Telegram Rodja Official

Ar-Risalah At-Tabukiyyah

Memenuhi Hak Allah

By  | 

Memenuhi Hak Allah merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abdullah TaslimM.A. dalam pembahasan Kitab Ar-Risalah At-Tabukiyyah karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 25 Dzul Hijjah 1439 H / 06 September 2018 M.

Status Program Kajian Kitab Ar-Risalah At-Tabukiyyah

Status program kajian kitab Ar-Risalah At-Tabukiyyah: AKTIF. Mari simak program kajian ilmiah ini di Radio Rodja 756AM dan Rodja TV setiap Kamis pagi, pukul 07:00 - 08:00 WIB.

Download juga kajian sebelumnya: Pentingnya Memahami Lafadz dalam Al-Qur’an

Kajian Islam Ilmiah Tentang Memenuhi Hak Allah – Kitab Ar-Risalah At-Tabukiyyah

Hukum atau keadaan hubungan manusia dengan Allah harus dibangun dengan ketakwaan. Yaitu mendahulukan ketaatan kepadaNya, menjauhi perbuatan maksiat kepadaNya, inilah makna وَاتَّقُوا اللَّـهَ ۖ  “bertakwalah kepada Allah.” Ayat ini (Al-Maidah[5]: 2) menjelaskan sebab yang akan menyelamatkan manusia dunia akhirat. Bagaimana dia menjaga hubungan yang baik dengan Allah subhanahu wa ta’ala dan menjaga hubungan dengan sesama manusia.

Bukanlah yang dimaksudkan dengan perbuatan baik itu hanya mencari keridhaan manusia dengan resiko melanggar keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala. Hubungan dengan manusia harus dengan dasar تَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ  (tolong-menolong) saling membantu untuk mewujudkan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Karena ketakwaan kepada Allah adalah hal dasar dan keimanan yang menjadi modal utamanya. Inilah bukti bahwa kita menghambakan diri dengan seutuhnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Kita meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta’ala yang paling tahu tentang kebaikan diri kita dan paling tahu tentang cara mengatur pergaulan kita dengan sesama makhluk lainnya. Hal ini agar kita benar-benar mewujudkan kehidupan yang indah di dunia ini dan balasan yang sempurna di akhirat nanti.

Baca Juga:
Cara Agar Sholat Khusyu'

Karena itulah, pergaulan dengan manusia pun harus digunakan untuk mencari keridhaan Allah. Bukan sekedar menyenangkan orang lalu dengan itu kita mengorbankan syariat Islam. Sudah kita ketahui bahwa ini merupakan sebab malapetaka bagi manusia. Karena ketika Allah murka kepada manusia, tidak ada seorang pun yang bisa menyelamatkan manusia dari berbagai keburukan. Termasuk Allah jadikan orang-orang disekitarnya akan murka atau benci kepada dirinya. Didalam sebuah hadits yang derajatnya hasan riwayat Imam Tirmidzi dan yang lainnya, dari Aisyah radhiyallahu ta’ala anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ اِلْتَمَسَ رِضَا اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ رضي الله عنه وَأَرْضَى عَنْهُ النَّاسَ ، وَمَنْ اِلْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَسْخَطَ عَلَيْهِ النَّاسَ

Barangsiapa yang mencari ridho Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan meridhoinya dan Allah akan membuat manusia yang meridhoinya. Barangsiapa yang mencari ridho manusia dan membuat Allah murka, maka Allah akan murka padanya dan membuat manusia pun ikut murka.” (HR. Tirmidzi)

Hal ini terjadi karena yang menentukan dan yang menguasai hati kita adalah Allah subhanahu wa ta’ala. Maka dasar dari setiap perbuatan kita harus untuk mencari keridhaan Allah atau tolong menolong dalam mendapatkan keridhaanNya.

Ayat ini membimbing kita kepada penjelasan tentang kewajiban seorang hamba kepada makhluk Allah yang lain. Supaya pergaulannya dengan manusia bermanfaat dan menambah kebaikan kepada dirinya. Ayat ini juga menjelaskan kewajiban hamba kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan tidak akan sempurna penunaian kewajiban yang pertama dengan menghilangkan nafsunya dan melaksanakan hal tersebut semata-mata murni karena perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Bukan karena kebutuhan kita ingin dipenuhi oleh makhluk yang lainnya.

Baca Juga:
Apakah Kebaikan Sebelum Masuk Islam Tetap Dicatat Oleh Allah?

Allah yang menguasa timur dan barat. Tidak ada sembahan yang benar selain Dia. Maka jadikanlah dia tempat bersandar kita satu-satunya. Orang yang bertawakkal kepada Allah mendapatkan balasan yang paling besar. Allah sendiri yang akan mencukupinya.

…وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّـهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّـهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّـهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا ﴿٣﴾

“…Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. At-Talaq[65]: 3)

Simak Kajian Lengkapnya, Download dan Sebarkan mp3 Ceramah Agama Islam Tentang Hak Kepada Allah – Kitab Ar-Risalah At-Tabukiyyah

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv

Download: Khutbah Jumat, Ceramah Agama, Khutbah Idul Adha, kultum, ceramah singkat, shalawat, shalat jenazahrukun Islamrukun Iman, ziarah kubur, shalat berjamaah, Amar Ma’ruf Nahi Munkar,

Baca Juga:
Cabang-Cabang Keimanan - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Ustadz Abdullah Taslim, M.A.)

 

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.