Rodja Peduli

Kajian Keluarga

Fiqih Pendidikan Anak (ke-18): Rumah adalah Sekolah Istimewa untuk Anak (Ustadz Abdullah Zaen, M.A.)

By  |  pukul 11:10 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 11 Desember 2013 pukul 8:37 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=4367

Ceramah agama islam oleh: Ustadz Abdullah Zaen, M.A.

Kajian Fiqih Pendidikan Anak, melanjutkan pertemuan sebelumnya, alhamdulillah pada Senin pagi, 21 Muharram 1435 / 25 November 2013, pukul 10:00-11:00 WIB dapat melanjutkan kepada Silsilah Fiqih Pendidikan Anak ke-18 tentang Rumah adalah Sekolah Istimewa untuk Anak. Silakan download rekaman kajiannya.

NB: Terjadi gangguan teknis, rekaman kajian sedikit terputus beberapa detik karena koneksi teleconference terputus, yaitu pada menit ke-30 (30:29).

[sc:status-kajian-keluarga-ustadz-abdullah-zaen-2013]

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Fiqih Pendidikan Anak ke-18

Rumah adalah Sekolah Istimewa untuk Anak

Pada kesempatan yang berbahagia kali ini, kita akan melanjutkan pembahasan tentang Silsilah Fiqih Pendidikan Anak, yang saat ini memasuki silsilah ke-18, yaitu mengangkat sebuah tema yang insyaAllah bermanfaat bagi kita semua. Tema tersebut berjudul “Rumah adalah Sekolah Istimewa untuk Anak“.

Kenakalan remaja di zaman kita ini, bukan saja sudah sangat mengkhawatirkan, tapi kenakalan remaja di zaman kita ini sudah luar biasa mengerikan. Mulai dari pergaulan bebas, pemakaian obat-obatan terlarang, tawuran / perkelahian, bahkan hingga taraf pembunuhan pun sekarang bisa dilakukan oleh anak yang masih duduk di bangku sekolah.

Ini tentunya sesuatu yang membuat hati setiap mukmin merasa miris, merasa takut, “Jangan-jangan anak kita terjerumus kepada kenakalan tersebut,” ini bagi orang tua yang anaknya “masih selamat”. Sedangkan orang tua yang anaknya sudah terlanjur terjerumus pada kenakalan, sering kali di dalam kesehariannya, dia hanya bisa meratap, mencela, mencaci, memaki, dan dia berusaha melemparkan kesalahan itu kepada orang lain, bukan kepada dirinya sendiri. Sering kali, orang tua yang anaknya nakal yang mereka tuduh adalah pihak sekolah, “Ini guru di sekolah ngapain aja sih, kok anak saya jadi nakal seperti ini?” “Sebenarnya kamu di sekolah diajari apa, nak, kok kamu bisa seperti ini?” Pihak yang dijadikan kambing hitam oleh orang tua, biasanya pertama adalah sekolah, “Di sekolah belajar apa saja,” “Guru ngapain saja,” “kok anak saya seperti ini?”

Baca Juga:
Hindari Mencela Anak - Fiqih Pendidikan Anak (Ustadz Abdullah Zaen, M.A.)

Atau sebagian orang tua, tidak menyalakan sekolah, tapi menyalahkan teman-teman (sang anak). “Wah gara-gara temannya nggak baik-baik, gara-gara teman-temannya nakal, akhirnya anak saya jadi ketularan nakal.”

Inilah dua alasan yang biasanya sering dilontarkan oleh banyak orang, mana kala anaknya menjadi anak yang nakal. Apakah benar alasan tersebut? Apakah yang dijadikan kambing hitam itu selalu orang lain? Kenapa kita tidak introspeksi di dalam diri kita pribadi?

Jangan pernah menyalahkan kegelapan, tapi sudah berapa lilin yang kita nyalakan untuk mengatasi kegelapan tersebut.. Jangan kita hanya setiap hari meratap tentang kenakalan anak kita. Sudah berapa cara dan solusi untuk mengatasi kenakalan tersebut?

Kalau misal, alasannya adalah sekolah yang salah, bukan orang tuanya, maka kita tanya kepada orang tua tersebut, “Anak itu lebih lama di sekolah, atau lebih lama di rumah?”

Simak penjelasan Ustadz Abdullah Zaen, M.A., dengan mendengarkan rekaman langsung atau download MP3 kajiannya.

Download Fiqih Pendidikan Anak: Rumah adalah Sekolah Istimewa untuk Anak

Silakan didownload MP3 kajiannya. Mari bagi-bagikan rekaman kajian ini ke saudara-saudara kita.

8 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.