Telegram Rodja Official

Ilmu Tauhid

By  |  pukul 9:46 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 04 Rajab 1440 / 11 Maret 2019 pukul 5:41 pm

Tautan: https://rodja.id/21w

Ilmu Tauhid merupakan rekaman kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. dalam pembahasan Syarah Aqidah Thahawiyah karya Imam Ath-Thahawi rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 11 Muharram 1440 H / 21 September 2018 M.

Status Program Kajian Kitab Syarah Aqidah Thahawiyah

Status program Kajian Syarah Aqidah Thahawiyah: AKTIF. Mari simak program kajian ilmiah ini di Radio Rodja 756AM dan Rodja TV setiap Jum'at pagi, pukul 06:00 - 07:30 WIB.

Download kajian sebelumnya: Aqidah Para Fuqaha Tentang Tauhid

Kajian Tentang Ilmu Tauhid – Syarah Aqidah Thahawiyah

Apabila kita mendengar istilah tauhid dalam syariat Islam ini, maka tauhid yang diyakini oleh ahlussunnah wal jama’ah, secara umum terbagi tiga. Pertama tauhid rububiyyah, asma wa sifat dan tauhid uluhiyyah. Kendati dalam penjelasan para ulama, jika kalimat tauhid disebutkan secara mutlak, maka yang dimaksud adalah tauhid dari sisi uluhiyyah. Yaitu mentauhidkan Allah dalam ibadah dan ketaatan. Itulah inti ajaran Islam dan ajaran seluruh para nabi.

Ilmu Tauhid Rububiyyah

Yaitu meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta’ala Rabb alam semesta yang menciptakan dan yang mengatur. Hal ini berkaitan dengan perbuatan Allah subhanahu wa ta’ala. Karena penciptaan, mengatur, menghidupkan, mematikan, mencurahkan kebutuhan hambaNya, adalah Allah subhanahu wa ta’ala. Tidak ada yang bersekutu bersama Allah subhanahu wa ta’ala didalam menciptakan dan mengatur alam semesta ini. Orang-orang Musyrikin yang menyekutukan Allah dalam ibadah, mereka meyakini tidak adanya dua Tuhan yang menciptakan alam semesta ini. Karena pengakuan bahwa Allah yang menciptakan alam semesta ini merupakan fitrah yang Allah ciptakan manusia diatas fitrah tersebut. Maka kalau kita perhatikan sejarah kehidupan manusia dari dahulu sampai sekarang, yang mengingkari tauhid ini hanya segelintir dari manusia. Diantaranya adalah Fir’aun.

Baca Juga:  Rangkuman - Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Ilmu Tauhid Aswa wa Sifat

Meyakini dan mengimani bahwa Allah subhanahu wa ta’ala yang memiliki nama-nama yang terbaik dan sifat-sifat yang sempurna. Ketahuilah bahwa tauhid dalam hal ini ahlussunnah wal jama’ah mengimani semua nama-nama dan sifat yang tertera dalam Al-Qur’an dan sunnah. Kemudian mereka mengimani dari makna-makna dan hukum-hukum yang terkait dalam nama-nama dan sifat-sifat tersebut.

Keyakinan keimanan penetapan yang selamat dari empat perkata. Pertama  ta’thil (tidak mengingkari), kedua tamtsil (tidak menyerupakan), tahrif atau ta’wil (tidak menyelewengkan),takyif  (tidak menanyakan hakikatnya). Maka wajib bagi kita mengimani dan tidak boleh mentakwil. Karena Rasul tidak mentakwil sifat, para sahabat tidak mentakwil sifat, mereka mengimani semua yang telah ditetapkan oleh Allah untuk dirinya dan juga yang telah ditetapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Allah didalam hadits-hadits yang shahih.

Baca Juga:  Pentingnya Akhlak Mulia - Bagian ke-4 - Bimbingan Islam (Ustadz Jazuli, Lc.)

Ilmu Tauhid Uluhiyyah

Dalam hal ini, kita wajib meyakini bahwa Allah yang berhak diibadahi dan kepadaNya kita beribadah. UntukNya kita mempersembahkan seluruh hidup dan mati kita kepadaNya. Amalan kita lahir dan batin hanya untuk Allah subhanahu wa ta’ala. Semua ibadah, yang tampak dan bersembunyi, perkataan dann perbuatan hanyalah kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan untuk Allah subhanahu wa ta’ala serta karena Allah subhanahu wa ta’ala. Itulah hakikat dari apa yang selalu kita baca didalam shalat:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah[1]: 5)

Tauhid uluhiyyah ini mencakup tauhid rububiyyah. Artinya bila seseorang mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah, pada hakikatnya perbuatan dia telah mencakup keimanan dia kepada rububiyyah Allah. Karena mustahil seseorang beribadah kepada Allah kalau dia tidak mengakui keberadaan Allah dan sang pencipta. Sebaliknya, kalau kita meyakini Allah sebagai pencipta dan yang mengatur alam semesta ini, keyakinan kepada Allah dalam hal tersebut mewajibkan untuk mengikhlaskan ibadah kepada Allah.

Baca Juga:  Seorang Istri Harus Meminta Izin Suami

Simak Penjelasan Lengkapnya dan Download MP3 Kajian Tentang Ilmu Tauhid – Syarah Aqidah Thahawiyah

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link kajian tentang ilmu tauhid yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: Rodja Official
Facebook Page: Radio Rodja 756 AM
Twitter: @radiorodja
Instagram: @radiorodja
Website: radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook Page: Rodja TV
Twitter: rodjatv
Instagram: rodjatv
Website: rodja.tv


Pencarian: pengertian ilmu tauhid, ilmu tauhid lengkap, ilmu tauhid islam, belajar ilmu tauhid dasar, ilmu tauhid adalah, ilmu tauhid pdf, ilmu tauhid rububiyah, belajar ilmu tauhid sifat 20, pengertian ilmu tauhid, ilmu tauhid lengkap, ilmu tauhid islam, belajar ilmu tauhid dasar, ilmu tauhid adalah, ilmu tauhid pdf, ilmu tauhid rububiyah, belajar ilmu tauhid sifat 20, pengertian ilmu tauhid, ilmu tauhid lengkap.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.