Telegram Rodja Official

Tematik

Pentingnya Belajar Bahasa Arab

By  | 

Pentingnya Belajar Bahasa Arab merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Hamzah Abbas, Lc. Kajian ini disampaikan pada 4 Dzul Qa’idah 1439 H / 18 Juli 2018 M.

Kajian Motivasi Pentingnya Belajar Bahasa Arab – Ustadz Hamzah Abbas, Lc.

Tidak ragu lagi, setiap muslim pasti akan mengatakan bahwasannya dia butuh bahasa arab. Dan kebutuhan kita terhadap bahasa arab ini melebihi kebutuhan kita terhadap makan dan minum. Apabila makan dan minum cukup dua atau tiga kali dalam sehari semalam, maka bahasa arab ini tidah hanya dua atau tiga kali. Bahkan kita membutuhkan bahasa arab ini sejak kita bangun tidur sampai kita tidur kembali. Atau kita katakan dengan bahasa lain bahwa setiap muslim sudah mulai berbasa arab sejak dia membuka matanya sampai dia menutup mata kembali.

Sebagai contoh, seorang muslim yang baik. Ketika dia membuka matanya tentu dia akan mengucapkan do’a yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bangun tidur. Dan do’a itu tentu saja dengan bahasa arab. Artinya, ketika seorang muslim membuka matanya dipagi hari, dia sudah memulai harinya dengan bahasa arab. Begitulah seterusnya sampai dia nanti ketika akan menutup matanya kembali dimalam hari, dia juga menutup hari itu dengan mengucapkan do’a yang tentunya dengan bahasa arab.

Seorang muslim juga berharap agar apa yang dia baca ia pahami. Tentu do’a-do’a dan dzikir-dzikir ini akan menjadi kosong dan hampa saja jika seorang tidak memahaminya. Semakin kita memahaminya, maka akan semakin bermakna dalam kehidupan kita.

Wasilah terbesar untuk memahami do’a dan dzikir tersebut adalah dengan mempelajari bahasa arab. Ini hanya dzikir dan do’a yang hukumnya sunnah saja. Bayangkan kalau seandainya ada do’a-do’a yang hukumnya wajib. Seperti do’a dan dzikir yang kita baca ketika shalat lima waktu. Kita semua tahu bahwa ibadah shalat ini adalah ibadah yang frekwensinya paling banyak kita lakukan dalam sehari semalam. Kita semua juga telah mengetahui bahwa ibadah shalat ini adalah rangkaian do’a dan dzikir yang kita baca sejak takbiratul ikhram sampai salam. Dan semua rangkaian yang kita baca adalah bahasa arab.

Baca Juga:
Tawadhu - Bagian ke-1 - Bimbingan Islam (Ustadz Jazuli, Lc.)

Hal ini menunjukkan bahwa bahasa arab sangat kita butuhkan dalam memahami do’a dan dzikir yang hukumnya hanya sunnah. Kemudian juga dibutuhkan untuk memahami do’a dan dzikir yang hukumnya wajib. Karena wasilah terbesar agar kita khusyu’ dalam shalat adalah dengan mentadabburi dan memahami apa yang dibaca dan dikerjakan ketika shalat. Yang mana kita tahu khusyu’ dalam shalat adalah salah satu tanda dari pada tanda-tanda utama dari seorang mukmin. Hal ini sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat Al-Mu’minun.

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ﴿١﴾ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ ﴿٢﴾

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,” (QS. Al-Mu’minun[23]: 1-2)

Maka dari sini kita tidak mungkin bisa khusyu’ dalam shalat jika kita tidak memahami apa yang dibaca dalam shalat. Memahami dan mentadabburi apa yang dibaca dan dilakukan dalam shalat adalah sebab kekhusyu’an. Dan memahami serta mentadabburi do’a dan dzikir ketika shalat tidak mungkin bisa dipahami kecuali dengan jalan bahasa arab.

Maka lagi-lagi kita butuh terhadap bahasa arab ini. Butuh dalam kondisi do’a-do’a dan dzikir-dzikir yang hukumnya hanya sunnah saja dan dalam kondisi ketika membaca do’a-do’a dan dzikir-dzikir yang wajib hukumnya seperti dalam shalat. Dan kita tahu bahwa shalat dilakukan lima hari dalam sehari semalam, itu kalau hanya shalat wajib saja. Bayangkan kalau kita tambah dengan shalat sunah rawatib, kita tambah dengan shalat sunnah dhuha, kita tambah dengan do’a shalat malam, maka semakin terlihat betapa butuhnya seorang muslim untuk memahami bahasa arab.

Mengapa Belajar Bahasa Arab?

Dan secara khusus kita butuh bahasa arab diantaranya dalam rangka untuk memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ini adalah hal yang paling khusus. Dan diantara tujuan utama dari pada seorang muslim ketika ia mempelajari bahasa arab adalah itu.

Maka ketika seseorang ditanya mengapa engkau mempelajari bahasa arab? Maka jawaban yang tentu layak untuk disebutkan adalah -kita katakan- bahwa saya mempelajari bahasa arab ini dalam rangka untuk memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena kedua wahyu ini Al-Qur’an dan As-Sunnah Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan dengan bahasa arab.

Baca Juga:
Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 87 - 90 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memilih bahasa arab sebagai bahasa firmanNya. Padahal pada zaman ketika diturunkannya Al-Qur’an terdapat ribuan bahasa atau bahkan jutaan bahasa yang ada di atas muka bumi ini. Tapi dipilihnya bahasa arab dari ribuan atau bahkan jutaan bahasa yang ada pada saat itu menunjukkan bahwa bahasa arab ini memiliki keistimewaan. Karena dipilih oleh Allah Tabaraka wa Ta’ala Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Bijaksana. Tidak mungkin Allah Subhanahu wa Ta’ala memilih kecuali yang paling tepat bagi hamba-hambaNya.

Maka dari sini Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah berkata, khususnya terkait dengan belajar bahasa arab dalam rangka memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah:

وأيضا فإن نفس اللغة العربية من الدين، ومعرفتها فرض واجب، فإن فهم الكتاب والسنة فرض، ولا يفهم إلا بفهم اللغة العربية، وما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب

Bahasa arab itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari agama, dan memahami/mempelajari bahasa arab itu adalah suatu kewajiban, karena sungguh memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah hukumnya wajib, dan tidak mungkin Al-Qur’an dan As-Sunnah dipahami kecuali dengan bahasa arab, apa saja kewajiban yang tidak sempurna dilakukan kecuali dengan disertai dengan suatu, maka suatu hal tersebut hukumnya menjadi wajib.

Sebagai contoh, kewajiban memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kewajiban ini tidak mungkin bisa kita lakukan kecuali disertai dengan memahami bahasa arab. Maka memahami bahasa arab ini hukumnya wajib sama seperti hukum mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Kemudian setelah itu Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah mengatakan bahwa hanya saja diantara bahasa arab itu ada yang hukumnya fardhu ‘ain (wajib bagi setiap individu muslim mengetahuinya) dan ada diantara bahasa arab itu yang hukumnya fardhu kifayah (jika ada sebagian kaum muslimin dengan jumlah yang cukup sudah mempelajarinya, maka yang lainnya tidak lagi wajib).

Bahasa Arab Kunci Memahami Ilmu Syar’i

Juga yang menunjukkan betapa butuhnya kita terhadap bahasa arab adalah bahwa bahasa arab ini kunci untuk memahami ilmu ilmu syar’i. Ini khusus ditujukan kepada siapa saja yang menggeluti ilmu syar’i, siapa saja yang khususnya menggeluti dunia dakwah, mengajarkan kepada umat ilmu agama ini. Apakah dia seorang Dai di masjid-masjid kaum muslimin atau seorang guru agama di sekolah-sekolah kaum muslimin, siapa saja yang menggeluti dakwah dan ilmu syar’i ini, maka pengetahuan terhadap bahasa arab ini tidak bisa ditawar-tawar. Karena dia kunci memahami ilmu syar’i.
Sumber utama ilmu syar’i adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ilmu syar’i apa saja, apakah itu tafsir, hadits, aqidah dan ilmu-ilmu yang lainnya, sumber utamanya adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah. Al-Qur’an dan As-Sunnah keduanya Allah turunkan dengan bahasa arab. Ini hal pertama yang menunjukkan bahwa ilmu syariah wajib disertai dengan pemahaman terhadap bahasa arab.

Baca Juga:
Ahlussunnah wal Jamaah Loyal dan Membenci Karena Allah - Al-Ishbah (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Yang kedua, ilmu syar’i ini diturunkan dari zaman ke zaman/dari masa ke masa melalui lisan para ulama yang semuanya tentu saja menguasai bahasa arab. Mulai ulama dari kalangan para sahabat yang mendapatkan ilmu ini dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kemudian diwariskan kepada generasi Tabi’in, Tabiut Tabi’in, kemudian ke generasi berikutnya dari zaman ke zaman melalui lisan para ulama dengan berbahasa arab. Karena itulah ada sebuah perkataan sebagian para ulama di sini terkait dengan pentingnya memahami ilmu syariat ini. Disebutkan oleh Imam Asy-Syathibi Rahimahullah dalam kitabnya Al-Muwaffaqat mengatakan bahwa syariat Islam ini adalah bahasa arab. Maka jika ilmu syar’i ini adalah berbasa arab, tidak akan seseorang bisa memahaminya dengan pemahaman yang sebenar-benarnya kecuali siapa saja yang memahami bahasa arab dengan sebenar-benarnya pemahaman. Setelah itu beliau mengatakan bahwa jika kita menemukan ada orang pemula dalam bahasa arab, maka otomatis dia juga pemula dalam ilmu syar’i. Kalau dia pertenganhan maka begitu pula dia pertengahan dalam ilmu syar’i.

Kalau kita perhatikan para ulama mulai dari kalangan para sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in, semuanya adalah ulama yang dikenal dengan puncaknya bahasa arab. Sebagai contoh salah satu Imam besar dari para Imam kaum muslimin di antaranya Al-Imam Asy-Syafi’i Rahimahullah yang dikenal dengan tingginya ilmu dia dalam bahasa arab. Sampai-sampai perkataannya dalam bahasa sebagai dijadikan sebagai hujjah. Jika beliau mengatakan bahwa makna kalimat ini adalah ini, maka itu hujjah. Maka pemula dalam bahasa arab begitu bagi pemula dalam ilmu syariah. Semakin tinggi ilmunya dalam bahasa arab, semakin tinggi ilmunya dalam ilmu syar’i.

Baca Juga:
Tafsir Surat An-Naba' - Bagian ke-2 - Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Dan para ulama pada zaman sekarang juga sudah mengingatkan kepada kita semua tentang pentingnya mempelajari bahasa arab ini. Sejauh mungkin kita bisa memahaminya, kejar terus. Semakin kita bisa lebih dari itu, lakukan terus. Jangan mencukupkan diri kita dengan apa yang sudah kita ketahui sekarang.

Maka dari sini kita mengerti bahwa kita butuh terhadap bahasa arab. Khususnya ketika terkait memahami ilmu-lmu syar’i.

Juga diantara sebab kita butuh terhadap bahasa arab karena akal kita butuh gizi. Dan tidak ada asupan yang lebih baik untuk akal kita kecuali bahasa arab. Maka kalau seseorang bisa bahasa arab kemudian dia membiasakan bahasa arab ini dalam kehidupan sehari-harinya, disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah bahwasannya membiasakan berbahasa arab itu akan berpengaruh positif kepada akal, kepada akhlak dan kepada agama kita secara umum dengan pengaruh yang kuat dan jelas. Ini juga sangat berpengaruh dalam usaha kita meneladani generasi awal daripada umat Islam dari kalangan para sahabat dan dari karangan para Tabi’in. Dan berupaya serupa dengan mereka, maka akan memberikan pengaruh porsitif kepada akal, kepada agama dan kepada akhlak kita.

Artinya membiasakan diri berbahasa arab ini adalah usaha kita untuk meneladani para Salafush Shalih dari kalangan para sahabat dan Tabi’in.

Kita bisa melihat secara nyata, tentu orang yang terbiasa menggunakan bahasa arab dalam kehidupan sehari-harinya seperti misalnya dia mengatakan “Ana, Antum, Syukron Jazakallahu Khairan, Insya Allah ketika berjanji” dan kalimat-kalimat lain yang tentu saja ini kalimat berbahasa arab, maka kita melihat bahwa orang ini adalah orang baik. Kita tidak akan menemukan itu di kalangan orang-orang yang buruk bahasa seperti ini. Bahasa orang-orang baik dari sisi agamanya adalah bahasa arab. Dan kebalikannya orang-orang yang buruk, orang-orang jalanan sana -semoga Allah berikan hidayah kepada mereka semua- tidak ada kalimat-kalimat seperti ini keluar dari lisan mereka. Kalimat-kalimat kotor yang keluar dari lisan mereka. Maka membiasakan bahasa arab itu adalah kebutuhan kita semua dalam rangka untuk memberikan asupan gizi yang baik bagi akal kita, bagi akhlak kita, bagi agama kita dan ini adalah usaha untuk meneladani As-Salafush Shalih. Khususnya bagi kita-kita yang mengaku sebagai salafiyyun, kita-kita yang mengaku sebagai pengikut Salafush shalih namun tidak semangat belajar bahasa arab, maka dipertanyakan. Jika Anda ingin meneladani As-Salafush Shalih maka diantara upayanya adalah mempelajari bahasa yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:
Hikmah Dibalik Musibah Gempa

Bahasa Arab Adalah Syiar Islam

Syiar sebuah bangsa adalah bahasanya. Dan syiar kaum muslimin adalah bahasa arab. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan sungguh bahwasannya bahasa arab ini adalah syiar Islam dan syiar kaum muslimin. Dan bahasa adalah sebesar-besarnya syiar yang bangsa-bangsa itu berbangga-bangga dengannya. Mereka memiliki karakteristik tersendiri dengan bahasanya. Dan karakteristik kaum muslimin dan Islam adalah bahasa arab.

Dengan membiasakan bahasa arab berarti kita telah mengagungkan syiar-syiar Islam. Dan ketahuilah barangsiapa yang mengagungkan syiar-syiar Islam, maka ini adalah tanda ketaqwaan dalam hatinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّـهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ ﴿٣٢﴾

“Dan begitulah. Barangsiapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah sungguh ini adalah tanda dari pada ketaqwaan dalam hatinya.” (QS. Al-Hajj[22]: 32)

Hal ini kita sampaikan agar kita tidak salah menempatkan skala prioritas dalam mempelajari bahasa. Karena sekarang ini kita lihat begitu besarnya perhatian kaum muslimin terhadap bahasa Inggris misalnya.

Tentu kita katakan sah-sah saja kita mempelajari bahasa Inggris, tapi dengan syarat tentunya yang terlebih dahulu dan yang lebih utama diperhatikan adalah bahasa arab. Seperti yang telah kita bahas bahwa bahasa arab adalah syiar Islam, syiar kaum muslimin. Adapun bahasa inggris kita tahu bahwa ini bukan syiar kaum muslimin.

Bahasa Arab Itu Mudah

Bahasa arab lebih mudah dari pada bahasa inggris. Maka salah jika seorang muslim mengatakan bahwa bahasa yang paling sulit adalah adalah bahasa arab. Diantara faktor-faktor yang menunjukkan bahasa arab itu mudah diantaranya; kalau kita perhatikan pembahasan kita sejak awal Antum akan menemukan bahwasannya bahasa arab adalah bahasa yang akrab di lisan kaum muslimin. Sejak dia bangun tidur sampai tidur kembali. Bahasa yang akrab di lisan, tentu lama-kelamaan menjadi sesuatu yang mudah. Tidak ada bahasa lain yang frekuensinya paling kita gunakan dalam sehari semalam kecuali bahasa arab. Khususnya seorang muslim yang taat kepada Allah dan rasulNya. Sesuatu yang akrab di lisan, akrab ditelinga, ini tentu menjadi hal yang mudah sebenarnya. Berbeda kalau kita tidak pernah mendengarnya, beda kalau kita tidak pernah mengucapkannya. Sesuatu yang sering kita ucapkan, sesuatu yang sering kita dengar, ini seharusnya menjadi hal yang paling dekat dalam hati kita.

Baca Juga:
Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 1085-1094 - TPP: Wajibnya Mendatangi Undangan Walimah, Kenikmatan Penghuni Surga, hingga Larangan Menggunakan Minyak Wangi bagi Wanita (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Faktor kedua, bahwa yang perlu diingat bahwa ratusan atau bahkan ribuan bahasa Indonesia itu diambil dari bahasa arab. Silahkan cek kamus besar bahasa Indonesia, perhatikan satu persatu kalimat-kalimat Indonesia. Ada ratusan bahkan mungkin ribuan kosa kata bahasa Indonesia diambil dari bahasa arab.

Simak Penjelasan Lengkap dan Download Kajian Motivasi Pentingnya Belajar Bahasa Arab – Ustadz Hamzah Abbas, Lc.

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke jejaring sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Lihat Juga: Radio Streaming, Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Ceramah Lucu, Khutbah Idul Adha, Kultum, Ceramah Singkat, Shalawat, Shalat JenazahRukun IslamRukun Iman, Ziarah Kubur, Shalat Berjamaah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Belajar Bahasa Arab,

Pencarian: belajar bahasa arab sehari hari, belajar bahasa arab dasar, kursus bahasa arab, pelajaran bahasa arab, cara belajar bahasa arab, belajar bahasa arab untuk pemula, belajar dasar bahasa arab, belajar bahasa arab dan artinya, belajar bahasa arab online

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.