Tanya-Jawab: Idul Adha: Kapan memotong kuku bagi pequrban yang hewan qurbannya disembelih di tempat yang jauh?

By  |  pukul 5:08 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 27 Syawwal 1439 / 11 Juli 2018 pukul 4:27 pm

Tautan: https://rodja.id/1xo

Pertanyaan

Ustadz, kalau yang berniat berqurban kan disunnahkan untuk tidak memotong kuku dan tidak memotong rambut ya, Ustadz. Seandainya kita berniat qurban untuk dikirimkan ke saudara Muslim kita yang jauh, misal di luar pulau. Pada saat tanggal 10 Dzulhijjah kan qurban kita dipotong, bagaimana kita tahu kalau qurban kita sudah dipotong sehingga bisa memotong kuku (dan rambut)?

Pertanyaan ini diajukan oleh penanya terkait partisipasinya di program berbagi Qurban untuk Suriah atau berbagi Qurban untuk NTT.

Jawaban oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.

Dengarkan jawabannya secara langsung, atau silakan download tanya-jawabnya.

Download Tanya-Jawab seputar Fiqih Ibadah Agama Islam

Baca Juga:  Tanya-Jawab: Ramadhan: Shalat Maghrib, Isya, dan Tarawih berjamaah di rumah dalam rangka mendidik anak, apakah diperbolehkan?

Ini merupakan tanya-jawab yang berlangsung pada saat kajian live pada 2 Oktober 2013 yang membahas tentang Idul Adha dari seri kajian kitab Syarah Bulughul Maram.

2 Comments

  1. andika

    Senin, 20 Dzulqa'dah 1435 / 15 September 2014 at 18:37

    السلام عليكم ورحمةالله وبرركاته

    Ustadz yg dirahmati allah azza wa jalla,

    1. Untuk tidak boleh potong kuku & rambutnya dimulai sejak kapan ya?

    2. Sepengetahuan kami jual beli dgn cara “ijon” adalah dilarang/haram, Kemudian terkait dgn Qurban, apakah jika kita membeli sapi dgn waktu jauh-jauh bulan sebelum dilaksanakan (misalnya 7 bulan sblm idul adha) agar harganya murah, dengan akad jual belinya adalah kita membeli sapi dengan ukuran yang masih relatif kecil dengan nilai jualnya diperkirakan untuk beberapa bulan kedepan (atau perkiraan harga menjelang hari raya qurban) ditambah biaya pelihara oleh penjual hingga batas waktu qurban dilaksanakan ditambah pula
    jika terkena penyakit atau terjadi cacat atau bahkan mati, maka sapi tersebut akan diganti dgn sapi yang baru dengan perkiraan harga yg sama.
    Apakah hal itu termasuk ijon atau mgkin justru hal itu diperbolehkan?

    Atas perhatiannya & jawabannya kami ucapkan terimakasih

    Jazakumullah khairan

    Andika W.

    • Radio Rodja

      Kamis, 23 Dzulqa'dah 1435 / 18 September 2014 at 14:38

      Wa’alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh. Mohon maaf, untuk sementara ini, pertanyaan hanya bisa disampaikan pada saat sesi akhir dari tiap kajian / ceramah live di Radio Rodja dan RodjaTV, yaitu pada sesi interaktif / tanya-jawab. Pertanyaan bisa disampaikan via SMS maupun telepon.

      Silakan simak program kami di Radio Rodja 756 AM atau RodjaTV, pada saat sesi tanya-jawab, Anda dapat menyampaikan pertanyaan melalui: SMS: 08131 777 6543 Telp: 021 823 6543

      Sekali lagi, mohon maaf, pertanyaan seputar syari’at belum bisa disampaikan ke media sosial, email, atau lainnya, selain jalur yang ditentukan di atas tadi. Barokallahu fikum.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.