Sabda Nabi: Aku Bersaksi Bahwa Aku adalah Utusan Allah

By  |  pukul 8:53 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 07 Rabiul akhir 1440 / 14 Desember 2018 pukul 8:25 am

Tautan: https://rodja.id/22c

Sabda Nabi: Aku Bersaksi Bahwa Aku adalah Utusan Allah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain), sebuah kitab yang berisi Kumpulan shahih Bukhari dan Muslim karya Syaikh Yahya bin Abdul Aziz Al-Yahya. Pembahasan ini disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada 13 Muharram 1440 H / 23 September 2018 M.

Download Kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain – Format PDF di sini

Download mp3 kajian sebelumnya: Khusus Tanya Jawab

Kajian Tentang Sabda Nabi: Aku Bersaksi Bahwa Aku adalah Utusan Allah – Al-Jam’u Baina As-Sahihain

Pembahasan kali ini sampai pada halaman 6 kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain.

 عَنْ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : خَفَّتْ أَزْوَادُ القَوْمِ ، وَأَمْلَقُوا ، فَأَتَوُا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَحْرِ إِبِلِهِمْ ، فَأَذِنَ لَهُمْ ، فَلَقِيَهُمْ عُمَرُ ، فَأَخْبَرُوهُ فَقَالَ : مَا بَقَاؤُكُمْ بَعْدَ إِبِلِكُمْ ، فَدَخَلَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَا بَقَاؤُهُمْ بَعْدَ إِبِلِهِمْ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : نَادِ فِي النَّاسِ ، فَيَأْتُونَ بِفَضْلِ أَزْوَادِهِمْ ، فَبُسِطَ لِذَلِكَ نِطَعٌ ، وَجَعَلُوهُ عَلَى النِّطَعِ ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَعَا وَبَرَّكَ عَلَيْهِ ، ثُمَّ دَعَاهُمْ بِأَوْعِيَتِهِمْ ، فَاحْتَثَى النَّاسُ حَتَّى فَرَغُوا ، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ، وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ

Baca Juga:  Jual Beli Buah dalam Islam

“Telah menceritakan kepada kami Salamah radliallahu ‘anhu berkata: “Perbekalan kaum menipis dan mereka kekurangan air dan makanan, lalu mereka mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meminta ijin untuk menyembelih unta mereka, Beliau pun mengijinkannya. Lalu ‘Umar datang menemui mereka dan mereka mengabari hal itu padanya, lalu ia berkata; “Apakah kalian akan dapat hidup setelah unta kalian habis, ia pun menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata: “Wahai Rasulullah, apakah mereka dapat bertahan hidup setelah mereka menyembelih unta mereka?”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Panggillah orang-orang agar mereka membawa sisa-sisa bekal mereka kemari”. Maka dihamparkan lembaran kulit lalu bekal bekal mereka diletakkan diatasnya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan berdo’a serta memohon berkah untuknya, lalu Beliau perintahkan mereka membawa bejana mereka masing-masing. Maka orang-orang pun mengambil bagiannya hingga mereka mendapatkan semua, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan aku adalah Rasulullah”.”

Baca Juga:  Mengenal Ilmu Hadits - Bagian ke-1 (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Dari hadits ini kita ambil beberapa faidah. Diantaranya:

Pertama, keutamaan ‘Umar bin Khaththab. Ketika ‘Umar melihat orang-orang menyembeli unta-unta mereka, ‘Umar khawatir para sahabat lelah di perjalanan. Karena tidak ada kendaraan. Kalau semua unta-unta disembelih, lalu apa kendaraan mereka. Maka ‘Umar mengusulkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar mendo’akan dengan keberkahan. Dan itu keyakinan ‘Umar yang luar biasa kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam.

Kedua, diantara mukjizat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yaitu bisa memperbanyak makanan yang sedikit. Pernah dalam satu peperangan yang lain, para sahabat kehabisan air. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta bejana yang kecil dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya tersebut ke bejana tersebut. Lalu mengalirlah air yang deras dari sela-sela jari-jarinya. Subhanallah.

Ketiga, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bisa membanyakkan makanan atas izin Allah, sebagai bukti bahwa beliau adalah utusan Allah. Mukjizat tidak bisa dikalahkan dengan apapun juga. Berbeda dengan sihir. Sihir bisa dikalahkan dengan dzikir.

Baca Juga:  Sifat Shalat Nabi - Bagian ke-6: Doa Iftitah / Istiftah sesuai dengan yang Diajarkan Rasulullah - Hadits 272 - Kitab Bulughul Maram (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

Keempat, hadits ini juga menunjukkan keutamaan dua kalimat syahadat.

Simak Penjelasan Lengkapnya dan Download MP3 Kajian Tentang Sabda Nabi: Aku Bersaksi Bahwa Aku adalah Utusan Allah – Al-Jam’u Baina As-Sahihain


Jangan lupa untuk turut membagikan link download kajian ini ke akun media sosial yang Anda miliki, baik Facebook, Twitter, Google+, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahufiikum

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.