Al-Qur’an adalah Sebaik-Baik Penyembuh

By  |  pukul 8:09 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 09 Muharram 1440 / 19 September 2018 pukul 1:10 pm

Tautan: https://rodja.id/1xw

Al-Qur’an adalah Sebaik-Baik Penyembuh merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abdullah TaslimM.A. dalam pembahasan Kitab Ad Daa’ Wa Ad Dawaa’ karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 7 Dzul Qa’idah 1439 H / 12 Juli 2018 M.

Download mp3 kajian sebelumnya: Tidaklah Allah Menurunkan Penyakit Kecuali Dia Juga Menurunkan Penawarnya

Kajian Islam Ilmiah Tentang Al-Qur’an adalah Sebaik-Baik Penyembuh – Kitab Ad Daa’ Wad Dawaa’

Dalam hal ini berhubungan dengan penyakit hati manusia, penyakit didalam dada manusia. Allah subhanahu wa ta’ala turunkan wahyu petunjuk dariNya sebagai sebaik-baik pengobatan.

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا ﴿٨٢﴾

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra'[17]: 82)

Orang yang mempelajari Al-Qur’an tidak akan rugi. Tidak hanya mempertimbangkan pahala dan keutamaan disisi Allah, bukan hanya sebagai sebab yang hanya menambah dan menguatkan imannya, memperbaiki hubungannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Lebih dari itu, penghalang-penghalang yang menghalangi iman, ikhlas, cinta, takut, berharap kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan semua unsur-unsur yang menguatkan iman, dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala akan dihilangkan dan penyakit itu akan disembuhkan ketika seorang muslim membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan merenungkan kandungan isinya.

Baca Juga:  Perkara-Perkara yang Bisa Menumbuhkan Iman - Bagian ke-15 - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Suatu hari ada beberapa orang dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang melakukan perjalanan, mereka singgah di salah satu perkampungan dari perkampungan arab pedalaman. Mereka mampir dan minta untuk dijamu sebagai tamu. Ternyata penduduk kampung tersebut enggan untuk menjamu mereka. Lalu pada waktu itu, kepala suku atau pimpinan dari perkampungan tersebut sedang sakit karena disengat binatang buas. Kemudian penduduk kampung tersebut berusaha untuk mengobati sang pimpinan itu dengan segala cara yang mereka mampu, tapi tidak ada yang bisa bermanfaat. Maka mereka berkata satu sama yang lainnya agar datang kepada tamu yang mereka berfikir mungkin salah satu diantara mereka mempunyai pengobatan yang bisa digunakan untuk mengobati pimpinan mereka. Akhirnya mereka mendatangi para sahabat. Salah seorang dari sahabat berkata bahwa mereka bisa meruqyahnya. Akhirnya sahabat membacakan surat Al-Fatihah sampai selesai, maka dengan izin Allah pimpinan tersebut sembuh. Bahkan dalam keadaan segar kembali seolah-olah dia baru saja lepas dari ikatan yang membelenggu dia.

Kisah di atas menunjukkan kepada kita bahwa surat Al-Fatihah merupakan pengobatan. Dan ternyata bukan hanya untuk penyakit hati. Namun juga bisa untuk penyakit anggota badan. Kedudukan Al-Qur’an sebagai Syifa’ bukan hanya untuk penyakit hati saja, meskipun sebesar-besar penyakit yang paling pantas untuk kita usahakan pengobatannya adalah penyakit yang berhubungan dengan hati yang kotor, lemahnya tauhid dan penghambaan diri kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Membaca surat Al-Fatihah ini merupakan pengobatan yang sangat mudah. Tentu saja pengobatan bukan hanya dilihat dari pengaruh pengobatan tersebut. Tapi tentu juga harus dilihat siapa yang menggunakan pengobatan ini dan bagaimana tabiat pasien yang diobati bisa berpengaruh padanya pengobatan tersebut.

Baca Juga:  Bahaya Ahli Bid'ah Terkadang Lebih Besar dari Bahaya Orang Kafir - Al-Ishbah (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Seandainya seorang hamba benar-benar memanfaatkan pengobatan surat Al-Fatihah dengan baik, maka dia akan melihat satu pengaruh penyembuhan yang sangat luar biasa. Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan kemudahan bagi kita dalam urusan penyembuhan penyakit. Hanya saja pertanyaanya siapa yang bisa memanfaatkan ini dengan sebaik-baiknya? Siapa yang ketika menggunakan ini sebagai pengobatan benar-benar meyakini dari hatinya dengan bersandar kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk menjadi penyebab obat tersebut bisa memberikan pengaruh kuat kepada pengobatan tadi.

Ibnu Qayyim menyebutkan pengalaman beliau. Beliau pernah tinggal beberapa lama di kota Mekah yang ketika itu beliau ditimpa beberapa macam penyakit. Dan beliau tidak mendapati tabib yang bisa mengobati ataupun obat yang bisa diminum. Maka beliau selalu mengobati dirinya dengan membaca surat Al-Fatihah, maka beliau melihat pengaruh yang sangat luar biasa. Dan ketika ia menceritakan hal ini kepada orang-orang yang mengadukan sakit, kemudian mereka mempraktikkan, maka kebanyakan dari mereka disembuhkan segera dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala.

Tentu ini kekhususan bagi orang yang beriman kepada Allah dengan penyandaran hati yang benar. Ketika membaca surat Al-Fatihah ini dengan penuh perenungan dan dia meyakini bahwa ini adalah sebab, sedangkan Allah subhanahu wa ta’ala yang menentukan. Tentu bacaannya adalah dengan bacaan yang benar.

Baca Juga:  Akhlak kepada Allah Ta'ala - Bagian ke-6 - Bimbingan Islam (Ustadz Jazuli, Lc.)

Ada hal yang harus dipenuhi supaya timbul pengaruh yang kita inginkan dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala. Yaitu bahwa dzikir yang dicontohkan dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ayat-ayat dan do’a-do’a perlindungan adalah sesuatu yang benar. Namun hal ini menuntut adanya obyek yang bisa menerimanya. Jika obatnya bermanfaat namun yang hendak disembuhkan tidak bisa menerima obat tersebut, maka tentu ini tidak akan jadi.

Simak Kajian Lengkapnya, Download dan Sebarkan mp3 Ceramah Agama Islam Tentang Al-Qur’an adalah Sebaik-Baik Penyembuh – Kitab Ad Daa’ Wad Dawaa’

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.