Telegram Rodja Official

Keutamaan Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

By  |  pukul 8:30 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 23 Ramadhan 1439 / 08 Juni 2018 pukul 8:40 am

Tautan: https://rodja.id/1wi

Keutamaan Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan kitab Wa Ja a Syahru Ramadhan, sebuah kitab buah karya Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr. Pembahasan ini juga disampaikan oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 18 Ramadhan 1439 H / 03 Juni 2018 M.

Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.

Download kajian sebelumnya: Puasa Ramadhan Mengangkat Derajat

Kajian Tentang Keutamaan Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan – Kitab Wa Ja a Syahru Ramadhan

Sesungguhnya bulan ramadhan yang penuh berkah ini, seluruh hari-harinya adalah hari-hari yang berkah dan penuh rahmat baik itu siangnya maupun malamnya. Dan sepuluh hari terakhir dibulan ramadhan mempunyai keistimewaan yang lebih dari hari-hari yang lainnya dibulan ramadhan. Oleh karena itu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabat-sahabat beliau, mereka semua mengagungkan sepuluh hari terakhir dibulan ramadhan dan lebih bersungguh-sungguh dari pada hari-hari lainnya. Imam Ahmad dalam musnadnya juga Imam Muslim dalam kitab shahihnya meriwayatkan:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: – كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Baca Juga:  Kisah Dalam Mengingkari Bid’ah

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.”  (HR. Bukhari dan Muslim).

Arti dari mengencangkan ikat pinggangnya yaitu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam beribadah dan menjauhi istri-istrinya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berhubungan badan dengan mereka dimalam-malam sepuluh terakhir dan sibuk bermunajat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Hal ini beliau lakukan karena mengharap pahala yang besar disepuluh hari terakhir, juga agar mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar.

Adapun arti dari perkataan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “menghidupkan malam-malamnya” yaitu Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak tidur karena sibuk beribadah, mendekatkan diri kepada Allah dan menghidupkan malam-malam beliau dengan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Ketahuilah bahwa tidur adalah sudara dari kematian dan tidak akan hidup ruh, badan, umur dan waktu seseorang kecuali dengan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Karena inilah kehidupan yang sebenarnya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

أَوَمَن كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَن مَّثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿١٢٢﴾

Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am[6]:122)

Baca Juga:  Hukum Allah VS Hukum Manusia

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menamakan jasad-jasad itu sebagai orang yang mati padahal mereka berjalan, makan dan minum diatas muka bumi. Hal itu dikarenakan mereka jauh dari keimanan dan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala bahkan mereka sibuk melakukan maksiat, kefasikan dan kedzaliman.

Arti dari perkataan ‘Aisyah, “beliau membangunkan istri-istrinya” yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangunkan keluarganya untuk shalat dan beribadah kepada Allah di malam-malam sepuluh terakhir ini. Dan ini menunjukkan kesempurnaan perhatian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada keluarganya dan bagaimana beliau menjaga tanggung jawab yang Allah subhanahu wa ta’ala bebankan kepadanya. Ini juga menunjukkan semangat beliau menunjukkan kepada kebaikan dan seorang yang menunjukkan kepada kebaikan maka mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya. Disamping dia akan mendapatkan pahala ibadah yang ia lakukan sendiri.

Dalam hadits ini juga ada makna bahwa umat ini dianjurkan untuk mengikuti jejak Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yaitu untuk memperhatikan anak-anak mereka, terutama dibulan yang mulia ini mereka diperintahkan untuk mengawasi ibadah anak-anak mereka dan untuk menganjurkan kepada mereka agar senantiasa beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Juga agar mereka selalu memberikan motivasi kepada anak-anak mereka agar mereka bersemangat dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’laa.

I’TIKAF

Maksud dari i’tikaf yaitu seorang memutuskan hubungan dari seluruh manusia agar ia konsentrasi beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala di masjid dari masjid-masjid Allah subhanahu wa ta’ala dengan harapan mendapatkan karunia dan pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala. Juga dengan harapan mendapatkan malam Lailatul Qadar. Oleh karena itu, seharusnya bagi orang yang beri’tikaf untuk menyibukkan diri dengan berdzikir, membaca Al-Qur’an, shalat dan beribadah serta menjauhi apa yang tidak penting dari obrolan-obrolan tentang dunia. Dan tidak mengapa seseorang berbicara tentang pembicaraan yang diperbolehkan bersama keluarganya atau selainnya untuk suatu kemaslahatan.

Baca Juga:  Khutbah Jum'at: Kata Mutiara Semangat Dalam Hidup dan Kebaikan

Simak Penjelasan Lengkap dan Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Keutamaan Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan – Kitab Wa Ja a Syahru Ramadhan

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Download: Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Khutbah Idul Adha, kultum, ceramah singkat

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.