Telegram Rodja Official

Al-Jam'u Baina As-Sahihain

Faedah-Faedah dari Hadits Jibril

By  | 

Faedah-Faedah dari Hadits Jibril adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain), sebuah kitab yang berisi Kumpulan shahih Bukhari dan Muslim karya Syaikh Yahya bin Abdul Aziz Al-Yahya. Pembahasan ini disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada 24 Dzul Hijjah 1439 H / 05 Agustus 2018 M.

Download Kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain – Format PDF di sini

Download mp3 kajian sebelumnya: Memuliakan Empat Bulan Haram

Kajian Ilmiah Tentang Faedah-Faedah dari Hadits Jibril – Al-Jam’u Baina As-Sahihain

Adapun faedah-faedah yang bisa kita ambil dari hadits Jibril yang panjang adalah:

Pertama, diantara kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau senang duduk bersama para sahabatnya. Ini berdasarkan perkataan Umar, “ketika kami sedang duduk-duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam“. Tentu duduknya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah untuk mengajarkan ilmu atau bermusyawarah. Ini adalah perkara yang baik yang tidak sepantasnya bagi seorang pemimpin merasa angkuh untuk duduk bersama teman-temannya. Walaupun tentunya harus diusahakan bahwa majelisnya disertai dengan dzikir atau faedah-faedah ilmu.

Baca Juga:
Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 1038-1043 - TPP: Larangan Mencaci Para Sahabat, Keutamaan Kaum Al-Azd, hingga Anjuran untuk Memuliakan Pembantu (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Kedua, bahwa seseorang lebih baik bergaul dan tidak menjauh dari manusia. Walaupun memang manusia berbeda pendapat tentang mana yang lebih utama antara bergaul atau tidak bergaul. Sebagian ulama mengatakan bahwa bergaul lebih baik. Hal ini didasarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bergaul dengan para sahabatnya, para sahabat pun bergaul dengan yang lainnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam juga bersabda:

المؤمنُ الذي يخالطُ الناسَ ويَصبرُ على أذاهم خيرٌ منَ الذي لا يُخالطُ الناسَ ولا يصبرُ على أذاهمْ

Seorang mukmin yang bergaul di tengah masyarakat dan bersabar terhadap gangguan mereka, itu lebih baik dari pada seorang mukmin yang tidak bergaul di tengah masyarakat dan tidak bersabar terhadap gangguan mereka” (HR. At Tirmidzi 2507, Al Bukhari dalam Adabul Mufrad 388, Ahmad 5/365, syaikh Musthafa Al ‘Adawi mengatakan hadits ini shahih dalam Mafatihul Fiqh 44).

Sementara sebagaian ulama mengatakan bahwa tidak bergaul dengan cara kita tinggal di puncak gunung, lembah-lembah, itu lebih baik. Hal ini karena lebih selamat dari fitnah, ghibah, tidak mendzalimi orang lain, dan lain sebagainya. Diantara hadits yang mereka sebutkan adalah:

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكَ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَالِ الرَّجُلِ غَنَمٌ يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنْ الْفِتَن

Baca Juga:
Keimanan yang Benar - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

“ِDiprediksikan (akan datang suatu masa) yang ketika itu harta seseorang yang paling baik adalah kambing yang digembalakannya menyusuri perbukitan dan lembah-lembah tempat turunnya air hujan karena dia lari menyelamatkan agamanya untuk menghindari fitnah (krisis agama)”. (HR. Bukhari No.3055)

Namun yang rajih dalam masalah ini adalah dilihat keadaan masing-masing. Jika seseorang dalam bergaul lalu dia terwarnai, maka lebih baik jangan bergaul. Hal ini sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam menasihati Abdullah bin Amr untuk banyak tinggal di rumah. Tapi kalau seseorang bisa mewarnai, maka yang seperti ini lebih baik bergaul. Dan maslahat dari bergaul adalah sangat besar. Karena untuk mengajak orang lain kepada kebaikan adalah dengan bergaul. Namun tentunya kita jangan sembarang dalam bergaul.

Ketiga, bergaul dengan manusia lebih utama dari pada mengasingkan diri selama seseorang tidak khawatir dengan rusaknya agamanya.

Keempat, para malaikat mampu membentuk dirinya menjadi manusia.

Kelima, hendaknya, seorang penuntut ilmu ketika duduk di majelis ilmu memperhatikan adab-adab menuntut ilmu.

Apa lagi faedah yang bisa kita ambil dari hadits Jibril ini?

Simak Penjelasan Lengkapnya dan Download MP3 Kajian Memuliakan Empat Bulan Haram – Al-Jam’u Baina As-Sahihain


Jangan lupa untuk turut membagikan link download kajian ini ke akun media sosial yang Anda miliki, baik Facebook, Twitter, Google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahufiikum

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.