Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 107

By  |  pukul 11:27 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 02 Muharram 1440 / 12 September 2018 pukul 11:27 am

Tautan: https://rodja.id/20p

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 107 adalah kajian tafsir Al-Quran yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan RodjaTV pada Selasa, 18 Dzul Qa’idah 1439 H / 31 Juli 2018 M. 

Download juga kajian sebelumnya: Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 104 – 106

Kajian Tafsir Al-Quran: Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 107

Dalam ayat ke 107 ini Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّـهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللَّـهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ ﴿١٠٧﴾

Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong.” (QS. Al-Baqarah[2]: 107)

Imam ibnu Katsir berkata menafsirkan ayat ini. Allah membimbing, bahwasannya yang mengatur makhluk-makhlukNya sesuai dengan kehendakNya hanyalah Dia saja. Maka ciptaan dan perintah itu semua milik Allah dan Allah lah yang mengaturnya. Sebagaimana Allah menciptakan sesuai dengan kehendakNya, Allah menjadikan bahagia ataupun sedih siapa yang Allah kehendaki. Allah menjadikan yang satu sakit dan yang satu lagi sehat. Allah juga memberikan taufiq kepada siapa yang Allah kehendaki. Allah juga menghinakan siapa yang Allah kehendaki. Maka demikian pula Allah menghukumi hamba-hambaNya apa yang Allah kehendaki. Allah memberikan aturan-aturan yang Allah kehendaki. Allah menghalalkan ataupun mengharamkan apa yang Allah kehendaki. Dan tentunya itu semua tidak lepas dari ilmuNya.

Baca Juga:  Kalimat Tauhid adalah Pemersatu Umat dan Syarat untuk Masuk Surga - Bagian ke-2 - Jakarta 1438 / 2017 (Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas)

Perbuatan Allah tidak terlepas dari ilmu, hikmah dan keadilan. Maka Allah berbuat dengan ilmu, dengan hikmah dan keadilan dibalik semuanya. Maka Allah yang menurunkan hukum yang Allah inginkan dan tidak boleh ada orang yang mengomentari hukumNya. Karena sepintar apapun manusia tetaplah ilmunya sedikit. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

…وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا ﴿٨٥﴾

“…dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit“.” (QS. Al-Isra'[17]: 85)

Bagaimana manusia yang ilmunya sangat sedikit mau mengomentari pencipta alam semesta yang ilmunya sangat luas sekali?  Kalaulah tujuh lautan adalah tinta dan digunakan untuk menulis ilmu Allah, maka tujuh lautan itu akan habis sementara ilmu Allah masih sangat banyak belum tertulis. Maka kita tidak boleh mempertanyakan perbuatan-perbuatan Allah. Itu hak Allah karena Allah yang maha tahu.

Baca Juga:  Fana' Yang Dilakukan Oleh Para Nabi dan Rasul - Kitab Al-'Ubudiyah (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

Maka kalau ada yang mengatakan bahwa adat istiadat harus didahulukan dari pada syariat, agama mana yang mengatakan demikian? Semua sepakat bahwa adat istiadat adalah buatan manusia, sedangkan syariat turun dari pencipta manusia dan yang memberikan rezeki kepada mereka.

Simak dan Download MP3 Kajian Tafsir Al-Quran: Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 107

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi orang lain.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Baca Juga:  Tafsir Surat Al-Ma'arij - Bagian ke-3 - Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0:00
0:00