bantahan secara rinci terhadap orang-orang yang menyimpang dalam memahami masalah takdir. Yaitu mereka yang mengingkari takdir Allah subhanahu wa ta’ala bagi sebagian makhluk. Mereka mengetakan bahwa Allah yang menciptakan segala sesuatu akan tetapi perbuatan manusia tidak termasuk kedalam ciptaan Allah. Jadi manusia yang menciptakan hal itu. Ini adalah pemahaman sekte Mu’tazilah atau Al-Qodariyyah. Mereka menetapkan ada dua pencipta yang menciptakan alam semesta dan yang menciptakan perbuatan manusia.

Imam Abul Hasan al-Asy’ari rahimahullah membantah sisi pendalilan kaum Mu’tazilah tersebut dengan argumentasi-argumentasi yang sesuai dengan logika yang sehat dan benar. Akan tetapi agar pembahasan masalah takdir ini semakin jelas dan mudah dipahami, ada baiknya untuk dikaji dan dibahas aqidah Ahlussunnah secara umum tentang takdir.

Baca Juga:  Tasyabuh dengan Orang Kafir Menjadi Penghalang Istiqamah - Kitab 10 Kaidah Istiqamah (Ustadz Arman Amri, Lc.)

Sebagaimana yang kita maklumi bahwa iman kepada takdir merupakan salah satu rukun dari rukun-rukun iman yang enam.

Simak Penjelasan Lengkapnya dan Download MP3 Kajian Tentang Aqidah Ahlussunnah Dalam Mengingkari Firqoh Jahmiyyah – Kitab Al-Ibanah

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Baca Juga:  Al-Qur’an adalah Sebaik-Baik Penyembuh

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.