Telegram Rodja Official

Buah dari Bertawakal Kepada Allah

By  |  pukul 7:38 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 25 Dzulhijjah 1439 / 05 September 2018 pukul 9:36 am

Tautan: https://rodja.id/209

Buah dari Bertawakal Kepada Allah merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. dalam pembahasan Kitab Ahsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman karya Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahid rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 08 Dzul Hijjah 1439 H / 20 Agustus 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: Mengagungkan Bulan Dzulhijjah

Download kitab أحسن البيان من مواقف أهل الإيمان” versi PDF di sini

Kajian Tentang Buah dari Bertawakal Kepada Allah – Kitab Ahsanul Bayan

Pada kesempatan yang lalu, kita memasuki pembicaraan tentang buah dari bertawakal kepada Allah. Ada lima buah tawakal kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang disebutkan oleh penulis.

Pertama, bertawakkal kepada Allah subhanahu wa ta’ala mendatangkan cinta Allah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Baca Juga:  Ceramah Singkat Tentang Ilmu: Islam Agama Ilmu

… إِنَّ اللَّـهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ ﴿١٥٩﴾

…Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (QS. Ali-Imran[3]: 159)

Kalau Allah mencintai seorang hamba, maka tidak mungkin Allah mengadzab hamba tersebut. Dan tidak mungkin Allah subhanahu wa ta’ala memasukkan hamba tersebut kedalam api neraka. Allah subhanahu wa ta’ala akan memasukkan hamba tersebut kedalam surga dan Allah akan menjadikan makhluk cinta kepadanya.

Kedua, buah atau manfaat dari tawakal adalah Allah akan memberikan rejeki tanpa perhitungan. Oleh karena itu diantara solusi untuk mendapatkan rejeki adalah dengan cara bertawakkal kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Menggantungkan semua urusan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

َلوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَ كَّلُوْنَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرُزِقْتُم كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا

Sekiranya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Allah meberimu rizki sebagaimana yang diberikanNya kepada burung-burung, berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang”. (HR. Tirmidzi)

Baca Juga:  Istiqamah yang Diharapkan dari Seorang Hamba adalah Sesuai dengan Contoh Nabi dalam Beragama - Kitab 10 Kaidah Istiqamah (Ustadz Arman Amri, Lc.)

Keadaan kita sekarang sangatlah memprihatinkan. Diantara kita ada yang tawakalnya kepada bank, diantara kita ada yang bertawakkalnya kepada pekerjaan, kepada jual beli, kepada asuransi, maka yang terjadi adalah Allah subhanahu wa ta’ala tidak memberikan rejeki dengan rejeki yang baik.

Ketiga, barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka akan Allah jaga dari tipu daya setan. Perlu diketahui bahwa manusia hidup diatasa muka bumi ini dalam peperangan dengan setan. Setan ingin mencelakakannya. Didalam hadits yang shahih dikeluarkan oleh Abu Dawud dan yang lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ قَالَ « يُقَالُ حِينَئِذٍ هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِىَ وَكُفِىَ وَوُقِىَ ».

“Jika seseorang keluar rumah, lalu dia mengucapkan “Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya), maka dikatakan ketika itu: “Engkau akan diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga”. Setan pun akan menyingkir darinya. Setan yang lain akan mengatakan: “Bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu seseorang yang telah mendapatkan petunjuk, kecukupan dan penjagaan?!” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Baca Juga:  Mukadimah - Bagian ke-2 - Kitab Mausu'ah Fiqh Al-Qulub (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Simak Penjelasan Lengkap dan Download Kajian Tentang Buah dari Bertawakal Kepada Allah – Kitab Ahsanul Bayan

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Download: Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Khutbah Idul Adha, kultum, ceramah singkat

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.