Jangan Zalim Sekalipun Kepada Musuh

By  |  pukul 6:35 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 26 Syawal 1439 / 10 Juli 2018 pukul 7:40 am

Tautan: https://rodja.id/1xi

Jangan Zalim Sekalipun Kepada Musuh merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Haidar As-Sundawy dalam pembahasan Kitab Al-Qaulul Mufid karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 6 Jumadal Akhirah 1439 H / 23 Februari 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: Nasib Penggambar Makhluk Bernyawa di Akhirat

Kajian Tentang Jangan Zalim Sekalipun Kepada Musuh – Kitab Al-Qaulul Mufid

Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat seorang amir untuk pasukan yang besar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan memberikan wasiat agar sang amir bertakwa kepada Allah dan hendaklah berbuat baik kepada kaum muslimin yang ikut berperang bersamanya. Lalu beliau menyuruh mereka berperang dengan nama Allah dijalan Allah lalu disebutkan larangan dari beberapa kedzaliman. Dalam sebuah hadits dijelaskan:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا أَمَّرَ أَمِيرًا عَلَى جَيْشٍ أَوْ سَرِيَّةٍ أَوْصَاهُ فِي خَاصَّتِهِ بِتَقْوَى اللهِ وَمَنْ مَعْهُ مِنَ الْمُسْلِمِينَ خَيْرًا، ثُمَّ قَالَ: اغْزُوا بِاسْمِ اللهِ، في سَبِيلِ اللهِ، قَاتِلُوا مَنْ كَفَرَ بِاللهِ، اغْزُوا وَلَا تَغُلُّوا وَلَا تَغْدِرُوا وَلَا تَمْثُلُوا وَلَا تَقْتُلُوا وَلِيدًا وَإِذَا لَقِيتَ عَدُوَّكَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ فَادْعُهُمْ إِلَى ثَلَاثِ خِصَالٍ -أَوْ خِلَالٍ- فَأَيَّتُهُنَّ مَا أََجَابُوكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى الْإِسْلَامِ، فَإِنْ أَجَابُوكَ فَاقْبَلْ مِنْهُمْ وَكُفَّ عَنْهُمْ…

Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bila menetapkan seorang komandan sebuah pasukan perang yang besar atau kecil, beliau berpesan kepadanya secara khusus untuk bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan berbuat baik kepada kaum muslimin yang bersamanya, lalu beliau mengatakan: “Berperanglah dengan menyebut nama Allah, di jalan Allah.Perangilah orang yang kafir terhadap Allah. Berperanglah, jangan kalian melakukan ghulul (mencuri rampasan perang), jangan berkhianat, jangan mencincang mayat, dan jangan pula membunuh anak-anak. Bila kamu berjumpa dengan musuhmu dari kalangan musyrikin, maka ajaklah kepada tiga perkara. Mana yang mereka terima, maka terimalah dari mereka dan jangan perangi mereka. Ajaklah mereka kepada Islam, kalau mereka terima maka terimalah dan jangan perangi mereka…” (HR. Muslim)

Dalam hadits di atas disebutkan larangan dari beberapa kedzaliman, yaitu:

1. Jangan Ghulul (korupsi)

Dilarang menyembunyikan harta rampasan perang dari panglima perang. Ini termasuk dosa besar. Allah mengancam dalam firmanNya:

وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَن يَغُلَّ ۚ وَمَن يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ ﴿١٦١﴾

Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.” (QS. Ali Imran[3]: 161)

Itu adalah hukuman di akhirat. Adapun hukuman di dunia, orang-orang yang mengambil harta umat mereka diberikan sanksi dengan cara dimusnahkan atau dibakar seluruh harta miliknya. Kecuali mushaf Al-Qur’an, senjata dan binatang peliharaan yang memiliki ruh. Selain tiga hal tersebut maka dibakar.

2. Jangan Berkhianat

Jangankan berkhianat kepada kawan atau komandan perang. Khianat kepada musuh pun terlarang dalam beberapa kasus. Bila antara kaum muslimin dengan kaum kafir tidak ada perjanjian apa-apa dan terjadi peperangan, maka dibolehkan melaksanakan tipuan. Karena pada hakikatnya perang itu tipu daya. Menetapkan strategi, taktik yang bisa menipu musuh baik peperangan masalah ataupun perang tanding satu lawan satu.

Yang tidak boleh berkhianat adalah (walaupun kepada musuh) jika antara kaum  muslimin dengan kaum kafir ada perjanjian yang disepakati. Selama mereka berpegang teguh kepada perjanjian itu, selama itu juga kita tidak boleh khianat.

…فَمَا اسْتَقَامُوا لَكُمْ فَاسْتَقِيمُوا لَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّـهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ ﴿٧﴾

“…maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah[9]: 7)

Adapun jika ada perjanjian untuk berdamai. Tapi khawatir melihat karakter orang kafir tidak bisa dipercaya pada saat-saat yang gawat. Maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka lalu kita batalkan apa yang telah kita sepakati.

Simak Kajian Lengkapnya, Download dan Sebarkan mp3 Ceramah Agama Islam Tentang Jangan Zalim Sekalipun Kepada Musuh – Kitab Al-Qaulul Mufid

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0:00
0:00