Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 94 – 97

By  |  pukul 10:45 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 08 Syawwal 1439 / 22 Juni 2018 pukul 10:45 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=31328

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 94 – 97 adalah kajian tafsir Al-Quran yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan RodjaTV pada Selasa, 30 Rajab 1439 H/ 17 April 2018 M. 

Download juga kajian sebelumnya: Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 93 – 96

Kajian Tafsir Al-Quran: Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 94 – 97

Dalam ayat ke 93 ini Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

قُلْ إِن كَانَتْ لَكُمُ الدَّارُ الْآخِرَةُ عِندَ اللَّـهِ خَالِصَةً مِّن دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ ﴿٩٤﴾

Katakanlah: “Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar.” (QS. Al-Baqarah[2]: 94)

Dalam ayat ini Allah menantang bani Israil yang mengaku sebagai anak Allah dan mereka juga mengatakan bahwa mereka tidak akan masuk neraka kecuali beberapa hari saja. Kemudian setelah itu mereka berkeyakinan bahwa umat Islam yang akan menggantikan mereka di neraka. Maka Allah menantang mereka. Apabila memang kehidupan akhirat itu hanya untuk mereka tanpa manusia yang lain, Allah memerintahkan untuk mengingat kematian. Namun mereka tidak akan pernah menginginkan kematian itu.

Baca Juga:  Sifat Murah Hati dan Suka Membantu

وَلَن يَتَمَنَّوْهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ۗ وَاللَّـهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ ﴿٩٥﴾

Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya.”  (QS. Al-Baqarah[2]: 95)

Oleh karena itu, sebenarnya mereka tahu bahwa mereka melakukan kesalahan fatal. Mereka membunuh para Nabi. Mereka juga mengingkari risalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam. Maka Allah mengatakan bahwa mereka tidak akan berani mengharapkan kematian.

Orang yang banyak berbuat dosa, kalau mereka mengingat kematian maka mereka akan berkata bahwa mereka tidak siap. Ini karena mereka sadar bahwa dirinya banyak dosa.

وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَىٰ حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَن يُعَمَّرَ ۗ وَاللَّـهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ ﴿٩٦﴾

Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling semangat kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Baqarah[2]: 96)

Baca Juga:  Ahlussunnah Mendakwahkan Islam dengan Akhlaqul Karimah

Pada ayat ini Allah menyebutkan keadaan orang-orang Yahudi, Nasrani, orang-orang musyrik, orang yang tidak beriman kepada risalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka menjadi orang yang paling mencintai dunia. Bahkan demi untuk menghalalkan dunia, akhirnya mereka halalkan segala macam cara.

Faidah Ayat:

Syaikh Utsaimin rahimahullah mengatakan faidah dari ayat ini:

Pertama, bahwa ayat ini mendustakan klaim orang Yahudi yang mengatakan bahwa “akhirat untuk kami dan dunia untuk kalian. Kami tidak akan dibakar kecuali beberapa hari saja“. Sebagian ulama menafsirkan bahwa agar mengajak mereka untuk mubahalah (saling bersumpah, siapa yang diatas kedustaan dan kesesatan, maka dalam beberapa hari ini dia akan mati). Dan mereka tidak akan berani melakukan itu. Karena mereka adalah orang yang sangat mencintai dunia dan mereka juga sadar dengan dosa-dosa yang mereka lakukan.

Kedua, orang kafir pasti membenci kematian. Hal ini dikarenakan mereka tahu apa yang akan mereka rasakan nanti setelah kematian.

Ketiga, penetapan akan adanya sebab musabab. Mereka benci kematian dan tidak mau bertemu dengan Allah. Hal itu karena disebabkan oleh dosa-dosa mereka. Berarti ada sebabnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa umat Islam akan terkena penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati). Artinya kalau kita sudah benar-benar mencintai dunia, pasti mau tidak mau kita akan takut dengan kematian. Maka dari itu Allah tidak mungkin mengadzab tanpa sebab. Allah tidak mungkin menyesatkan tanpa sebab. Semua hal pasti ada sebabnya. Kita sakit, pasti ada sebabnya.

Baca Juga:  Bersihkan Hati Dari Hasad

Bagaiaman Penjelasan Lengkapnya? Simak dan Download MP3 Kajian Tafsir Al-Quran: Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 94 – 97

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi orang lain.

 

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.