Telegram Rodja Official

Shaidul Khathir

Jerat-Jerat Setan Untuk Bermaksiat – Kitab Shaidul Khathir (Ustadz Badrusalam, Lc.)

By  |  pukul 10:33 am

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 05 Mei 2018 pukul 8:14 am

Tautan: http://rodja.id/1u2

Jerat-Jerat Setan Untuk Bermaksiat adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Shaidul Khathir, sebuah kitab yang berisi tentang fikiran-fikiran yang melintas dibenak Ibnul Jauzi rahimahullah yang lahir pada 509 atau 510 H. Pembahasan ini disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada 09 Rajab 1439 H / 26 Maret 2018 M.

Download kajian sebelumya: Hakikat Dunia – Kitab Shaidul Khathir (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Kajian Tentang Jerat-Jerat Setan Untuk Bermaksiat – Kitab Shaidul Khathir

Ibnul Jauzi memperhatikan orang-orang yang berani mengikuti syahwat yang terlarang. Padahal syahwat yang terlarang itu bisa menjerumuskan kepada kekufuran. Maksiat-maksiat yang besar, jika pelakunya tidak mau bertaubat dan justru terus-menerus melakukannya, maka akan menyeret pelakunya kepada anggapan bahwa maksiat tersebut diperbolehkan. Atau pada satu titik dia akan memusuhi orang yang melarangnya dan bahkan bisa membuat hatinya benci kepada ketaatan. Hal ini dikarenakan hatinya telah dihiasi dan cinta kepada maksiat. Dan membenci ketaatan sendiri merupakan kekufuran.

Oleh karena itu, para ulama menyebutkan bahwa maksiat merupakan corong kepada kekafiran. Setelah Ibnul Jauzi mengamati, tampak padanya bahwa manusia ketika melaksanakan yang terlarang itu ada dua macam.

Baca Juga:
Hikmah Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah dan Rasul-RasulNya

Pertama, orang yang bodoh. Dia tidak tahu kalau perbuatan maksiat yang sedang dilakukan itu merupakan perbuatan yang dilarang. Maka orang yang seperti ini diberikan maaf oleh Allah. Dengan syarat bahwa kebodohan itu bukan karena kesengajaan. Namun untuk jenis orang bodoh yang sengaja ingin dirinya bodoh dan tidak ingin menuntut ilmu sama sekali. Tidak mau duduk di majelis ta’lim, tidak mau mendengarkan ceramah, tidak mau mempelajari Al-Qur’an dan hadits. Sementara penyeru-penyeru kebaikan banyak dan Al-Qur’an ada dirumahnya. Maka yang seperti ini, dia diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sanksi akibat perbuatannya tersebut. Ada juga orang yang tidak tahunya bukan karena dia menganggap remeh menuntut ilmu. Dia menuntut ilmu, tapi memang masih banyak ilmu yang belum dia ketahui. Sehingga dia akhrnya jatuh pada perbuatan yang dilarang yang dia anggap hal itu boleh. Maka yang seperti ini insyaAllah dimaafkan.

Kedua, adalah orang yang menganggap bahwa perbuatan yang terlarang itu adalah makruh. Maka yang jenis ini mirip seperti yang pertama. Karena orang yang menganggap makruh ini ada dua macam. Ada orang yang setelah melihat dalil dan hujjah, dia lebih condong kepada pendapat yang memakruhkan. Maka yang seperti ini tidak berdosa sama sekali. Kalau ternyata salah disisi Allah, maka dia diberikan pahala satu. Jenis yang kedua adalah orang yang ketika melihat pendapat ulama, dia tidak melihat dalil. Ketika ulama berbeda pendapat, dia mengambil pendapat yang sesuai dengan seleranya. Maka orang yang seperti ini bisa saja berdosa.

Baca Juga:
Mempersiapkan Anak Untuk Berdakwah

Diantara mereka juga ada yang mentakwil dengan takwil yang salah. Mereka berpendapat dengan suatu pendapat bahwa suatu hal hukumnya boleh. Tapi ternyata argumennya lemah. Sehingga dia jatuh pada kesalahan tersebut. Maka yang seperti ini mirip dengan yang kedua tadi. Jika dia jatuh kepada kesalahan kerena mengikuti hawa nafsu maka dia berdosa. Tapi kalau ternyata seseorang telah berusaha mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk mencari kebenaran dan niatnya adalah untuk mencari kebenaran, maka pada waktu itu orang seperti ini insyaAllah dimaafkan.

Ada juga dianatara orang yang melakukan kemaksiatan itu, dia tahu bahwa yang dia lakukan itu hukumnya haram. Namun ternyata dia kalah dengan syahwatnya. Sehingga ketika syahwatnya telah mengalahkan dirinya, menjadikan dia selalu menginginkan maksiat tersebut. Kenikmatan maksiat tersebut menjadikan dia lupa kepada ilmunya. Pencuri yang mencuri, dia lupa bahwa orang yang mencuri akan dipotong tangannya. Itu semua dia lupakan karena hanya ingin mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Palaku zina, dia tidak ingat bahwa zina dapat merusak kehormatannya, keluarganya dan bahkan badannya dan juga akhiratnya. Tapi ternyata syahwatnya mengalahkan ilmunya tersebut.

Simak Penjelasan Lengkapnya dan Download MP3 Kajian Tentang Jerat-Jerat Setan Untuk Bermaksiat – Kitab Shaidul Khathir


Jangan lupa untuk turut membagikan link download kajian ini ke akun media sosial yang Anda miliki, baik Facebook, Twitter, Google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahufiikum

3 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 4

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.