Renovasi Masjid

Al-Waabilush Shayyib

Al-Wabilush Shayyib: Keutamaan Berdzikir kepada Allah yang ke-36 – Bagian ke-2 (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

By  |  | https://rodja.id/52f

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abdullah Taslim, M.A.

Alhamdulillah, bisa kami hadirkan kembali rekaman dari siaran live pada Kamis pagi, 10 Muharram 1435 / 14 November 2013, pukul 07:00-08:00 WIB, yaitu sebuah kajian ilmiah bersama Ustadz Abdullah Taslim dengan seri pembahasan kitab Al-Wabilush Shayyib (الوابل الصيب من الكلم الطيب), dan kali ini melanjutkan dengan pembahasan “Keutamaan Berdzikir kepada Allah yang ke-36 (Bagian ke-2)“, yaitu lanjutan dari pekan yang lalu.

[sc:status-al-wabilush-shayyib-ustadz-abdullah-taslim-2013]

Ringkasan Kajian Kitab Ini: Al-Wabilush Shayyib

Keutamaan Berdzikir kepada Allah (ذكر الله وفوائده) yang ke-36 (السادسة والثلاثون) – Bagian ke-2

وقد ضرب سبحانه وتعالى النور في قلب عبده مثلا لا يعقله إلا العالمون

Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membuat permisalan tentang cahaya yang ada di hati hambaNya yang beriman yang permisalan/perumpamaan ini tidak akan dipahami kecuali oleh orang-orang yang berilmu (yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepadanya ilmu).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَارَكَةٍ زَيْتُونِةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُّورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (٣٥)

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya) , yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahayaNya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. An-Nur [24]: 35)

Ini adalah Surat An-Nur: 35, yang menyebutkan tentang makna betapa agungnya cahaya iman, cahaya hidayah, cahaya Al-Qur’an, cahaya berdzikir, yang Allah jadikan di dalam hati orang yang beriman sebagai sebab untuk menyempurnakan kebaikan bagi dirinya, memudahkan dia untuk menyingkap syubuhat dan syahwat yang menutupi kebanyakan manusia.

Silakan menyimak lebih lanjut, tentunya dengan mendengarkan atau mendownloadnya rekaman kajiannya.

Download Ceramah Kajian Kitab Al-Wabilush Shayyib: Keutamaan Berdzikir kepada Allah, Poin ke-36, Bagian ke-2

Silakan dibagi-bagikan melalui Facebook, Twitter, dan Google+.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses