Shalat Terakhir Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

By  |  pukul 7:11 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 18 Dzulqa'dah 1439 / 31 Juli 2018 pukul 1:14 pm

Tautan: https://rodja.id/1xz

Shalat Terakhir Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Kitab Ta’dhim Ash Shalah, sebuah kitab buah karya Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr. Pembahasan ini juga disampaikan oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 1 Dzul Qa’idah 1439 H / 15 Juli 2018 M.

Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.

Download juga kajian sebelumnya: Keistimewaan-Keistimewaan Shalat

Kajian Tentang Shalat Terakhir Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam – Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Kisah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengandung banyak pelajaran yang bisa kita petik. Salah satu pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah wafatnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tentang mulia dan tingginya kedudukan shalat.

Ketahuilah bahwa shalat terakhir yang dilaksanakan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu menjadi imam bagi orang-orang beriman dan para sahabat. Yaitu shalat dzuhur pada hari kamis. Setelah itu, sakit Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bertambah parah. Selama tiga hari beliau tidak mampu keluar melaksanakan shalat jama’ah bersama para sahabat. Dimulai dari hari jum’at, sabtu dan ahad. Pada tiga hari tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta sahabat Abu Bakar As-Siddiq radhiyallahu ‘anhu untuk memimpin shalat.

Baca Juga:  Hak Ilmu - Bagian ke-1 - Tabshiratul Anam (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Pada waktu fajar hari senin, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat. Beliau membuka tabir kamarnya untuk melihat sahabat-sahabatnya yang sedang shalat. Dan itu adalah tatapan perpisahan. Yang mana perpisahan ini sungguh sangat luar biasa.

Sahabat Abu Bakar ketika memimpin shalat para sahabat, yang mana ketika itu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang sakit parah bahkan meninggal setelah sakit tersebut.

Ketika hari senin, semua sahabat berdiri shalat. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam membuka tabir kamarnya untuk melihat sahabat-sahabatnya yang sedang shalat. Wajah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam digambarkan seakan-akan lembaran mushaf. Kemudian beliaupun tersenyum bahkan tertawa. Maka para sahabatpun berkata, “hampir saja kami merusak shalat kami disebabkan bahagianya kami dan senangnya kami melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam“. Maka sahabat Abu Bakar pun mundur untuk berdiri di shaf. Dia menyangka bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin keluar untuk memimpin shalat. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi isyarat agar ia meneruskan shalat. Kemudian beliau kembali menutup tabirnya dan beliau pun meninggal pada hari itu.

Mari kita perhatikan dan mengambil pelajaran dari kisah yang agung ini. Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat kepada umatnya berkumpul di masjid. Ia pun menatap mereka dengan tatapan perpisahan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat umatnya dan hatinya pun merasa sejuk ketika melihat para sahabat-sahabatnya berdiri untuk melaksanakan shalat berjama’ah. Ini adalah senyuman kebahagiaan. Senyuman yang penuh haru karena beliau melihat para sahabatnya berkumpul di masjid untuk melaksanakan shalat berjama’ah. Ketika beliau menutup kembali tabir kamarnya, diapun merasa bahagia karena telah menyaksikan pemandangan yang sungguh sangat membahagiakan.

Baca Juga:  Mengenal Ilmu Hadits - Bagian ke-1 (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Kedudukan dan keagungan shalat tidak sampai disini. Sahabat Ali radhiyallahu ‘anhu juga meriwayatkan sebagaimana tertera dalam musnad Imam Ahmad dengan sanad yang shahih, bahwa beliau meriwayatkan perkataan terakhir yang diucapkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah: “Jagalah shalat…Jagalah shalat… Bertaqwalah kepada Allah terhadap budak kalian” (HR. Ahmad. Dinilai shahih oleh Al Albani)

Ibnu Majah juga meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari sahabat Anas radhiyallahu ‘anhu. Bahwasannya wasiat terbanyak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau berada dalam sakaratul maut, ucapan beliau adalah “jagalah shalat dan berbuat baiklah kepada budak-budak kalian.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulang-ulang ucapan tersebut didadanya karena beliau tidak mampu mengucapkannya dengan lisannya.

Hal ini menunjukkan kedudukan dan keagungan shalat dalam agam Islam. Juga menunjukkan besarnya perhatian Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam terhadap ibadah ini.

Baca Juga:  Yang Perlu Dilakukan Oleh Wanita Ketika Sedang Ihram - Bagian 2 - Tuntunan Praktis Fiqih Wanita (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Siapa saja yang membaca hadits-hadits atau wasiat-wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diseluruh hidupnya, dia akan mengetahui tingginya nilai shalat dalam Islam. Bahkan diantara keutamaan terbesar dari ibadah shalat ini adalah ibadah ini dikhususkan dan diistimewakan dari ibadah-ibadah yang lain. Bahwasannya Allah subhanahu wa ta’ala mengangkat sendiri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kelangit ke tujuh. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar langsung perintah tersebut tanpa perantara.

Simak Penjelasan Lengkap dan Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Shalat Terakhir Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam – Kitab Ta’dhim Ash Shalah

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0:00
0:00