Hadits-Hadits Dhoif dan Palsu Seputar Ramadhan

By  |  pukul 2:51 am

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 03 Ramadhan 1439 / 19 Mei 2018 pukul 10:19 pm

Tautan: https://rodja.id/1uu

Hadits-Hadits Dhoif dan Palsu Seputar Ramadhan merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. secara langsung dari Masjid Nurul Falah, Jl. Hangtuah, Natuna. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 6 Sya’ban 1439 H / 22 April 2018 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Hadits-Hadits Dhoif dan Palsu Seputar Ramadhan

Hadits dhoif adalah kebalikan dari hadits shahih. Untuk mengetahui suatu hadits itu dhoif maka kita harus mengetahui terlebih dahulu syarat-syarat hadits shahih. Syarat hadits shahih ada lima. Yaitu:

  1. Sanadnya bersambung
  2. Diriwayatkan oleh perawi yang adil. Seorang perawi disebut adil jika memenuhi lima syarat. Yaitu muslim, baligh, berakal, selamat dari kefasikan (dosa-dosa besar), selamat dari adab-adab yang tidak sesuai denga Islam.
  3. Perawinya dhabit. Yaitu menguasai hadits dengan penguasaan yang sempurna dan selamat dari kesalahan.
  4. Hadits tersebut tidak syadz. Yaitu periwayatan perawi yang diterima menyelisihi periwayatan yang lebih tsiqoh (lebih terpercaya) darinya. Maka jika menyelisihi, dianggap hadits tersebut syadz.
  5. Tidak terdapat padanya penyakit yang bisa merusak keshahihannya. Penyakit hadits ini seringkali terjadi ketika terjadi perselisihan para perawi didalam meriwayatkan hadits-hadits.
Baca Juga:  Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 1198-1206 - TPP: Larangan Mendatangi Shalat dengan Tergesa-gesa hingga Larangan Memaksa Anak Wanita untuk Menikah (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Jika terpenuhi lima syarat di atas, maka kita hukumi bahwa hadits tersebut shahih. Tapi apabila tidak terpenuhi salah satu syarat dari lima ini, maka hadits itu disebut hadits dhoif.

Hadits dhoif ini bisa merusak agama Islam. Karena dengan adanya hadits dhaif dan palsu ini akhirnya disyariatkan sesuatu yang bukan syariat. Sebab jika sudah disandarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, orang akan menganggap bahwa itu adalah syariat Islam yang ternyata bukan.

Maka dari itu sudah sepantasnya kita sebagai umat Islam untuk berhati-hati dalam menyebarkan hadits. Sebelum menyebarkan hadits, wajib bertanya terlebih dahulu kepada ahlinya. Wajib memastikan terlebih dahulu apakah hadits yang hendak kita share itu shahih atau dhoif.

Jika kita menyebarkan hadits yang tidak berasal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, berarti kita tergolong sebagai orang yang berdusta atasnama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Lalu apa saja hadits-hadits dhoif dan palsu seputar ramadhan?

Simak Penjelasan Lengkapnya dan Download mp3 Ceramah Agama Islam Tentang Hadits-Hadits Dhoif dan Palsu Seputar Ramadhan

Baca Juga:  Mengenal Kitab Shahih Bukhari - Bagian ke-6 - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0:00
0:00