Telegram Rodja Official

Adab-Adab Persaudaraan

By  |  pukul 10:30 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 13 Dzulqa'dah 1439 / 26 Juli 2018 pukul 10:34 am

Tautan: https://rodja.id/1yc

Adab-Adab Persaudaraan merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. secara langsung dari Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 8 Dzul Qo’dah 1439 H / 21 Juli 2018 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Adab-Adab Persaudaraan – Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Kita semua bersaudara diatas Islam dan Iman. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّـهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿١٠﴾

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat[49]: 5)

Karena kaum mukminin itu bersaudara, berarti hendaknya kita memperhatikan adab-adab yang harus kita jaga didalam masalah persaudaraan ini. Hal ini agar persaudaraan ini tidak mudah pecah dan mempunyai nilai ibadah disisi Allah subhanahu wa ta’ala. Selain itu juga agar persaudaraan akan terus berlanjut sampai akhirat nanti.

Persaudaraan yang terjadi karena dunia, dia tidak akan kekal. Tetapi ketika persaudaraan karena Allah, maka dia akan terus sampai hari kiamat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ.

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”(QS. az-Zukhruf [43]: 67)

Adab-Adab Persaudaraan

Pertama, kita saling mencintai karena Allah.

Kita mencintai seseorang karena Allah, kita membenci seseorang juga karena Allah. Artinya persaudaraan yang kita jalin betul-betul murni karena Allah. Bukan karena satu kepentingan. Bukan juga karena satu ikatan tertentu. Tapi persaudaraan kita benar-benar lillah(ikhlas), billah (minta pertolongan kepada Allah) dan fillah (sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya).

Baca Juga:  Menjenguk Orang Sakit Ditengah Malam - Bab 227 - Kitab Al-Adab Al-Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Rasulullah shalallaahu alaihi wasalambersabda:

أَوْثَقُ عُرَى اْلإِيْمَانِ الْحُبُّ فِي اللهِ وَالْبُغْضُ فِي اللهِ

“Sekuat-kuatnya tali iman adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.”(HR.At Tirmidzi)

Maksud dari mencintai dan membenci karena Allah adalah kita mencintai seseorang karena ketakwaannya, ketaatannya, karena dia orang yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Demikian pula kita benci kepada seseorang karena dia berbuat maksiat, dia tidak beriman kepada Allah. Maka kalau cinta dan benci kita sudah betul-betul diatas itu, berarti cinta kita karena Allah subhanahu wa ta’ala. Tetapi ketika cinta kita karena dia adalah orang kaya atau karena satu yayasan, organisasi, partai atau karena ikatan-ikatan dunia yang lainnya, maka berarti cinta dan bencinya bukan karena Allah subhanahu wa ta’ala.

Cinta karena dunia tidak akan kekal. Dia akan hilang dengan hilangnya dunia. Bahkan diakhirat pun cinta karena dunia tidak akan berlanjut. Tanda seseorang mencintai karena Allah adalah cinta kita tidak berkurang ketika orang yang kita cintai itu tidak menguntungkan kita. Jangan sampai kalau dia menguntungkan dunia kita baru kita cintai dan jika tidak menguntungkan kita segera meninggalkannya.

Kedua, menyukai untuk saudara kita apa yang kita sukai untuk diri kita.

Baca Juga:  Jangan Marah Bagian 2 - Panduan Amal Sehari Semalam (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Ini ditunjukkan dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Tidak beriman salah seseorang dari kalian sampai dia menyukai untuk saudaranya apa yang ia sukai untuk dirinya” (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu hendaknya apa yang kita sukai untuk diri kita, sukailah untuk saudara kita. Demikian pula apa yang tidak kita sukai untuk diri kita, jangan kita sukai menimpa orang lain. Kalau kita tidak suka aib kita ditebar, berarti kita jangan suka menebar aib orang lain. Kalau kita tidak suka ketika hati kita disakiti, maka kita pun jangan menyakiti hati orang lain. Kalau kita tidak suka dengan orang yang berbicara kasar kepada kita, maka kita pun jangan berbicara kasar kepada orang lain.

Ketiga, persaudaraan hendaknya seperti cermin.

Disebutkan dalam hadits bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْمُؤْمِنُ مِرَآةُ أَخِيْهِ

Mukmin itu cermin untuk saudaranya” (HR. Ahmad)

Ketika kita berkaca, maka cermin akan memperlihatkan sesuatu persis seperti yang kita lakukan. Kalau kita tertawa, maka cermin akan tertawa. Kalau kita diam, cerminnya juga akan diam. Kalau kita sedih, maka dicermin itu pun akan sedih.

Maka sudah sepantasnya bagi seorang mukmin berlaku seperti cermin ketika bersaudara. Saudara kita gembira, kita ikut gembira. Saudara kita bersedih, kita ikut merasakan kesedihannya. Saudara kita galau, kita ikut merasakan kegalauannya. Jangan sampai kita bersaudara, tapi kalau saudara kita sedih justru kita memperlihatkan rasa senang. Atau ketika kita lagi senang, kita justru memperlihatkan kesedihan. Kalau saudara kita jatuh kedalam kesalahan kita justru merasakan kesenangan. Itu berarti kita belum bersaudara. Maka dari itulah hendaknya kita menjadikan persaudaraan kita seperti cermin.

Baca Juga:  Kewajiban Mengikuti Manhaj Para Sahabat - Jakarta 1438 / 2017 (Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat)

Keempat, tolong-menolong didalam kebaikan dan ketakwaan.

Sebagai seorang mukmin, kita harus mempunyai prinsip “bagaimana saya bisa membantu saudara saya?” Kalau kita mempunyai saudara yang susah. Bantulah sesuai dengan kemampuan kita.

Ketika saudara kita lalai, kita berusaha untuk mengingatkan. Kalau saudara kita sedang berada diatas kebaikan, kita berusaha untuk memberikan motivasi.

Lalu apalagi adab-adab persaudaraan?

Simak Penjelasan Lengkapnya dan Download mp3 Ceramah Agama Islam Tentang Adab-Adab Persaudaraan – Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

 

Telegram Rodja Official

2 Comments

  1. Abu Anin

    Senin, 25 Rabiul awwal 1440 / 03 Desember 2018 at 05:12

    Assalamu’alaikum admin
    kenapa ndak bs donlod drtd malam ya??

    • Admin Radio Rodja

      Selasa, 26 Rabiul awwal 1440 / 04 Desember 2018 at 05:03

      وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.. Afwan, untuk download yang dari server kita memang belum bisa karena server sedang dalam perbaikan.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.