Rodja Peduli

Syarah Aqidah Thahawiyah

Aqidah Pemersatu Kaum Muslimin

By  |  pukul 9:22 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 27 November 2018 pukul 6:58 pm

Tautan: https://rodja.id/1ze

Aqidah Pemersatu Kaum Muslimin merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. dalam pembahasan Syarah Aqidah Thahawiyah karya Imam Ath-Thahawi rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 13 Dzul Qa’idah 1439 H / 27 Juli 2018 M.

Status Program Kajian Kitab Syarah Aqidah Thahawiyah

Status program Kajian Syarah Aqidah Thahawiyah: AKTIF. Mari simak program kajian ilmiah ini di Radio Rodja 756AM dan Rodja TV setiap Jum'at pagi, pukul 06:00 - 07:30 WIB.

Download kajian sebelumnya: Muqaddimah Syarah Aqidah Thahawiyah

Kajian Tentang Aqidah Pemersatu Kaum Muslimin – Syarah Aqidah Thahawiyah

Kita harus mengenal hakikat Islam, bukan sekedar mengenal nama atau bangga dengan nama Islam saja. Kita harus mengetahui pondasi agama Islam. Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi yang Allah utus dari kalangan bangsa Arab yang harus kita cintai melebihi seluruh kecintaan kepada apa yang ada di dunia ini dan wajib kita muliakan. Karena tidak akan sah keimanan kita kecuali seperti itu. Kita harus yakin seyakin-yakinnya bahwa agama yang diridhai oleh Allah, agama yang akan bisa mengatur kehidupan manusia, agama yang bisa menghantarkan manusia kepada ridha Allah, agama yang mendatangkan kebaikan seluruh lini kehidupan manusia, itulah agama yang dibawa oleh Nabi yang berbangsa Arab. Itulah agama yang membuka dan menaklukkan dunia. Itulah agama yang telah membuka hati manusia untuk menerima kebenaran. Itulah agama yang meluruskan pola pikir mereka sehingga mereka mengenal al-Haq. Itulah agama yang telah memperbaiki akhlak manusia sehingga mereka menjadi orang-orang yang berakhlak mulia. Itulah agama yang merupakan rahmatan lil alamin, menebarkan kedamaian dan mengutuk seluruh bentuk kedzaliman. Itulah agama yang akan mendatangkan kebaikan kepada umat manusia dalam sekala dunia atau nusantara.

Baca Juga:
Mewaspadai Fitnah dan Tipudaya Iblis

Tapi ingat, kita harus faham tentang hakikat Islam itu. Jangan sampai dengan kita melihat prilaku atau oknum yang menisbatkan diri kepada Islam yang melakukan perbuatan-perbuatan kekerasan, radikal, terorisme, lalu kita menisbatkan ajaran itu kepada Islam kemudian kita ingin merubah Islam dengan pemahaman kita. Tentu ini maindset yang keliru.

Apa yang terjadi didunia Islam, berbagai fitnah, pemikiran radikal, aksi teror, tentu telah menodai kemurnian dan rahmat Islam itu sendiri. Dan itu bukan ajaran dari Islam. Semua itu terjadi tentunya disebabkan karena kaum muslimin tidak memahami hakikat Islam yang sesungguhnya.

Jadi tugas kita bukan merubah atau menambah ajaran Islam. Tugas kita adalah mempelajari Islam yang rahmatan lil alamin yang telah dibawa oleh Nabi dari kalangan Arab yang kita cintai melebihi kecintaan kita kepada seluruh apa yang ada dipermukaan bumi.

Islam tersebut cocok dan sesuai untuk semua umat dan seluruh bangsa, seluruh benua, sehingga Allah meridhai Islam itu untuk kita. Maka kita tidak butuh dengan Islam kecuali Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita tidak butuh pengamalan terhadap Islam kecuali pengamalan yang telah diamalkan oleh para sahabat. Kita tidak butuh kepada akhlak selain akhlak yang telah disempurnakan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam. Jadi mari kita gali Islam dari sumbernya dan mari kita fahami Islam sesuai dengan pemahaman yang difahami oleh generasi yang mendapatkan rekomendasi dari Allah dan RasulNya.

Baca Juga:
Akhlak kepada Allah Ta'ala - Jujur dan Ikhlas - Bimbingan Islam (Ustadz Jazuli, Lc.)

Mari kita sesuaikan tradisi dan budaya kita dengan Islam, jangan Islam yang kita sesuaikan dengan tradisi dan budaya kita. Sehingga kita berikan label-label yang tidak Islami kepada Islam. Itu semua akan menodai kesucian dan ketulusan Islam sebagai agama keadilan. Dari sini, jelaslah bagi kita betapa pentingnya menuntut ilmu dan mengetahui aqidah yang benar.

Apapun label yang disemakan kedalam Islam, apapun baju yang dipakaikan ketubuh Islam yang bukan bagian dari Islam, hal itu tidak akan menyelesaikan permasalahan dan problematikan umat dan justru akan semakin menambah permasalahan dan perpecahan. Karena umat hanya bisa disatukan diatas Qalallah Wa Qala Rasulullah sebagimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berhasil menyatukan para sahabat yang mereka bermusuhan dan saling membunuh sebelum datangnya Islam. Allah satukan kedalam bendera Islam.

Simak Penjelasan Lengkapnya dan Download MP3 Kajian Tentang Aqidah Pemersatu Kaum Muslimin – Syarah Aqidah Thahawiyah


Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link kajian yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Baca Juga:
Mendidik Anak Adalah Ladang Kebaikan

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.