Kisah Dua Orang Amanah Yang Melakukan Jual Beli

By  |  pukul 11:33 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 07 Dzulqa'dah 1439 / 20 Juli 2018 pukul 10:04 am

Tautan: http://rodja.id/1ui

Kejujuran Dalam Menunaikan Amanah  merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. dalam pembahasan Kitab Ahsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman karya Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahid rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 14 Sya’ban 1439 H / 30 April 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: Kejujuran Dalam Menunaikan Amanah – Kitab Ahsanul Bayan

Download kitab أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” versi PDF di sini

Kajian Tentang Kejujuran Dalam Menunaikan Amanah – Kitab Ahsanul Bayan

Shalat adalah amanah, wudhu juga amanah, timbangan amanah, takaran amanah dan yang paling berat adalah barang titipan. Dan ketika seseorang menyia-nyiakan amanah, maka dihari kiamat orang tersebut akan mengejar amanah tersebut di neraka. Oleh karena itu amanah yang dipikulkan kepada kita bukan sesuatu yang ringan.

Baca Juga:  Hukum Mendengarkan Musik Bagi Wanita

Amanah adalah perkara yang sangat besar dan kalau tidak ditunaikan sangat berbahaya bagi yang memikul amanah tersebut. Oleh karena itu didalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مِنْ عَلاَمَاتِ الْمُنَافِقِ ثَلاَثَةٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ

Di antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara, dusta; jika berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, ia khianat.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan,

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ وَإِنْ صَامَ وَصَلَّى وَزَعَمَ أَنَّهُ مُسْلِمٌ

Tanda munafik itu ada tiga, walaupun orang tersebut puasa dan mengerjakan shalat, lalu ia mengklaim dirinya muslim.” (HR. Muslim)

Selanjutnya adapun kisah dua orang amanah yang melakukan jual beli adalah kisah yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Baca Juga:  Bimbingan Islam: Kaidah Amar Ma'ruf Nahi Munkar - 28 Agustus 2013 (Ustadz Jazuli, Lc.)

Ada seseorang yang membeli dari seseorang sebidang tanah. Kemudian pembeli tersebut mendapati didalam tanah tersebut ada seguci emas. Lalu dia bergegas kepada pemilik sebelumnya dan menyerahkan emas tersebut. Pembeli tersebut mengatakan, “ambil emasmu dariku, saya hanya membeli tanah dan tidak membeli emas”.

Penjual tanah itu berkata, “aku menjual kepadamu tanah dan apa yang ada didalamnya.” Maka keduanya mendatangi seseorang dan meminta agar dihukumkan perkara keduanya ini. Berkatalah orang yang menghukumi keduanya, “apakah kalian berdua mempunyai anak?” Salah satu dari keduanya mengatakan bahwa dia punya anak laki-laki dan satu yang lainnya mengatakan dia mempunyai anak perempuan. Orang yang menghukumi keduanya berkata, “nikahkanlah anak laki-laki ini dengan anak wanita tadi dan berikanlah mereka nafkah dari harta tersebut dan bersedekahlah kalian berdua.”

Baca Juga:  Tanda Sempurnanya Akal - Kitab Shaidul Khathir (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Orang yang membeli tadi tidak langsung senang ketika mendapatkan emas. Dia khawatir jika itu bukan milik dia. Apakah diantara kita melakukan hal ini wahai umat Islam?

Simak Penjelasan Lengkap dan Download Kajian Tentang Kejujuran Dalam Menunaikan Amanah – Kitab Ahsanul Bayan

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Telegram Rodja Official

1 Comment

    Tinggalkan Balasan

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.